Cinta Asisten Dingin

Cinta Asisten Dingin
Bab 21 - Pernikahan Rissa


__ADS_3

Dua minggu berlalu..


Hari ini acara janji suci pernikahan Rissa dan Biom yang dilaksanakan di ballroom hotel.


Seluruh persiapan telah dilakukan dengan sebaik mungkin.


Biom duduk di depan Darrell yang merupakan wali nikah sang adik.


Kedua pria itu tampak gugup dilihat dari mimik wajahnya.


Biom berkali-kali mengelap keningnya dengan tisu untuk menghilangkan rasa groginya.


Tepat pukul 10 pagi, acara pun dimulai. Darrell dan Biom saling berjabat tangan.


Biom berkata dengan lantang janji pernikahannya.


Ucapan syukur dari para tamu dan saksi pernikahan membuat dirinya mulai tenang, ia melemparkan senyumnya kepada Darrell yang juga telah lega karena telah menikahkan adiknya.


Setelah rangkaian janji suci pernikahan, Rissa dihadirkan. Tampak Astrid dan Intan di sisi kanan dan kirinya.


Rissa memakai gaun pengantin dengan anggun, tak hentinya ia tersenyum. Semua orang yang hadir tampak menahan haru.


Madya dan beberapa keluarga dari Rissa tampak menyeka air matanya, mereka menangis haru karena akhirnya Rissa menikah dan hubungannya dengan Darrell kembali harmonis.


Rissa melangkah perlahan menghampiri suaminya yang berdiri menunggunya dengan gagah.


Biom mengulurkan tangan dan istrinya menyambutnya.


Memegang lembut tangan istrinya, Biom menarik kursi untuk wanita itu.


Rissa kini duduk berdua bersama dengan suaminya. Keduanya menandatangani berkas-berkas pernikahan sebagai bukti jika mereka telah resmi dan sah menjadi suami istri.


Selesai itu, keduanya berdiri lalu memamerkan cincin di jemari masing-masing dihadapan para tamu dan juru foto.


Sepasang pengantin itu begitu bahagia, akhirnya perjuangan mereka untuk jenjang saat ini telah dilalui.


Kedua pengantin kemudian diarahkan ke pelaminan, beberapa keluarga begitu antusias untuk berswafoto.


Tak ketinggalan keluarga Harsya, ia berfoto bersama istri dan putri kecilnya.


Rama dan Alpha beserta para istri juga tak membuang kesempatan itu. Keenamnya begitu gembira, senyum lebar tidak lupa mereka sematkan.


"Apa kamu sekarang bahagia?" bisik Biom di telinga istrinya ketika tidak ada tamu di atas panggung pelaminan.


Rissa melebarkan senyuman dan mengangguk.


Biom pun tersenyum lalu berkata pelan, "Aku senang jika kamu bahagia."


"Terima kasih, sayang."


"Tidak cukup terima kasih," ujar Biom.


"Jadi, kamu mau apa?" tanya Rissa.


"Dirimu," bisik Biom menggoda.


Wajah Rissa mendadak memerah, beruntung riasan mukanya mampu menutupinya.


Biom tertawa kecil melihat Rissa tersenyum lalu mencubit genit pinggang dirinya.


"Jangan membahas hal itu di sini, fokuslah melayani para tamu kita," ucap Rissa.


"Baiklah, istriku. Nanti kita bahas obrolan tadi di kamar," ujar Biom.


"Sayang.." Rissa menegur lembut.


Biom kembali tersenyum.


Kedua sahabatnya Biom, melihat sepasang pengantin itu dari kejauhan seraya menikmati makanan dan minuman yang tersaji di meja.


"Baru hari ini aku melihat wajah Biom begitu cerah dan bahagia," ucap Rama.


"Iya, biasanya wajahnya dingin dan tegang apalagi berdekatan dengan Tuan Muda," ujar Alpha.


"Persis seperti wajahmu yang sangat sangar, tapi jika menyangkut wanita akan luluh," celetuk Rama.


"Wajahmu juga sangat kejam, para pelayan sangat ketakutan apalagi Intan pertama kali melihatmu. Kalau aku wajar, karena seorang pengawal!"

__ADS_1


Rama tertawa kecil mendengar pengakuan sahabatnya, ia lalu berkata, "Ternyata wanita bisa merubah wajah garang dan dingin kita, ya."


"Ya, tepatnya wanita pilihanlah yang mampu mengubah kita," ucap Alpha.


"Benar sekali," timpalnya.


Sementara itu, Darrell sedang mengobrol dengan para keluarganya. Melihat Kayla sendirian karena Astrid sedang bersama dengan suaminya.


Darrell mendekati wanita itu, karena di kantor ia pertama kali kenal dengan orang di perusahaan tersebut adalah Kayla selain Astrid.


"Hai!" sapanya pada perempuan berkulit kuning langsat dengan rambut di cepol.


Wanita itu menoleh lalu melemparkan senyuman, "Hai, juga!"


"Sendirian?" Darrel duduk di sebelah Kayla.


"Tadi ada beberapa teman yang hadir, tapi mereka sudah pulang. Aku mau menunggu Astrid, katanya mau pulang bareng," ujarnya.


"Oh, aku temani 'ya!" Darrell menawarkan diri.


"Boleh!" ucapnya.


Keduanya pun mengobrol sambil menikmati hidangan.


Nayna yang bertugas menjaga keamanan acara, melihat Darrell dan Kayla begitu akrab membuat hatinya sedikit perih.


Nayna hadir di acaranya pernikahan Rissa sebagai karyawan Harsya, ia dan teman-temannya yang lainnya ditugaskan menjaga keamanan.


Nayna memakai seragam kerja jadi tak bisa leluasa untuk mengobrol atau berbincang dengan Darrell lagian juga mereka sekarang menjauh sejak pria itu bekerja di kantor istrinya Alpha.


"Nayna, ternyata kamu di sini. Itu ada tamu VVIP," ucap salah satu temannya yang wanita.


"Oh, iya aku akan ke sana!" Nayna mengikuti langkah temannya.


Astrid lalu menghampiri temannya, "Ayo pulang!"


"Ayo!" Kayla lantas berdiri.


"Kak Darrell, kami mau pulang," ucap Astrid


"Iya, terima kasih sudah hadir dan menyempatkan waktu membantu acara," ujar Darrell.


Kayla pun berpamitan.


Darrell mengangguk mengiyakan, ia membalikkan badannya hendak menyapa tamu yang lainnya. Matanya tak sengaja bertemu dengan Nayna.


Nayna berdiri dan diam, ia menghadap ke arah Darrell meskipun jauh tapi mata keduanya saling bertemu.


Hilir mudik para tamu yang melintas dihadapan mereka, membuat Nayna segera pergi dari pandangan pria itu.


Darrell merasa akhir-akhir ini Nayna menjauhinya.


"Kak Darrell!"


Darrell menoleh, "Alpha!"


"Kakak dipanggil Tuan Muda," ujarnya.


"Saya akan ke sana, terima kasih." Darrell segera menemui Harsya.


-


-


Tepat pukul 7 malam acara berakhir, Rissa dan suaminya menikmati makan malam berdua di kamar. Karena mereka sangat kelelahan.


Seluruh keluarga besar dan tamu juga telah meninggalkan hotel walaupun ada beberapa yang menginap karena jarak rumahnya jauh dan tak mungkin harus pulang malam itu juga.


Biom menyingkirkan rambut istrinya yang menutup wajah di balik telinga.


Rissa tersenyum dengan perhatian kecil dari suaminya.


Biom melanjutkan menyuap makanan ke dalam mulut.


"Sayang, kamu tidak marah 'kan jika liburan kita di tunda?" tanya Rissa.


"Tidak, sayang. Lagian juga aku ada pekerjaan," jawab Biom.

__ADS_1


"Mereka ingin aku segera kembali ke rumah sakit," ucap Rissa.


"Iya, aku mengerti. Setiap hari kita bertemu dan tidur bersama, itu lebih dari cukup. Masalah liburan bisa lain waktu," ujar Biom.


"Harusnya waktu itu....."


"Rissa, jangan bahas yang telah terjadi. Sekarang jalani saja yang ada di depanmu, jadikan kejadian waktu itu menjadi sebuah pelajaran," ucap Biom.


"Aku janji akan mendengar nasehatmu," ujar Rissa.


"Aku senang jika kamu mau menuruti nasehatku," Biom tersenyum.


Rissa mencubit hidung suaminya, "Aku mencintaimu!"


Biom menatap dalam istrinya, "Aku juga."


"Ayo cepat habis makanannya, aku mau ingin segera mandi!" ucap Rissa.


"Kamu sudah tidak sabar, ya?" goda Biom.


"Iya," jawab Rissa cepat.


"Baiklah, aku juga tidak sabar!"


"Aku penasaran Intan dan Anaya memberikan kado apa untukku?"


Biom menghentikan suapannya, ia mengernyitkan keningnya.


"Kenapa, sayang?" tanya Rissa.


"Aku pikir kamu..."


Rissa mengerti maksud ucapan suaminya lalu tersenyum.


"Ya sudah kalau kamu mau membuka kado dari para tamu," ujar Biom pasrah.


"Sayang, kamu ingin kita melakukannya berapa kali?" tanya Rissa menggoda.


Biom tersenyum menyeringai..


***


Jarum jam telah menunjukkan angka 7, sepasang pengantin baru itu masih berada di balik selimut.


Rissa memeluk meletakkan kepalanya di atas dada suaminya.


Biom yang masih terlelap tidur, terus saja diganggu oleh istrinya. Rissa dengan sengaja meraba wajah dan dadanya menggunakan jemarinya.


"Sayang, sampai kapan kita di kamar ini?" tanya Rissa mendongakkan wajahnya menatap suaminya.


"Tidak tahu," jawab Biom dengan mata tertutup.


"Apa kamu tidak lapar?" tanya Rissa lagi.


"Lapar, tapi aku masih mengantuk," jawab Biom lagi.


"Biasanya jam lima pagi di rumah Harsya sudah bangun," ucap Rissa.


"Itu 'kan beda, di sana aku bekerja dengan Tuan Muda. Kalau sekarang aku bekerja untukmu!" Biom berkata masih dengan mata tertutup.


Rissa menepuk lembut dada suaminya, "Kamu pintar cari alasan!"


"Aku mau mandi denganmu," ucap Rissa.


Biom lantas membuka matanya.


"Tapi, tak ada kelanjutannya di sana. Jika mau nanti malam," ujar Rissa.


"Tak masalah," Biom lantas bangkit dan duduk.


"Aku takut kamu khilaf lagi di kamar mandi," ucap Rissa.


"Aku janji," ujarnya.


"Baiklah kalau begitu!"


Biom lantas turun dari ranjang, gegas ia membopong tubuh istrinya membuat wanita itu memekik terkejut.

__ADS_1


Biom membawa tubuh Rissa ke kamar mandi dan keduanya membersihkan diri bersama-sama.


__ADS_2