
"Aku harus cari dia, aku tidak boleh kehilangan jejaknya karena dia satu-satunya orang yang bisa membawa ku menemukan peri Bulan"
Peri Bilqis kembali berjalan dengan melihat ke kanan dan kirinya, ia mencari-cari keberadaan putri Thalia yang tiba-tiba menghilang begitu saja setelah dayang itu memanggilnya.
"Kemana dia, kenapa hilang seperti di telan bumi, pergi kemana dia, kenapa aku kehilangan jejaknya di saat genting seperti ini"
Geram peri Bilqis yang kalang kabut mencari keberadaan putri Thalia yang sudah tidak ada di sekitarnya.
"Dayang"
"Sial" batin peri Bilqis geram.
Peri Bilqis menghadap pada orang yang sudah memanggilnya.
"Aku menyuruh mu untuk mencari buah-buahan di dalam hutan, kenapa kau malah masih berada di sini"
"Apa yang kau cari, kenapa kau malah diam saja, sekarang cepat pergi ke dalam hutan dan carilah buah-buahan yang banyak lalu bawa ke sini"
Perintah dayang senior yang membuat peri Bilqis yang saat ini tengah menyamar menjadi dayang mengepalkan tangannya.
"Sial, kenapa dia terus nyuruh-nyuruh aku, apa dia tidak tau konsekuensinya mengganggu ku" batin peri Bulan.
"Huft sabar Bilqis, kau harus sabar" batin peri Bilqis berusaha menahan emosinya yang sudah meledak-ledak.
"Tunggu apalagi sekarang pergilah ke dalam hutan, kenapa kau malah diam saja"
"Baik"
Pasrah peri Bilqis yang pada akhirnya keluar juga dari dalam istana ini dengan membawa keranjang buah.
"Sial sekali hari ini, kenapa mereka malah nyuruh-nyuruh aku, apa mereka tidak tau siapa yang mereka suruh sebenarnya"
Geram peri Bilqis pada dayang itu yang sok-sokan berkuasa.
"Kalau aku tidak sedang menyamar, aku tidak akan mau melakukan hal ini"
Dengan terus mengomel peri Bilqis berjalan masuk ke dalam hutan untuk mencari buah-buahan.
Tiba-tiba langkah peri Bilqis terhenti saat matanya melihat sesuatu.
"Itu bukannya para peri, kenapa mereka berjalan kemari, apa mungkin mereka sudah tau kalau peri Bulan berada di dalam istana ini"
"Bahaya ini, jika sampai mereka menemukan peri Bulan, usaha ku pasti akan gagal total, aku harus halau mereka"
Peri Bilqis berusaha berpikir di saat genting seperti ini.
"Cara apa yang harus aku gunakan di keadaan yang urgent seperti ini"
__ADS_1
Panik peri Bilqis yang berusaha mencari ide.
Brukk
Suara orang jatuh membuat lamunan peri Bilqis buyar.
"Aduh sekali sekali"
Pekik Toba-toba jatuh tepat di samping peri Bilqis.
"Toba-toba kenapa kau ada di sini?"
Terkejut peri Bilqis ketika melihat ke datangan Toba-toba.
Toba-toba yang mendengar suara itu langsung bangun.
"Aku ke sini itu untuk membantu mu peri Bilqis, karena tau kau pasti akan kesulitan, mangkanya aku datang ke sini"
"Semoga peri Bilqis tidak marah" batin Toba-toba.
"Bagus, sekarang bantulah aku untuk mengusir para peri yang hendak ke istana itu, ingat jangan biarkan mereka sampai di dalam istana itu apalagi bisa menemukan peri Bulan, aku tidak mau hal itu terjadi"
Toba-toba melihat ke arah pada peri yang mendekatinya
"Baik peri Bilqis, aku akan halau mereka, kau tidak usah khawatir, serahkan masalah ini pada ku"
"Sekarang cepat halau mereka, pastikan jangan sampai mereka masuk ke dalam, ingat itu baik-baik"
Peri Bilqis mengangguk, sebelum ia kembali ke dalam istana itu ia menggunakan kekuatannya untuk membuat keranjang yang mula-mulanya kosong itu penuh dengan buah-buahan.
"Halau mereka, jangan sampai mereka masuk ke dalam"
Perintah peri Bilqis yang tak mau hal itu terjadi.
Toba-toba mengangguk mengerti, peri Bilqis kemudian kembali ke dalam istana dengan terburu-buru karena takut ketahuan.
Setelah masuk ke dalam peri Bilqis menutup pintu dan menguncinya, ia tak mau para peri itu masuk ke dalam kerajaan ini juga.
"Semoga Toba-toba bisa menghalau mereka"
Harapan peri Bilqis yang napasnya naik turun karena berlarian untuk bisa segera sampai di dalam istana ini.
"Kenapa kau kembali, aku menyuruh mu untuk mencari buah-buahan, kenapa kau malah diam di sini bagaikan orang gila"
Dayang senior itu melihat peri Bilqis yang diam di depan pintu.
"Cepat pergi cari buah-buahan di dalam hutan, bukan malah berada di sini, dasar tidak becus"
__ADS_1
Perintah dayang itu yang di buat emosi karena peri Bilqis tak mau melakukan apa yang ia perintahkan.
"Aku sudah mencarinya"
"Mana hasilnya?"
Peri Bilqis memperlihatkan keranjang itu yang sudah penuh dengan buah-buahan.
Dayang itu terkejut melihat ke arah peri Bilqis.
"Kau mendapatkan buah-buahan sebanyak ini dalam waktu yang secepat itu"
Tak percaya dayang itu yang ternganga pada apa yang peri Bilqis tunjukkan.
"Itu hal yang biasa, cepat ambilah, kalau kurang beritahu pada ku, aku akan memberi mu buah-buahan yang lebih banyak lagi, bahkan banyaknya melebihi buah-buahan yang ada di dalam hutan"
Dayang itu ternganga mendengar, ia kemudian mengambil keranjang buah itu dari tangan peri Bilqis.
Peri Bilqis berjalan hendak keluar dari dalam dapur.
"Bagaimana caranya?"
Peri Bilqis menghentikan langkahnya.
"Kau tidak perlu tau"
Setelah mengatakan hal itu peri Bilqis kembali berjalan meninggalkan dayang yang masih diam di tempat itu.
"Hebat sekali dia dapat mengambil buah-buahan dalam waktu hanya beberapa menit saja, sungguh dia satu-satunya dayang yang bisa melakukan ini semua"
Takjub dayang itu pada peri Bilqis.
Peri Bilqis terus berjalan meninggalkan dayang itu yang terus menerus ternganga dengan apa yang ia lihat.
"Kemana putri tadi, pergi kemana dia, aku harus temukan dia, dia pasti ada di sekitar sini"
Peri Bilqis terus berjalan melewati lorong yang sangat panjang itu.
"Sepertinya lorong ini sama seperti lorong yang Toba-toba lewati waktu itu, iya aku ingat betul pada lorong ini"
"Aku harus segera keluar dari sini dan mencari kamar peri Bulan, Toba-toba bilang kamar peri Bulan di depannya ada patung dewa Ganesha, aku harus cari kamar itu, dari pada mencari putri itu lebih baik aku mencari kamar peri Bulan sendiri"
Peri Bilqis mempercepat langkah untuk bisa segera keluar dari dalam lorong panjang itu.
Setelah cukup lama peri Bilqis berjalan akhirnya ia dapat keluar juga dari dalam lorong itu.
Peri Bilqis kini menatap takjub ke arah ruangan yang super megah dan sangat bagus itu.
__ADS_1
"Megah sekali istana ini, pantas saja Toba-toba bilang kalau istana ini lebih megah dari pada istana di alam peri"
Takjub peri Bilqis tak henti-hentinya berdecak kagum karena kerajaan ini benar-benar terlihat sangat indah dan megah apalagi di dinding banyak ukiran-ukiran kuno yang berkesan indah untuk di pandang.