Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 46.


__ADS_3

Hari ini Musa berdandan sangat rapi, tampan dan wangi. Dia berniat akan menemui Laksmi di rumahnya dan kembali melamar Laksmi.


Musa berangkat sendiri menggunakan mobilnya, tidak lupa Musa membawa buah tangan untuk paman Adi dan bi Mirna. Musa sangat gembira hari ini, senyumnya selalu terkembang di bibirnya selama dalam perjalanan.


Tidak lama, Musa sudah sampai di depan rumah Laksmi.


Tapi...


Tiba-tiba wajahnya berubah, senyum yang sedari tadi ada di wajahnya kini hilang.


Musa melihat Laksmi sedang duduk dengan seorang laki-laki dengan posisi jarak yang cukup jauh, ternyata dia adalah Rizal.


Musa mencoba tetap tenang, dan datang menghampiri Laksmi dan Rizal.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab Laksmi dan Rizal bersamaan.


"Mas Musa?" ucap Laksmi.


"Maaf, apakah aku mengganggu kalian?" tanya Musa.


"Tidak Musa, kemarilah, dan duduk bersama kami" sahut Rizal.


"Dimana paman dan bibi?" tanya Musa.


"Mereka ada didalam Mas" jawab Laksmi.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menemui mereka didalam"


Laksmi tersenyum dan mengangguk.


Musa masuk ke dalam rumah dan bertemu paman Adi dan bi Mirna yang sedang santai menonton televisi.


Paman Adi menyambut Musa dengan bahagia, tapi tidak dengan bi Mirna, wajahnya terlihat masam.


"Paman, bibi, aku datang kesini untuk menunaikan niatku yang selama ini sudah tertunda" ucap Musa.


"Maksudmu apa nak?" tanya paman Adi.


"Aku ingin segera menikahi Laksmi paman"


"Hah? Apa tidak salah? bukannya kau tidak ingat siapa Laksmi?"


"Dulu aku memang tidak ingat bi, karena kecelakaan yang aku alami, tapi Alhamdulillah, sekarang aku sudah mengingat semuanya"


Laksmi yang ternyata sudah berdiri di dekat mereka, tersenyum senang mendengar kata-kata Musa.


Bi Mirna terkejut, padahal dia sudah menjanjikan kepada Rizal kalau dia akan menikahkan Rizal dengan Laksmi.


Rizal yang berdiri berdekatan dengan Laksmi merasa sedikit kecewa karena dia terlambat lagi untuk melamar Laksmi.


"Aduh bagaimana ya?" ucap bi Mirna.


"Aku sangat senang nak, aku sangat menyetujui keputusanmu" ucap paman Adi.


Laksmi dan Musa merasa lega mendengar jawaban paman Adi.


"Bagaimana denganmu Laksmi? apa kau mau menikah dengan Musa?" tanya paman Adi saat melihat Laksmi.


Wajah Laksmi sedikit memerah, dengan senyuman di wajahnya, dia mengangguk tanda setuju.


"Alhamdulillah" ucap paman Adi.


Rizal yang masih disana memberi selamat kepada Musa dan Laksmi, kini dia tidak akan mengharap lagi untuk mendapatkan Laksmi.


"Selamat atas pernikahan kalian, aku ikut senang" ucap Rizal.


"Terima kasih" ucap Musa dan Laksmi bersamaan.


Rizal berpamitan kepada semua orang, walaupun dia sedikit kecewa, tapi dia tetap tegar, mungkin Laksmi bukanlah jodohnya, dia tidak bisa memaksa kehendak yang Allah berikan kepadanya.


Bi Mirna sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, keputusan sudah di ambil oleh semua orang, dia hanya mengikuti apapun yang sudah di putuskan.


*****

__ADS_1


Teras rumah Laksmi.


"Laksmi, untuk apa Rizal tadi kesini?" tanya Musa yang sedang mengobrol dengan Laksmi.


"Aku tidak tahu mas, dia tadi baru datang, dan tidak lama kau juga datang, dia belum sempat bicara apa-apa kecuali tentang Anta" jawab Laksmi.


"Anta? siapa Anta?" Musa heran.


"Ini"


Laksmi menunjuk ke arah kucing kecil yang ada di bawah meja.


Miaww..


Musa tersenyum dan menggendong kucing itu.


"Apakah ini pemberian Rizal?"


"Iya mas,"


"Hmm, lucu sekali, seperti Rizal, pantas kau menyukainya" Musa sedikit cemburu.


"Apa?" Laksmi mengeryitkan dahinya.


"Iya, kucing ini lucu seperti Rizal"


"Mas?"


Musa tersenyum puas sudah bisa mengejek Rizal.


"Astagfirullah, maafkan aku ya Rizal" gumam Musa.


Laksmi tersenyum dan mengambil Anta dari tangan Musa.


Musa berpamitan dan akan segera memberi kabar baik ini kepada keluarganya.


*****


Rumah Musa.


"Assalamualaikum"


"Duduk dulu bu, Musa lelah"


Musa duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya.


Bu Fatma ikut duduk dan masih menantikan jawaban Musa.


"Ibu kenapa?" Musa melirik ibunya dengan heran.


"Menunggu jawabanmu"


"Ya Allah ibu, aku pikir kenapa"


"Sudah cepat katakan apa jawaban mereka?" bu Fatma semakin penasaran.


"Siapkan saja pernikahan kami bu, tapi jangan berlebihan" jawab Musa.


"Itu artinya, mereka setuju?"


Musa mengangguk.


"Alhamdulillah" bu Fatma memeluk dan mencium Musa.


Mayra dan ustadz Fadlan tersenyum mendengar obrolan mereka, dan memberi selamat.


*****


Pernikahan akan di gelar dua minggu lagi, semua orang sudah mulai sibuk mempersiapkan acara pernikahan, begitu juga Adam dan kedua orang tuanya, mereka ikut sibuk dalam hal menggembirakan itu.


"Dam, kapan kau akan menyusul?" tanya Mayra sambil menyerahkan teh kepada Adam.


"Maksudnya?" tanya Adam.


"Apa kau tidak ingin menikah?"

__ADS_1


"Tentu saja ingin, tapi belum ada jodohnya" Adam tersenyum.


"Apakah tidak ada wanita lain di hatimu saat ini?"


Adam kembali tersenyum mendengar ucapan Mayra.


"Tidak Mayra, aku masih ingin melanjutkan kuliahku di Kairo, setelah acara ini, aku akan kembali kesana"


Mendengar jawaban Adam, wajah Mayra yang tadinya ceria kini berubah menjadi masam.


"Oh baiklah" Mayra pergi meninggalkan Adam.


Adam merasa heran dengan tingkah Mayra, tapi dia belum mengerti kalau sebenarnya Mayra menyukainya.


Mayra masuk ke dalam kamarnya dan menangis, tidak sengaja bu Fatma melihat hal itu dan mulai bertanya kepadanya.


"Mayra, kau kenapa?"


"Ibu," Mayra memeluk bu Fatma.


Bu Fatma semakin heran dengan tingkah Mayra.


"Kamu kenapa? apakah ada yang menyakitimu?"


"Bu, aku ingin menikah" jawab Mayra.


Bu Fatma sangat terkejut dengan ucapan Mayra yang tiba-tiba.


"Apa? menikah? kenapa? kamu tidak sedang..." bu Fatma menghentikan kata-katanya.


"Jangan berfikir buruk bu, Mayra masih suci" jawab Mayra, bu Fatma sangat lega mendengarnya.


"Lalu, kenapa tiba-tiba kau ingin menikah?"


"Aku tidak ingin kehilangan Adam"


Bu Fatma semakin terkejut dan berdiri dari tempat duduknya.


"Apa?! apa maksudmu kau menyukai Adam?"


Mayra mengangguk.


"Tidak Mayra, Adam itu masih saudara kita, kau tidak bisa menikah dengannya"


"Kenapa tidak bu? Bukannya sepupu boleh untuk saling menikah?"


"Tidak, ibu tidak mengizinkan"


Bu Fatma pergi meninggalkan Mayra yang masih terlihat bingung.


*****


Kau tidak bisa menikah dengan Adam, Mayra. Karena ada rahasia di balik semua ini. Ucap bu Fatma didalam hatinya.


Bu Fatma kembali mengerjakan pekerjaannya, ustadz Fadlan heran melihat istrinya melamun.


"Bu, kau kenapa?"


"Tidak apa-apa"


Bu Fatma meninggalkan ustadz Fadlan.


Kenapa dengan istriku?


apa ada yang dia sembunyikan?


Musa sangat gembira menyambut pernikahannya yang akan segera dilaksanakan tidak lama lagi.


Sudah beberapa hari Musa dan Laksmi tidak boleh bertemu karena tradisi yang ada, Musa merasa rindu dan ingin menelponnya, saat Musa mengeluarkan ponselnya, tiba-tiba Adam merebutnya.


"Kau tidak boleh menelepon Laksmi mas, kau sedang di pingit" ucap Adam.


"Hah Adam, sebentar saja"


"Tidak boleh"

__ADS_1


Adam berlari menyembunyikan ponsel Musa, Musa mengejarnya, kini mereka terlihat seperti zaman masih kanak-kanak dulu, yang selalu bermain kejar-kejaran.


__ADS_2