Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 57


__ADS_3

Keadaan Rayya sudah semakin membaik, Adam menjemput Rayya dari rumah sakit dan membawanya pulang.


Dalam perjalanan mereka berbincang sangat akrab, Rayya terlihat bahagia karena dia akan kembali ke rumah.


Tidak lama, Adam dan Rayya sudah sampai di rumah kakak Rayya, mereka sudah mengenal Adam dengan baik, bahkan mereka sudah saling mengenal sejak Rayya di rawat di rumah sakit.


"Terima kasih Dam, kau sudah mau menjemput Rayya" ucap Rozi, kakak Rayya.


"Sama-sama mas, aku senang bisa membantu Rayya" jawab Adam.


"Oh iya mas, aku juga ingin mengantarkan ini untukmu dan kak Vera" Adam memberikan sepucuk surat undangan.


"Undangan pernikahan? apa kau akan menikah?" tanya kak Rozi.


Adam hanya tersenyum mendengar perkataan kak Rozi, disisi lain Rayya yang mendengar hal itu tampak kecewa, ketika tahu Adam memberi undangan kepada kakaknya.


Setelah kau kembali ke rumahmu, cepat sekali kau menemukan jodohmu Dam.


Rayya terus menatap Adam dan Rozi sedang berbincang, Rozi tampak senang setelah mendapat undangan itu, dia bahkan tertawa lepas bersama Adam.


Kak Rozi kenapa bahagia begitu mendengar Adam akan menikah, apakah kakak tidak berfikir tentangku, padahal aku sudah memberitahumu kalau aku menyukai Adam.


Tiba-tiba.


"Hei Rayya, kenapa kau berdiri disini, lihat tehnya, sebentar lagi dingin" ucap kak Vera yang tiba-tiba datang dan menyadarkan Rayya dari lamunannya.


"Ah iya kak, aku lupa, tapi..." Rayya menghentikan kata-katanya.


Vera mengeryitkan dahinya seperti heran melihat Rayya yang biasanya selalu ceria tiba-tiba menjadi murung.


"Kakak saja yang menyajikan tehnya" Rayya memberikan nampan itu dan berlari menuju kamarnya.


"Hm, ada apa dengan gadis itu?" Vera geleng-geleng kepala.


Vera menuju ruang tamu dan menyajikan teh dan beberapa makanan kecil kepada Adam dan Rozi, dia melihat undangan yang di pegang suaminya dan mengambilnya.


"Wah, Adam mau menikah ya?" Vera membuka undangan itu.


Adam dan Rozi saling menatap dan kemudian tertawa bersama.


"Bukan kak, itu undangan adikku, Mayra. Seminggu lagi dia akan menikah, aku harap kak Vera dan Rozi akan datang" ucap Adam.


"Oalah, aku fikir kamu yang mau menikah" Vera ikut tertawa.


Jadi ini yang membuat Rayya murung, aku akan mengerjainya hihi.


"Baiklah kak, aku harus pamit, banyak pekerjaan dirumah" ucap Adam.


"Baik Dam, hati-hati ya, sekali lagi terima kasih sudah mengantar Rayya pulang" ucap Rozi.


"Iya sama-sama kak, Oh iya dimana Rayya?" tanya Adam dengan matanya mencari keberadaan Rayya.


"Dia sedang istirahat, mau kakak panggilkan?" tanya kak Vera.

__ADS_1


"Oh tidak usah kak, sampaikan saja salamku, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Adam masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya kembali kerumah.


*****


Rumah Musa.


"Persiapannya harus sangat baik, jangan sampai kurang apapun" ucap bu Fatma kepada semua petugas dari WO.


"Iya bu," jawab mereka serentak.


"Bu, istirahat dulu, jangan terlalu sibuk" Laksmi mendekati bu Fatma.


"Justru kamu yang harus istirahat, jaga baik-baik cucu ibu" jawab bu Fatma sambil mengusap perut Laksmi.


"Iya bu, tenang saja"


Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sementara Mayra hanya duduk terdiam karena dia tidak boleh mengerjakan apapun selama persiapan pernikahan.


"Hei, kenapa melamun?" Adam datang dan mengejutkan Mayra.


"Hah, mas Adam, aku bosan, ayo ajak aku jalan-jalan"


"Ayo!"


Adam menarik tangan Mayra dan berjalan mondar mandir kedepan, kebelakang, ke halaman, bahkan keseluruh isi rumah.


"Kau bilang ingin jalan-jalan, ini kita sedang jalan-jalan" Adam tersenyum.


"Ah, menyebalkan, sudahlah!" Mayra kembali duduk di sofa dan menatap orang-orang yang sedang bekerja.


Adam hanya tersenyum melihat Mayra yang cantik bila sedang marah.


*****


Seminggu kemudian, acara pernikahan Mayra dan Rizal akan di gelar, Mayra terlihat cantik dengan gaun putih dan hijabnya yang modern.


Jantungnya berdetak dengan cepat seperti akan meledak.


"Jangan khawatir, setelah prosesnya selesai, kau pasti akan merasa bahagia" Laksmi datang dan memegang bahu Mayra.


"Mba, apakah mba merasakan hal ini saat akan menikah waktu itu?" tanya Mayra.


"Tentu saja, semua wanita pasti mengalami hal sama Mayra, jadi kau jangan khawatir".


Mayra mengehembuskan nafas panjang dan mengeluarkannya dengan pelan.


Tidak lama, seseorang masuk kedalam kamar Mayra dan memberitahu kalau Rizal sudah datang, Mayra semakin gugup dia takut kalau-kalau Rizal salah menyebutkan namanya.


"Aku keluar dulu ya, kau tetap disini, jangan terlalu khawatir"

__ADS_1


Laksmi keluar dari kamar Mayra dan turun menyambut keluarga mempelai, disana Laksmi bertemu Zahra, temannya saat di pesantren, yang tidak lain adalah adik dari Rizal.


Mereka saling melepas rindu, dan berbincang bersama.


Tidak lama, pak penghulu datang, tandanya ijab kabul akan segera dimulai, Laksmi dan Zahra menjemput Mayra di kamarnya dan membawanya turun ke lokasi ijab kabul.


Rizal sangat terpesona melihat Mayra yang sangat cantik, dia tidak berhenti memandang, Mayra yang mengetahui hal itu tertunduk malu.


"Baiklah, kita akan mulai ijab kabulnya" ucap pak penghulu.


Rentetan acara segera dimulai, mulai dari pembacaan ayat suci sampai akhirnya tiba di acara inti, Rizal mengucapkan ijab kabul dengan lantang.


"Saya terima nikahnya Mayra anastasia binti ustadz Fadlan, dengan mas kamin tersebut"


"Bagaimana, sah?"


"Saaahhh...."


"Alhamdulillah"


Semua orang menadahkan tangan dan berdoa untuk kedua mempelai, Mayra mencium tangan Rizal, dan mereka meminta restu dari seluruh anggota keluarga serta para tamu yang hadir.


Mayra terharu dan air matanya tak tertahankan, Mayra menangis di pelukan ayah dan ibunya, begitu juga bu Fatma dan ustadz Fadlan.


"Semoga bahagia Mayra, jadilah istri yang baik untuk Rizal"


Kini giliran Mayra meminta restu kepada Musa dan Laksmi.


"Semoga bahagia Mayra" ucap Musa sambil memeluk adiknya, begitu juga dengan Laksmi.


"Rizal, jaga adikku baik-baik, jangan sampai kau menyakitinya" ucap Musa kepada Rizal.


"Insya Allah, aku akan selalu membahagiakannya mas, kalau aku berbuat jahat kepadanya, mas Musa dan mas Adam bisa melakukan apa saja terhadapku" Rizal tersenyum.


Musa dan Adam memeluk adik iparnya itu.


Setelah proses yang cukup melelahkan, akhirnya acara resepsi dimulai, Mayra sudah berganti pakaian dan duduk bersanding bersama di pelaminan, mereka terlihat bahagia.


"Jadi ingat pernikahan kita ya?" ucap Musa sambil memegang pinggang Laksmi.


"Hah, mas ini"


"Ehm.." Adam datang dan mengganggu suasana romantis mereka.


"Tuh kan Adam datang" Laksmi melepas tangan Musa.


"Tidak apa-apa, jangan sungkan" ucap Adam.


"Ih, mau apa kamu kesini? Oh iya apakah Raya belum datang?" tanya Musa.


"Belum, aku sudah meneleponnya tapi tidak di angkat" jawab Adam.


"Mungkin mereka masih sibuk" timpa Laksmi.

__ADS_1


Tamu undangan mulai berdatangan, acara semakin meriah, membuat Mayra dan Rizal tampak kelelahan menerima ucapan selamat dari semuanya.


__ADS_2