Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
BONUS


__ADS_3

Title : Cinta merusak masa remajaku


Cast : -Levin


-Hana


Levin adalah pria tampan yang menarik hati. Banyak digilai wanita, Levin terkenal dengan sifat badboy nya dan suka bermain jalang.Baginya wanita hanya pemuas hasratnya.


Hani gadis cantik yang tunduk akan cinta ia akan, melakukan apapun demi cintanya.


.


.


.


Seorang gadis duduk di halte bus sembari memainkan ponselnya. Derap langkah yang semakin dekat terdengar di telinganya.


"Boleh aku duduk di sampingmu?" tanya pria itu lembut.


"Tentu saja," ujar Hani netranya tak lepas dari ponsel di tangannya.


"Ekhm," deham pria itu, yang tak di gubris dengan Hana.


"Perkenalkan namaku Levin." Levin memulai pembicaraan sambil menyodorkan tangannya.


Hana menghentikan aktifitasnya. "Namaku Hana." Ia menjawab dan membalas tangan Levin.


"Senang bisa berkenalan denganmu, boleh aku meminta nomor ponselmu?" Tanya levin


"Aku juga, baiklah aku akan memberikannya." Hana memberikan nomor ponselnya pada Levin.


"Terima kasih" ujar Levin.


"Sama-sama, aku pergi duluan bis ku sudah datang," pamit Hana.


"Baiklah, aku akan meneleponmu," Levin berteriak sambil melambaikan tangannya.


"Gadis cantik kau akan menjadi milik 'ku," gumam Levin dengan smirksnya.


***


Drttttt...drttt.... Hana mengambil ponselnya yang bergetar dan mengangkatnya.


"Nomor baru siapa ini?" Tanyanya dalam hati.


"Halo, apa ini Hana aku Levin," ucap Levin.


"Oh Levin, iya aku Hana," jawab Hana.


Sejak saat itu mereka semakin dekat, benih-benih cinta tumbuh diantara mereka, tak ada yang tahu kapan mereka menjalin asmara. Hana merasa nyaman dengan Levin, dan takut kehilangannya.


~Chat message


"Sayang apa hari ini kamu sibuk." Levin.


"Sepertinya tidak, ada apa?" Hana.


"Aku ingin mengajakmu jalan nanti malam, apa kau bisa?" Levin.


"Tentu saja sayang." Hana


"Baiklah kita bertemu di taman alun-alun jam 7." Levin.


"Oke!" Hana.

__ADS_1


****


Hana sibuk memilih pakaian mana yang ia pakai untuk bertemu Levin. Baju-bajunya berserakan di atas kasurnya, seisi lemari sudah di keluarkan olehnya.


"Bajuku begitu banyak, tapi kenapa aku tidak menemukan satu pun baju yang cocok untuk 'ku," gumamnya.


"Aku akan menggunakan yang ini." Hana menemukan pakaian yang pas lalu memakainya.


Hana duduk di meja riasnya, wajahnya di polesi make up natural dengan lipstick berwarna merah muda menambah kecantikannya.


Sementara itu pria duduk di kursi taman, dari grak geriknya ia terlihat sudah lelah menunggu kehadiran seorang yang tak kunjung datang.


"Levin!" Hana berteriak memanggil Levin.


Levin bangkit dari duduknya dan berkata, "Kenapa kau lama sekali, aku sudah lelah menu--" Levin menghentikan ucapanya. "Hana kau begitu cantik malam ini," lanjutnya penuh heran.


"Maaf aku terlambat, aku terjebak macet," kata Hana "Kamu terlalu berlebihan." Memukul pundak Levin.


"Akh aku mengatakannya dengan jujur" ringis Levin.


"Baiklah, ayo kita jalan." Levin mengajak Hana sambil menggandeng tangan Hana.


"Ayo." Hana mengeratkan gandengannya.


"Bagaimana kalau malam ini kamu tidur di apartemenku, aku tinggal sendiri kita bisa bersenang-senang," pinta Levin di tengah kencan mereka.


"Tapi aku takut jika melakukannya." Hana menjelaskan ketakutannya.


"Jika kau tidak mau, kita bisa mengakhiri hubungan ini sekarang,?!" Ancam Levin kasar.


"A-aku tidak ingin kehilanganmu, aku akan melakukan apa yang kau mau, asal kau tidak meninggalkanku," jelas Hani dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tidak akan meninggalkanmu, asal kau ikuti kemauanku. Jadi, kita bisa melakukannya malam ini?" Tanya Levin.


"Iya," jawab Hani tanpa berpikir panjang.


"Ceklek." Levin membuka pintu kamarnya.


"Aku tinggal sendiri di sini, jadi kita bebas," ujarnya.


"Apakah aku tidur satu kamar denganmu?" Tanya Hana.


"Tentu saja, bahkan satu ranjang." Ucap Levin.


Hani meneguk ludahnya kasar. "Ta--tapi aku takut," resah Hana merasa hatinya tidak tenang.


"Tenang sayang aku tidak akan meninggalkanmu." Levin memeluk Hana dengan senyum smirksnya.


Levin melepas pelukannya. Netranya tertuju pada bibir Hana.


"Bibirmu sangat cantik, membuatku ingin memakannya," bisik Levin dengan suara seraknya.


"Aku bahkan bel--" ucapan Hana terpotong, karena Levin langsung menyambar bibirnya, ia membalas ciumannya.


Ia mengangkat Hana ke atas kasurnya tanpa melepas ciumannya. Kaki Hana sempurna menyilang di pinggang levin tangannya melingkar di leher Levin.


Merasa puas dengan bibir Hana, ia beralih ke leher jenjangnya membuat tanda kemerahan di sana, tangannya membuka tautan bra Hana. Tampaklah dua buah benda kenyal milik Hana.


"Ahhh," desahan itu lolos dari mulut Hana, ketika Levin *** dan melumat payudaranya.


Levin membuka rok Hana kini ia telah full naked, Levin memasuk 'kan jarinya kedalam *** Hana.


"Ahhh...Levinhh.." racau Hana menikmati permainan Levin.


Levin menenggelamkan wajahnya di sela-sela paha Hana. Ia menjilati milik Hana.

__ADS_1


"Levinhhh...aku ingin...pipishh..." ujar Hana.


"Keluarkan sayang" ucap Levin dengan suara seraknya.


Cairan bening itu keluar dengan sempurna. Tanpa rasa jijik Levin menjilatnya.


Levin merasa juniornya sudah menegang di sana. "Sayang juniorku sudah ingin di manjakan olehmu." Levin berkata lalu membuka celananya, nampaklah milik Levin yang sudah menegang.


Dengan lihai Hana memainkannya di bawah sana. "Sayanghh...kau sangat pandai...terus lakukan hanaahhh...." Levin terbuai dengan permainan Hana.


Croottt...cairan itu keluar dari milik Levin, Hana menjilatnya dengan lahap.


Merasa tak tahan ia mengangkat Hana dan menidurkannya kembali.


Levin membuka bajunya, kini mereka berdua telah full naked. "Tahan sebentar mungkin, ini akan sakit,"jelas Levin.


Hana mengangguk. "Jlebb." Satu kali hentakan junior Levin sudah tertanam sempurna, darah segar mengalir tanda keperawanannya sudah pecah.


"Ahkk... sakit," rintih Hana merasakan nyeri. Levin kembali melumat bibir Hana untuk mengurangi rasa sakitnya.


Ia melepas tautannya. "Aku akan memulainya" ujar Levin. Hana mengangguk. Levin menggoyangkan pinggulnya dari tempo lambat dan semakin cepat.


"Ahh..ahhh...ahh," racau Hani sembari menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan.


"Call me baby," pinta Levin.


"Levinn ahhh...levhhh...inhh..." desah Hana.


Crottt...Hana merasakan kehangatan ketika Levin menumpahkan cairan kental kedalam rahimnya. Mereka berdua klimaks, Levin ambruk di samping Hana.


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu." Levin mengigit telinga Hana.


"Ahh Levin, aku juga mencintaimu," sahut Hana.


"Dasar gadis bodoh, kau hanya ku jadikan pemuas nafsuku," batin Levin.


Setelah melakukan hubungan itu . Hana merasa tubuhnya kurang vit, bahkan ia terkadang sensitif dengan bau makanan yang menyebabkannya mual-mual. Temannya menyuruhnya periksa di dokter.


"Hana, sebaiknya kamu periksa di dokter kondisimu sedang tidak baik," saran Arin.


"Baiklah aku akan kedokter nanti." Hana menyetujui saran Arin.


****


"Apa keluhan mu nona?" Tanya dokter.


"Aku merasa lemas dok dan biasanya mual-mual," jelas Hana.


"Naik keranjang, aku akan memeriksamu,"kata dokter.


Hana naik ke ranjang dan melakukan pemeriksaan. Jantungnya brdegup kencang, hatinya was-was, pikirannya tidak tenang.


"Apa aku hamil?" Batinnya saat menjalani pemeriksan.


Dokter sudah melakukan pemeriksaan. "Selamat nona anda hamil 2 minggu," kata dokter.


Deg.... Jantungnya serasa berhenti, masa remajanya hancur.


"Terima kaskih dok," ujarnya dengan senyum kecutnya.


Setelah kejadian itu, ia mencoba menghubungi Levin, tetapi nomornya tidak aktif. Kemudian ia pergi ke apartemen Levin, tidak ada orang di sana. Keberuntungan tidak berpihak kepadanya Levin sudah pergi meninggalkannya.


Levin menghilang entah kemana.


Di masa remajanya Hana harus mengandung bayi di dalam perutnya, bayi yang ayahnya entah kemana. Dunianya hancur, dirinya kotor dan hina.Menyesal pun sudah tidak ada gunanya, semua sudah terlambat, akibat kebodohannya dalam mencintai seseorang.

__ADS_1


~Tamat:)


#ini buat pelajaran bagi kalian yang pacaran


__ADS_2