Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Penjara bawah tanah


__ADS_3

Sementara itu.


Pangeran Shiwa berjalan keluar dari dalam kerajaan Fanjafan, ia ingin segara kembali ke dalam kerajaan Mataram dan akan menceritakan semua yang ia dengar pada seluruh anggota keluarganya agar mereka tau siapa sebenarnya paman Sam.


Pangeran Shiwa berusaha berjalan dengan hati-hati, ia tidak mau sampai ada orang yang melihat keberadaannya.


Saat pangeran Shiwa hendak menyeberang tiba-tiba ia melihat ada dayang yang akan lewat.


"Gawat, aku harus sembunyi sebelum dia lihat aku"


Pangeran Aksara terpaksa mengurungkan niatnya dan kembali bersembunyi.


Dayang itu berjalan melewati pangeran Shiwa dengan membawa nampan yang berisikan makanan.


"Mau pergi kemana dayang itu, kenapa ke arah sana?"


Penasaran pangeran Shiwa pada datang itu.


"Dayang apa kau melihat pangeran Louis?"


"Tidak ratu, saya tidak melihat pangeran Louis"


"Pergi kemana pangeran Louis, dayang sekarang cepatlah kau cari pangeran Louis"


Perintah ratu dengan kejamnya.


"Tapi ratu, raja meminta ku untuk nganterin makanan ini ke penjara bawah tanah"


Ratu menghela napas mendengar hal itu.


"Ya sudah cepat kau anterin, baru setelah itu cari pangeran Louis"


"Baik ratu"


Setelah itu ratu pergi dari sana, kemudian dayang kembali melanjutkan perjalanan.


"Apa dia mau ke penjara, di penjara itu kan ada paman Sam yang asli"


"Aku harus cari tau paman Sam berada di penjara mana, aku tidak bisa biarkan paman Sam palsu terus menerus berulah, bisa-bisa kerajaan Mataram akan di miliki oleh raja Namrud, aku harus bisa hentikan niat jahat mereka"


"Untuk itu aku harus cari tau paman Sam di kurung di mana, biar nanti aku tidak terlalu kerepotan saat ingin bebasin paman Sam"


Pangeran Shiwa keluar dari tempat persembunyian dan berjalan mengikuti dayang dengan sangat perlahan-perlahan.

__ADS_1


"Aku harus bisa tau paman ku ada di mana, aku harus bisa bebasin dia, lalu tanyakan kenapa dia bisa di kurung oleh raja Namrud"


Dengan sangat hati-hati pangeran Shiwa terus berjalan mengikuti dayang.


Dayang tidak sadar kalau di belakangnya ada Pangean Shiwa yang terus mengikutinya.


"Dayang kau mau kemana?"


Pertanyaan itu di ajukan pada seorang putri di kerajaan Fanjafan yang bernama Putri Utami.


"Saya mau nganterin makanan ini penjara bawah tanah putri"


"Oh begitu, cepat antarkan sana, baru setelah itu pijatkan kaki ku, aku tunggu di dalam kamar"


"Baik putri"


Putri Utami kembali ke dalam kamarnya sedangkan dayang itu kembali melanjutkan perjalanannya untuk mengantarkan makanan itu ke penjara bawah tanah.


"Kenapa putri dan ratu terus menerus menyuruh ku, aku ini juga manusia, kenapa dia tidak bisa bersikap baik seperti layaknya putri-putri di kerajaan dongeng"


Omel dayang yang sudah sangat kesal.


"Aku juga ingin istirahat, aku ini manusia, bukan hantu yang tidak punya rasa lelah, kenapa aku harus terlahir sebagai babu, kenapa tidak menjadi anak raja saja, ah sungguh sialnya nasib ku"


"Ah sudahlah aku tidak mau mikirin hal yang tidak mungkin terjadi, sekarang aku harus antarkan makanan inu baru setelah itu ke kamar putri Utami, sebelum dia marah karena kelamaan, bisa-bisa aku tidak akan di kasih makan"


"Tapi bagaimana dengan pangeran Louis, ratu meminta ku untuk mencarinya"


Dayang memikirkan dua tugas yang di berikan padanya, ia bingung harus milih yang mana.


"Aku tidak mau, pangeran Louis tidak akan kenapa-napa, dia pasti berada di sekitar sini, gak mungkin ke medan peperangan, aku lebih baik ke kamar putri Utami dari pada mencari pangeran Louis"


Dayang terus berjalan menuju penjara bawah tanah.


"Oh jadi Putri Utami itu jahat sehingga para dayang menjadi senggasra, hmm ku rasa sifat putri Utami itu tak jauh dari sifat ayah dan ibunya yang kejam dan tega itu, benar-benar kerajaan kejam, pantas saja meraka terus menerus ingin berusaha merebut kerajaan Mataram, ternyata oh ternyata mereka memang serakah"


Pangeran Shiwa mendengar semua percakapan itu ia sungguh prihatin pada dayang dan prajurit yang derajatnya rendah di bandingkan para anggota kerajaan lainnya sehingga mereka tak tenang berada di kerajaan ini.


"Aku harus ikutin kemana dayang itu pergi, apa benar dia akan mengantarkan makanan itu ke paman Sam atau tidak"


Pangeran Shiwa terus mengikuti dayang itu dari belakang.


Dayang itu masuk ke dalam penjara yang terdapat banyak sekali orang yang sudah di siksa.

__ADS_1


Baru satu langkah pangeran Shiwa masuk ke dalam penjara itu ia sudah dapat mendengar rintihan hati para tawanan yang di siksa.


Mata pangeran Aksara melihat tawaran-tawaran yang sudah bertahun-tahun di kurung di dalam penjara ini.


Mereka sungguh sangat memprihatikan.


"Kasian sekali mereka, sampai segitunya kerajaan Fanjafan menghukum mereka, sungguh hati raja Namrud begitu tega sehingga tak dapat melihat kesengsaraan mereka"


"Terbuat dari apa hatinya itu, kenapa begitu sangat tega sekali, apa dia tidak bisa melihat kesakitan yang mereka rasakan sehingga dia terus menerus menghukum mereka, aku tau mereka bersalah, namun mereka juga manusia, walaupun mereka melakukan kesalahan setidaknya perlakukan mereka layaknya manusia, bukan benda maupun hewan, mereka juga berhak hidup"


Omel pangeran Shiwa yang merasa sangat iba pada tawanan-tawanan itu.


Di tubuh mereka terdapat bekas cambuk yang panjang dan memerah.


Pangeran Shiwa mengusap wajahnya yang panas karena marah tak jelas pada raja Namrud.


"Shiwa kamu ke sini itu untuk mencari paman mu, kau harus tau di mana paman mu di kurung, agar kau mudah untuk ngebebasinnya"


"Ayo kamu harus cari dia, baru setelah itu kembali ke kerajaan, sebelum ada orang yang curiga pada ku"


Pangeran Shiwa masuk ke dalam penjara itu, dayang yang membawa nampan itu terus berjalan.


Pangeran Aksara berjalan dengan menunduk, ia sungguh tidak tega melihat rintihan tawanan yang habis di siksaa hingga separah itu.


Saat ia berjalan tiba-tiba telinganya mendengar sesuatu.


"Pangeran"


Panggilan seseorang yang membuat langkah dayang langsung berhenti.


Dayang langsung berbalik badan dan melihat ke belakang.


"Tidak ada siapapun, kenapa aku mendengar ada yang manggil nama pangeran"


Dayang melihat ke belakangnya, ia mencari-cari pangeran di dalam penjara ini namun tidak ada.


"Di sini gak ada pangeran"


"Apa aku cuman salah dengar saja"


Pikir dayang yang tidak melihat anggota kerajaan satupun, di sini hanya ada tawanan-tawanan yang menangis karena kesakitan.


"Mungkin aku memang salah dengar, aku harus anterin makanan ini ke penjara bawah tahan, baru temui putri Utami sebelum dia marah"

__ADS_1


Dayang kembali berjalan menuju penjara bawah tanah untuk mengantarkan makanan itu.


__ADS_2