Cinta Asisten Dingin

Cinta Asisten Dingin
Bab 14 - Misi Nayna


__ADS_3

Darrell tampak terkejut melihat wanita yang ada di depannya, tentunya dirinya mengenal Nayna yang merupakan pengawal pribadi sekaligus sopir Madya.


Darrel dan Nayna pernah bertemu 3 kali saat Madya berkunjung ke kota Berlin.


"Di mana Bibi Madya?"


"Saya sendirian, Tuan."


"Sendirian ke negara ini, ada keperluan apa?"


"Bisakah kita bicara di dalam saja? Saya sangat lelah," ucap Nayna.


"Masuklah!"


Nayna segera masuk lalu duduk.


Darrell pergi ke dapur mengambil minuman kemasan dari lemari es lalu ia berikan kepada Nayna. "Minumlah!"


Nayna membuka tutup botol lalu menengguknya.


Setelah memperhatikan Nayna selesai minum, Darrell kembali bertanya, "Ada keperluan apa ke sini?"


"Ada misi yang harus saya jalani."


"Misi?" Darrell mengernyitkan keningnya.


"Ya, saya harus membujuk seseorang. Dan menurut saya sedikit sulit melakukannya."


"Aku tidak mengerti," ujar Darrell.


"Apa saya boleh tinggal di sini?"


Darrell memijit pelipisnya.


"Uang saya tidak cukup jika harus menginap di hotel, lagian di sini tak sampai seminggu. Apa Tuan Darrell mau menerima saya menumpang di apartemen ini?"


"Bagaimana, ya?"


"Saya yakin Tuan Darrel adalah seorang pria yang baik," ujar Nayna memuji.


"Kamar hanya satu," ucap Darrell.


"Saya bisa tidur di ruang tamu."

__ADS_1


Darrell masih berpikir.


"Tuan, tolonglah. Saya hanya beberapa di sini!" mohon Nayna.


"Baiklah, kamu hanya boleh tinggal di sini selama seminggu," ujar Darrell.


"Baiklah."


-


Malam harinya...


Nayna duduk di meja makan menikmati telur omelette dan segelas jus jeruk.


"Apakah di sini jauh dari minimarket?" tanya Nayna.


"Tidak."


"Apa Tuan bisa menemani saya?"


"Bisa, cepatlah sebentar lagi mereka akan tutup!" Darrell memperhatikan jam dinding menunjukkan pukul 10 malam.


"Tunggu sebentar!" Nayna mengambil tas kecil miliknya di kamar.


Lalu keduanya melangkah ke minimarket terdekat dengan berjalan kaki.


"Aku tidak mau menginjakkan kaki ke negara itu!"


"Kenapa?"


"Aku tidak memiliki keluarga di sana."


"Nona Rissa bukankah masih adik kandung Tuan?"


"Bagiku dia sudah mati."


"Kenapa Tuan berkata begitu?"


Darrell tak menjawab.


"Apa Tuan tahu jika selama ini Nona Rissa selalu kesepian?"


"Aku tidak peduli dengannya lagi."

__ADS_1


"Beruntung saja ada Nona Anaya menjadi temannya," ucap Nayna.


"Aku tidak peduli dia mau berteman dengan siapapun!" Darrell berkata dengan tanpa menatap.


"Kenapa Tuan tidak mau peduli?"


"Apa aku harus memberitahu semuanya?"


"Apa Tuan tidak merasa kasihan pada Nona Rissa ketika ada seorang pria yang tulus menyayanginya tapi Tuan Darrell tak merestuinya?"


"Dia mau menikah dengan siapapun, ku tetap tidak peduli!"


"Bagaimana dia bisa menikah kalau Tuan tidak merestuinya?"


Darrel terdiam.


"Tuan..."


"Cepatlah sedikit atau kamu mau aku tinggal!"


Nayna menggelengkan kepalanya.


Keduanya pun sampai di minimarket, Nayna mencari beberapa produk makanan untuk ia konsumsi selama berada di rumah Darrell.


"Andai Nona Rissa ikut pasti sangat seru," ucapnya.


"Jika kamu bersamanya kalian akan ku usir," ujar Darrel.


"Tuan memang kakak yang aneh!"


"Terserah apa katamu, jika membicarakan tentang dia. Aku juga takkan segan untuk mengusirmu dari rumahku!"


"Baiklah, Tuan!" Nayna memasang senyum semanis mungkin.


Nayna pun membayar tagihan belanjanya lalu menyerahkan kantong kertas kepada Darrell.


"Kenapa kamu memberikannya padaku?"


"Saya ini perempuan tolong bantu, lagian saya juga adalah tamu jadi mohon dihormati," jawab Nayna asal.


Darrell menarik napas.


"Tuan, bersikap baiklah kepada tamu!" Nayna kembali memasang senyum.

__ADS_1


"Jika lebih dari seminggu aku akan menendangmu!"


"Mungkin saya tidak sampai seminggu, itu pun kalau misi berhasil dengan sempurna," ucap Nayna.


__ADS_2