Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 43


__ADS_3

Rizal menghentikan motornya di dekat danau, dia terlihat begitu kecewa setelah tahu bahwa tunangan Laksmi yang di maksud bi Mirna adalah Adam.


Dia mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelepon bi Mirna.


"Assalamualaikum bi" ucapnya lewat telepon.


"Waalaikumsalam, Rizal ya? apa kabar sudah lama kamu tidak datang?"


"Iya bi, aku sedang sibuk, oh iya apakah Laksmi sudah pulang?"


"Belum, dia akan pulang terlambat katanya"


"Hmm, baiklah bi, aku sedang di jalan, nanti aku mampir ke rumah bibi"


"Oh iya, boleh-boleh, datanglah, bibi senang mendengarnya"


"Assalamualaikum"


Rizal mengakhiri panggilan itu sebelum bi Mirna menjawab salamnya.


Sementara di rumah Musa.


"Mas, apakah kau sudah ingat sesuatu yang lain?" tanya Laksmi kepada Musa.


"Soal apa?" jawab Musa dengan tatapan masih tertuju kepada laptopnya.


"Tentang kita" jawab Laksmi pelan.


"Tentang kita apa maksudmu, aku hanya ingat kalau kau adalah tunangan Adam, itu saja" Musa masih melanjutkan pekerjaannya.


"Benarkah? Lalu kenapa tentang perjodohan Mayra dan Rizal kau masih ingat?"


Musa menghentikan pekerjaannya dan menatap Laksmi.


"Entahlah, mungkin karena dia adalah adikku satu-satunya" jawab Musa yang masih terus berpura-pura hilang ingatan.


Laksmi hanya terdiam mendengar jawaban Musa.


**Hai readers, kalian masih setia enggak sih dengan kelanjutan cinta segitiga antara Musa, Laksmi dan Adam?


Maaf kalau ceritanya masih membosankan, karena ini karya pertama author dalam membuat novel dengan cerita yang cukup panjang,


Kali ini, author mau kasih visual sosok Musa, yang menurut author mungkin cocok diperankan oleh aktor ganteng Andi Arshil. Karena wajahnya yang terlihat begitu kalem, bikin author ingin jadikan dia sebagai visual.


Maaf kalau author kasih visual di episode yang cukup jauh, karena author masih bingung mencari sosok yang pantas memerankan Musa. Semoga para readers suka ya, dan tetap setia buat nyimak kelanjutan kisah cinta mereka dalam 'CINTA ANAK SANTRI' selamat membaca.😊


**cast**


Musa alfarizi**



Tidak lama kemudian, ibu Musa dan bi Tuti kembali kerumah setelah pergi sejak pagi tadi, mereka pergi ke rumah tetangga sebelah yang akan mengadakan syukuran khitanan.


"Bi, Laksmi pamit ya? sudah sore" ucap Laksmi kepada ibu Musa.


"Sudah hampir maghrib Laksmi, kau disini saja dulu, sholat dan makan malam bersama kami!"


"Tidak usah bi, Laksmi juga harus memeriksa nilai murid-murid Laksmi di pesantren"


"Kalau begitu, biar Musa mengantarmu ya?"


"Tidak usah bi, mas Musa sedang sibuk dengan pekerjaannya, lagipula Laksmi membawa motor"


"Hmm, baiklah, hati-hati di jalan ya?"

__ADS_1


"Iya bi, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Laksmi melajukan motornya dan kembali kerumah.


Saat Laksmi akan masuk kedalam halaman rumahnya, tiba-tiba sebuah motor keluar dari halaman, Laksmi ingat kalau motor itu adalah motor Rizal.


"Untuk apa Rizal kesini?"


Laksmi masuk ke halaman setelah Rizal sudah berlalu, bi Mirna yang masih berada di teras menyambut kedatangan Laksmi dengan banyak pertanyaan.


"Kamu darimana saja? kenapa baru pulang? Rizal menunggumu dari tadi, karena kau tidak datang-datang, dia akhirnya pulang" ucap bi Mirna.


"Aku habis menemui anakku" jawab Laksmi.


"Anakmu? maksudmu Ilyas? sejak kapan dia menjadi anakmu? ingat, kau hanya ibu sambung untuknya, lagi pula kau dan Musa belum menikah" ucap bi Mirna dan berlalu begitu saja.


"Astagfirullah" ucap Laksmi.


Esoknya di kantor Adam.


Dia terlihat cukup sibuk hari ini, dia tidak sadar kalau sudah waktunya makan siang, Dia masih tetap menekan-nekan tombol laptopnya mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Adam menjawab telepon itu tanpa melihat nama pemanggilnya.


"Assalamualaikum" ucap Adam.


"Waalaikumsalam Dam, kamu sedang sibuk tidak?" terdengar suara seorang perempuan.


"Tidak, siapa ini?"


"Kamu tidak kenal suara ku?"


"Astagfirullah, Maafkan aku bi, aku tidak melihat namamu saat menjawab telepon" Adam menghentikan pekerjaannya.


"Iya, tidak apa-apa, oh iya Dam, bibi mau minta tolong, tolong kamu ke rumah bibi ya, dan katakan pada Musa kalau bibi akan pergi ke Palembang!"


"Lho, mendadak sekali bi?"


"Iya, bibi mendapat kabar kalau Mbah Yati sedang sakit, kamu tahu kan mbah Yati?"


"Iya aku tahu bi, dia orang tua angkat bibi kan"


"Iya, oh iya bibi juga tadi menghubungi Musa, tapi ponselnya tidak aktif, karena itu bibi meminta bantuanmu"


"Iya bi, nanti akan aku sampaikan, kapan bibi akan berangkat?"


"Sebentar lagi, ini bibi sudah berada di bandara, paman mu sedang ke toilet sebentar"


"Oh, baiklah bi, hati-hati di jalan"


"Iya Nak, kamu sering-seringlah datang kerumah, supaya Musa tidak kesepian!"


"Insya Allah bi"


"Ya sudah, bibi bersiap dulu ya, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Mereka mengakhiri panggilan.


Adam melihat jam tangannya, tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.15, Adam beranjak dari tempat duduknya dan pergi untuk melaksanakan sholat dzuhur.


Setelah selesai sholat, Adam masuk ke dalam ruangannya dan mengambil kunci mobilnya.

__ADS_1


"Risa, aku akan pergi sebentar, tolong urus segala urusan selagi aku belum kembali"


"Baik tuan," jawab Risa, sekertaris Adam.


Adam melajukan mobilnya menuju rumah Musa untuk menyampaikan pesan dari bi Fatma.


Setelah sampai di rumah Musa, Adam memarkirkan mobilnya di halaman, dia keluar dari dalam mobil.


Tokk.. tokk..


"Assalamualaikum"


Adam mengetuk pintu rumah Musa yang tertutup rapat.


Pintu terbuka, dan nampaklah Mayra, sambil mengucek matanya.


"Eh.. Adam, ayo masuk"


"Mana mas Musa?"


"Ada di ruang kerjanya, mau ku panggilkan?"


"Tidak usah, aku akan kesana"


"Nanti malam aku akan ke pesta ulang tahun temanku, datanglah bersamaku"


Adam menghentikan langkahnya dan berbalik badan melihat Mayra.


"Bagaimana? seharusnya acaranya tadi malam, tapi karena hujan, jadi tertunda"


"Maaf, aku tidak bisa" Adam kembali berjalan menuju ruang kerja Musa.


"Huhh, masih saja sombong"


Adam masuk ke dalam ruang kerja Musa, disana tampak Musa yang sedang membaca berkas di tangannya.


"Mas, kau sibuk sekali sepertinya"


"Eh, Adam, ayo masuk, duduklah!"


Adam duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi Musa.


Adam mulai menyampaikan tujuannya datang ke rumah Musa, Musa mendengarkan dan mengerti.


"Kau datanglah kesini saat pulang kerja, aku akan sangat senang"


"Insya Allah mas, kalau aku tidak ada pekerjaan mendesak, aku akan mampir kesini"


"Baguslah, aku senang mendengarnya"


"Mas, sudah pukul setengah 2, aku harus kembali ke kantor, aku pamit ya"


"Terburu-buru sekali, santailah sebentar, kau kan bos di kantormu, tidak apa kan kalau terlambat"


Adam tersenyum.


"Mas-mas, kalau aku seperti itu, nanti karyawanku akan ikut-ikutan malas haha"


"Haha.. benar-benar, baiklah, hati-hati ya, terima kasih sudah menyampaikan pesan dari ibu"


"Sama-sama mas, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Adam keluar dari ruang kerja Musa, dan Musa mengikutinya dari belakang mengantar Adam sampai kedepan pintu.

__ADS_1


__ADS_2