
Seminggu kemudian....
Harsya mengadakan jamuan kecil sebagai silaturahmi dirinya dengan para asisten pribadinya.
Alpha datang menggandeng tangan putranya yang berusia 4 tahun dan di sampingnya keponakannya Dennis Lim Kyo.
Hana yang awalnya selalu tersenyum mendadak cemberut ketika bocah yang berjalan mendekati kedua orang tuanya.
Harsya memeluk Dennis serta mengecup kepalanya seperti anak sendiri. Ya, Hana takut jika sang ayah lebih menyayangi bocah itu daripadanya.
"Ayah, kenapa mengecup kepalanya? Memangnya dia siapa?" tanya Hana ketus.
"Sayang, Dennis itu anak yang baik dan cerdas. Hanya saja dia tidak seberuntung kamu. Jangan cemburu padanya, kami juga menyayangimu," Harsya mengelus rambut putrinya.
"Tapi, aku tidak suka, Yah."
"Apa yang tidak kamu suka darinya?"
"Semuanya!"
"Coba sebutkan salah satunya?" tanya Harsya.
Hana tak menjawab lalu membuang wajahnya.
Harsya lalu memeluk putrinya. "Senyumlah, Nak. Ayah ingin kamu gembira."
Hana pun tersenyum walau terpaksa membuat Harsya terkekeh.
"Suamiku, ada Kak Darren. Dia ingin berbicara padamu," Anaya mendekati suaminya yang sedang mengobrol dengan putrinya.
Harsya menegakkan tubuhnya lalu mengarahkan pandangannya kepada istrinya, "Aku akan menemuinya, tolong bujuk Hana agar tidak cemburu pada Dennis."
Anaya mengernyitkan keningnya.
"Sayang, kamu bicara dengan Ibu saja 'ya!"
Hana malah semakin cemberut.
"Kamu kenapa?" tanya Anaya lembut.
__ADS_1
"Kenapa Ayah dan Ibu lebih sayang pada Dennis? Aku dan Hanan adalah anak kalian bukan dia!"
"Sayang, Dennis tidak memiliki orang tua lagi. Berbaiklah kepadanya," pinta Anaya.
"Aku tidak mau, Bu. Dia telah merebut orang-orang yang ku sayangi!"
"Memangnya apa yang dia lakukan? Ibu lihat seperti biasa saja," ujar Anaya lembut.
"Adik-adik harusnya bermain denganku, sekarang malah sering bersamanya. Semua Paman aku diambil olehnya!"
Anaya tersenyum.
"Sejak dia hadir, semua diambilnya!"
"Pulangkan saja dia, Bu!"
"Dia akan pulang hari ini, kamu tidak perlu khawatir lagi," ucap Anaya.
"Benarkah, Bu?"
Anaya mengangguk.
-
"Kak Dennis, lain waktu kita main lagi, ya!" ucap Bryan, putranya Biom dan Rissa yang kini berusia 6 tahun.
"Iya, Kak. Suruh Paman Alpha sering-sering ke sini," celoteh Ryder, putra pertama Rama dan Intan yang jaraknya dengan Bryan beberapa bulan saja.
"Nanti aku bilang pada papa dan mama," ujar Alvan, putra Alpha dan Astrid.
"Aku akan kembali ke sini lagi dan bermain dengan kalian," janji Dennis.
"Aku berharap kamu tidak pernah ke sini lagi!" Hana menyahut dengan wajah tak suka.
Dennis hanya tersenyum menatap gadis kecil yang selalu menganggapnya musuh.
"Dennis, ayo!" teriak Alpha memanggil.
"Aku pamit, ya!" Dennis melambaikan tangannya, berbalik arah dan menghampiri Alpha. Hal sama juga dilakukan Alvan.
__ADS_1
Hanan, Bryan dan Ryder lantas berlalu. Sementara Hana masih berdiri sampai Dennis memasuki mobil. Ia ingin memastikan jika bocah laki-laki itu telah menghilang dari pandangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kisah ketiga asistennya Harsya telah berakhir dan bahagia.
Jangan Lupa Mampir ke Karyaku Lainnya...
- Salah Jatuh Cinta
- Calon Istriku Musuhku
- Penculik Hati
- Dijodohkan Dengan Musuh
- Mengejar Cinta si Tampan
- Jangan Mengejarku, Cantik!
- Pesona Ayahku
- Dikejar Cinta Putri Atasan
- Marsha, Milik Bara
- Marry The Star
- Fall in Love From The Sky
- Bisnis, Benci dan Cinta
- Pria Kejam dan Gadis Jujur
- Ibu Pilihan Aku
- Bertahan Walau Terluka
Sampai Jumpa Di Karya Selanjutnya...
__ADS_1
Terima Kasih 🌹