Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Shock


__ADS_3

Peri Bilqis terus berjalan tanpa tujuan yang jelas.


Dia hanya ingin segera menjauh dari kamar tau yang ia kira ada peri Bulan di dalamnya.


"Kemana lagi aku harus cari peri Bulan, di dalam kamar itu tidak ada peri Bulan, aku harus kemana ini, apa iya aku kembali ke alam kegelapan dengan tangan kosong seperti ini"


"Aku tidak mau, aku harus kembali bersama peri Bulan, tapi kenapa keberadaan peri Bulan susah sekali untuk ku temukan, Toba-toba bilang peri Bulan ada di dalam kamar yang di depannya terdapat patung dewa Ganesha, tapi kenapa saat aku nemuin kamar itu peri Bulannya malah tidak ada"


Kesal peri Bilqis yang tidak menemukan keberadaan peri Bulan.


"Aku harus kemana ini, tak mungkin aku muter-muter di sini tanpa tujuan seperti ini"


Bingung peri Bilqis yang hanya bisa berputar-putar saja.


"Aku harus temuin peri Bulan, tapi bagaimana caranya, aku tidak tau peri Bulan ada di kamar yang nama"


Peri Bilqis mulai geram karena tidak dapat menemukan peri Bulan yang ia cari-cari.


"Arrrrgghh"


Teriak peri Bilqis frustasi ketika semuanya gagal total.


"Tak ada pilihan lain, aku harus kembali ke alam kegelapan, biarkan Toba-toba saja yang mencari keberadaan peri Bulan kembali, aku tidak mau mencarinya lagi"


Peri Bilqis berjalan keluar dari dalam istana ini dengan tangan kosong.


"Dayang"


Panggil seseorang yang membuat emosi peri Bilqis kembali meningkat.


Peri Bilqis mengembuskan napas lalu berbalik badan menghadap ke belakang.


"Iya"


Dengan sehalus mungkin peri Bilqis bertanya pada ratu.


"Tolong antarkan makanan ini ke kamar pangeran Aksara"


"Baik"


Peri Bilqis berjalan membawa nampan yang berisikan roti dan susu, ia mencari keberadaan kamar pangeran Aksara.


"Akkkh lama-lama berada di sini aku akan berubah menjadi babu benaran, aku tidak mau berada di sini, aku mau keluar dari sini, aku akan ubah rencana ku, aku tidak betah berada di sini lebih lama lagi"


"Tidak dayang, tidak ratu sama saja, sama-sama membuat ku tak berdaya, sungguh aku nyesel menyamar menjadi dayang, lain kali aku tidak mau menjadi dayang lagi, kalau aku tau menjadi dayang akan membuat ku tertekan seperti ini, aku pasti tidak akan mau"


Kesal peri Bilqis yang terus menerus di suruh-suruh ini itu sejak tadi dan itu semua berhasil membuat rencananya sedikit terjeda.

__ADS_1


"Aku harus antarkan makanan ini pada pangeran itu, baru kembali ke alam kegelapan, aku sudah tidak betah berada di sini lebih lama lagi"


Peri Bilqis terus berjalan tanpa arah ia tiba-tiba menghentikan langkannya.


"Tapi di mana kamar pangeran Aksara itu, aku tidak tau menahu tentang kamar itu?"


"Aku harus nanya sama siapa?"


Peri Bilqis melihat ke kanan dan kiri, tiba-tiba pandangan jatuh pada seseorang.


"Dayang itu sepertinya bisa membantu ku, aku harus tanya padanya"


Peri Bilqis mendekati dayang itu.


"Dayang di mana kamar pangeran Aksara?"


"Itu, itu kamar pangeran Aksara"


Tunjuk dayang itu pada kamar yang berada tak jauh dari posisi peri Bilqis berdiri.


"Terima kasih dayang"


"Sama-sama"


Peri Bilqis berjalan mendekati kamar itu.


"Itu peri Bulan"


Terkejut peri Bilqis setengah tidak yakin saat melihat seorang gadis yang tengah tertidur pulas di dalam kamar ini.


"Itu benaran apa bukan?"


"Aku harus cek"


Peri Bilqis masuk ke dalam kamar pangeran Aksara dan mendekati gadis itu yang tertidur dengan pulasnya, ia mengecek apakah benar itu peri Bulan atau tidak.


"Iya, ini beneran peri Bulan, akhirnya aku bisa nemuin dia juga setelah sekian lama aku mencarinya"


Senang peri Bilqis ketika melihat peri Bulan, orang yang sudah ia cari-carinya sejak tadi akhirnya dapat ia temukan juga.


"Untung aku masuk ke dalam kamar ini, kalau tidak, aku tidak akan bisa nemuin dia dan pastinya aku akan kembali ke dalam alam kegelapan dengan tangan kosong"


"Tapi kenapa peri Bulan berada di kamar ini, kata Toba-toba kamar yang di tempati peri Bulan ada patung dewa Ganesha di depannya"


"Apa mungkin Toba-toba bohong pada ku"


"Dia harus ku kasih pelajaran, berani-beraninya dia mempermainkan ku"

__ADS_1


Geram peri Bilqis pada Toba-toba.


Peri Bilqis menatap wajah peri Bulan yang sedang tertidur pulas.


Peri Bilqis meletakkan makanan itu di atas nakas, kemudian ia mengambil segelas air yang berada di dekat nakas, setelah itu ia menjatuhkan air itu tepat ke arah wajah peri Bulan.


Peri Bulan langsung terjaga dari tidurnya ketika di siram air itu.


"Hai peri Bulan, apa kabar mu?"


"Kau"


Terkejut peri Bulan ketika melihat peri Bilqis di kamar ini.


"Iya ini aku, kau tidak salah liat, orang yang ada di depan mu ini beneran aku"


"Kenapa kau bisa berada di sini?"


Shock peri Bulan yang sangat terkejut dengan kedatangan peri Bilqis, orang yang sudah membuatnya jatuh ke bumi.


"Kenapa aku bisa berada di sini, itu semua karena aku ingin menjemput mu, aku ini sebenarnya baik, mangkanya aku rela-relain datang ke sini untuk menjemput mu, kurang baik apa aku pada mu, hanya saja kamu yang terkadang tidak percaya pada ku"


Peri Bulan terdiam, ia merasa ada yang aneh dari peri Bilqis, sungguh peri Bilqis yang ia temui di alam peri nampak berbeda dengan peri Bilqis yang kini ada di hadapannya.


"Kenapa peri Bilqis datang ke sini, apa yang dia inginkan sebenarnya, apa dia memang murni ingin membantu ku ataukah ada maksud tertentu, aku harus waspada, aku tidak boleh percaya gitu aja, dia itu peri jahat, aku harus mewaspadainya" batin peri Bulan yang tidak percaya sama sekali pada peri Bilqis.


"Apa yang kau pikirkan, apa kau tidak percaya pada ku?"


"Iya, aku memang tidak percaya pada mu"


"Katakan apa yang harus aku lakukan agar kau mau percaya pada ku"


Peri Bulan terdiam untuk sesaat, ia memikirkan matang-matang keinginan yang ingin ia minta.


"Kenapa kau diam, cepat katakan saja apa yang sebenernya kau inginkan, biar aku bisa mengabulkannya"


"Aku hanya ingin satu hal"


"Apa itu, cepat katakan?"


"Aku ingin ibunda kemari, bisakah kau membawanya kemari"


Peri Bilqis diam, terpancar raut kemarahan di wajahnya.


"Kenapa diam, apa kau tidak bisa melakukannya?"


Peri Bilqis tetap diam karena permintaan peri Bulan begitu sulit untuk ia kabulkan karena permintaan tersebut akan dapat membuat seluruh rencananya hancur berantakan.

__ADS_1


__ADS_2