Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 47


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu.


Hari bahagia yang di nantikan Musa dan Laksmi akhirnya tiba, mereka bersiap menuju lokasi ijab kabul.


Laksmi kali ini memakai gaun biru muda dengan corak bunga-bunga yang begitu indah, membuat dia semakin cantik dan anggun.


Laksmi sudah menunggu di kamar rias yang ada di gedung tempat mereka akan mengucap janji suci pernikahan, Laksmi terlihat gelisah menunggu Musa yang belum datang, dia takut kejadian itu akan terulang lagi.


*****


Rumah Musa.


"Musa, kamu sudah siap?" tanya bu Fatma.


"Sudah bu, bu Musa deg-degan sekali, padahal ini bukan pertama kalinya Musa menikah"


"Tenangkan dirimu Musa, berdoalah supaya pernikahan kalian lancar"


"Aamiin"


Tiba-tiba ustadz Fadlan menemui mereka.


"Sudah siap semuanya, ini sudah terlambat lho" ucap ustadz Fadlan.


"Sudah yah, ayo Musa" ucap bu Fatma.


Musa dan keluarga berangkat menuju gedung pernikahan, Adam dan kedua orang tuanya ikut mengiring menggunakan mobil mereka.


Dalam perjalanan, Musa tidak henti-hentinya berdoa, dia tidak ingin kejadian saat itu akan terulang lagi.


*****


Tiga puluh menit kemudian, mereka sampai di gedung pernikahan.


Musa turun dari dari mobilnya menuju tempat ijab kabul.


Laksmi yang sedari tadi menunggu dengan gelisah, akhirnya bisa bernafas lega saat mendengar kabar kalau Musa sudah sampai.


Tanpa menunggu lama, acara segera di mulai, Musa mulai mengucapkan ijab kabul.


"Saya terima nikahnya, Laksmi larasati binti almarhum haji Fadilah, dengan mas kawin tersebut, tunai"


"Bagaimana bapak ibu saksi, sah?"


"Sah" jawab para saksi pernikahan di sertai dengan para undangan yang hadir.


"Alhamdulillah"


Akhirnya Laksmi dan Musa resmi menjadi suami istri, Mayra yang masih terlihat sedih, menatap mereka.


"Kau kenapa May?" ucap Adam.


"Ahh, tidak, aku tidak apa-apa" Mayra tersenyum.


"Hmm, dua hari lagi aku akan kembali ke Kairo, aku harap kamu dapat menjadi ipar yang baik untuk Laksmi, dan jangan pernah berubah lagi" Adam tersenyum


Mendengar kata-kata Adam, Mayra semakin sedih, dia memeluk Adam tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya.


"Jangan pergi Dam, tetaplah disini, aku mencintaimu" ucap Mayra.


Adam sangat terkejut mendengar pengakuan Mayra, Adam segera melepas pelukan Mayra dan menatapnya tajam.


"Kau bicara apa May, kita ini saudara sejak kecil" ucap Adam.

__ADS_1


"Apa salahnya jika seorang sepupu mencintai sepupunya sendiri" jawab Mayra.


Adam menggelengkan kepala dan pergi meninggalkan Mayra, Mayra menatap kepergian Adam sambil berlinang air mata.


"Mayra, apa yang kamu lakukan" tiba-tiba bu Fatma datang.


"Ibu, kenapa ibu disini, bukankah seharusnya ibu mendampingi mas Musa dan mba Laksmi?"


"Bagaimana ibu mendampingi mereka, saat ibu melihatmu mendekati Adam?" jawab bu Fatma sedikit berbisik.


"Memangnya kenapa sih bu? Mayra tidak mengerti, jelaskan pada Mayra bu?"


"Ah, sudahlah, untuk saat ini ibu tidak bisa menceritakannya" bu Fatma pergi meninggalkan Mayra.


Mayra berjalan-jalan menyusuri semua tempat yang ada di gedung itu, tanpa sengaja dia mendengar ayah dan ibu Adam sedang bicara.


"Pak, kapan kita akan mencarikan jodoh untuk Adam?" ucap ibu Adam.


"Sabar bu, kita harus benar-benar mencari gadis yang baik untuknya, lagipula, kita tidak bisa memutuskannya sendiri, kita harus minta persetujuan mas Fadlan dan mba Fatma dulu" jawab Ayah Adam.


"Baiklah pak"


Mayra terlihat bingung mendengar ucapan mereka, kenapa mereka harus minta izin dulu untuk menikahkan Adam? begitu yang ada di fikiran Mayra.


*****


Tidak terasa hari sudah sore, tamu undangan sudah mulai berkurang, karena acara yang dilaksanakan di gedung itu memang di batasi waktunya.


Musa dan Laksmi keluar dari gedung dan memasuki mobil yang sudah di hias. Mereka berangkat menuju rumah Musa.


Semua keluarga mengiring mereka dengan mobil lain, begitu juga Adam dan kedua orang tuanya.


Setelah sampai di rumah, Adam berpamitan, tidak hanya akan pulang, tetapi Adam juga berpamitan karena dua hari lagi dia akan kembali k Kairo.


"Hati-hati ya Dam, terima kasih sudah membantu pernikahanku" ucap Musa sambil memeluk Adam.


"Iya, sama-sama Mas, cepat punya momongan ya, supaya Ilyaa cepat punya adik" Adam sedikit menggoda Musa.


"Ahh, kau bisa saja"


"Hihi, baiklah mas, aku pamit"


"Baik, hati-hatilah, dan cepat kembali"


Adam masuk kedalam mobilnya dan segera pulang kerumah.


***Cast Adam***



***Cast Laksmi***



Sementara di kamarnya, Mayra merasa sedih, tiba-tiba dia mengingat obrolan ayah dan ibu Adam saat di gedung pernikahan.


Mayra keluar dari kamarnya dan mencoba bertanya kepada ayah dan ibunya.


"Bu, Mayra mau bicara" ucap Mayra yang ikut duduk di sofa dimana ayah dan ibunya berada.


"Bicaralah nak, ada apa?"


"Tapi sebelum aku bertanya maukah ayah dan ibu berjanji akan menjawab dengan jujur?"

__ADS_1


Ustadz Fadlan dan bu Fatma saling melirik satu sama lain.


"Hmm, memang apa yang mau kau tanyakan sayang?" tanya bu Fatma.


"Kemarin aku mendengar obrolan paman dan bibi, dan saat itu..." Mayra melanjutkan ceritanya.


*****


"Bagaimana bu? siapa sebenarnya Adam?"


"Hmm.." bu Fatma dan ustadz Fadlan terlihat gugup.


Tiba-tiba


Musa dan Laksmi muncul dari dapur dan menghampiri mereka.


"Ayah, ibu, mari makan malam bersama, hari ini kita akan makan masakan menantu kalian" ucap Musa.


"Oh iya, ayo kebetulan ayah sudah lapar" ustadz Fadlan mencoba mengalihkan pembicaraan.


Mereka pergi ke ruang makan, kecuali Mayra yang masih penasaran karena pertanyaannya belum di jawab.


Mereka makan dengan lahap, setelah makan malam, mereka pergi ke kamar masing-masing karena hari ini sangat melelahkan.


"Kalau mereka tidak mau menjawab, aku akan mencari tahu sendiri" gumam Mayra yang sudah berbaring di tempat tidurnya.


Esoknya.


Kring.. kring..


Ponsel Laksmi berdering, Laksmi melihat layar ponselnya, terlihat panggilan suara dari Rizal.


"Mau apa dia menelpon ku sepagi ini" gumam Laksmi.


"Siapa?" tanya Musa yang masih berbaring di tempat tidur.


"Dari Rizal mas, apa aku harus menjawabnya?"


"Jawab saja, bukankah kita harus tetap menjalin silaturahmi?" Musa balik bertanya.


"Kamu benar mas, baiklah"


Laksmi menjawab telepon itu.


"Assalamualaikum Zal"


waalaikumsalam, apakah aku mengganggu?


"Tidak, ada apa?"


aku hanya mau mengucapkan selamat atas pernikahan kalian, maaf kemarin aku tidak datang, kalau boleh, aku akan datang hari ini.


Laksmi melirik ke arah Musa, Musa dapat mendengar percakapan itu karena speker ponsel Laksmi di aktifkan.


Melihat Laksmi yang bertanya-tanya, Musa menganggukan kepalanya.


"Baiklah Zal, kau boleh datang kesini, kami akan menunggumu"


baik, terima kasih Laksmi


assalamualaikum


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


Laksmi mematikan ponselnya dan meletakkan kembali di atas meja, Laksmi pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, begitu juga Musa.


__ADS_2