Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Pangeran bhawel


__ADS_3

Seketika tangis peri Bulan langsung pecah saat di tinggal pergi sama peri Bilqis ke alam kegelapan.


"Peri Bilqis aku ingin ikut"


Lirih peri Bulan yang sudah amat tak betah berada di bumi, ia ingin kembali ke alam peri namun hatinya merasa tak yakin pada peri Bilqis.


"Ibunda tolong jemput Bulan, Bulan takut di sini, Bulan ingin kembali"


Tintah peri Bulan dengan memeluk tubuhnya sendiri.


Peri Bulan begitu merindukan alam peri namun untuk ikut kembali ke alam peri bersama peri Bilqis ia merasa tidak yakin.


Alhasil dia meminta waktu untuk berpikir matang-matang jawaban yang akan ia berikan.


Pangeran Aksara kembali masuk ke dalam kamarnya dan mendapati peri Bulan yang menangis.


"Bulan kamu kenapa, kenapa kamu nangis, apa dayang itu yang sudah nyakitin kamu, bilang pada ku, biar aku yang akan urus dia"


Khawatir pangeran Aksara yang melihat itu semua.


"Tidak, aku baik-baik saja, tidak ada yang nyakitin aku"


Peri Bulan menyeka sisa-sisa air matanya.


"Lalu kenapa kau nangis?"


"Aku hanya merindukan keluarga ku"


Pangeran Aksara langsung diam, seketika ia merasa iba pada peri Bulan.


"Nanti aku akan mengantar mu pulang, tapi setelah kita menikah"


"Kau tidak akan bisa nganterin aku pulang, karena rumah ku sangat jauh"


"Sejauh apapun aku pasti akan lalui, karena aku sudah berjanji akan membawa mu pulang ke rumah mu kembali"


Peri Bulan diam, tersematkan kata mustahil jika pangeran Aksara bisa membawanya pulang ke alam peri.


"Kenapa kau diam, apa kau tidak percaya?"


"Aku percaya hanya saja alam tidak akan merestuinya"


Pangeran Aksara mengerutkan alis mendengar jawaban peri Bulan.


"Apa maksud mu?"


"Tidak ada, pergilah dari sini, aku ingin sendiri"


Tintah peri Bulan."Aku tidak mau pergi dari sini"


"Aku mohon tinggalkan aku sendiri, hari ini saja"

__ADS_1


"Tidak bisa, nanti kau lari dari sini"


Peri Bulan hendak kembali berbicara.


"Cukup, kau jangan ngomong lagi, sekarang kau makanlah, masalah keluarga mu, aku pasti akan membawa mu pulang ke sana, kau tidak usah khawatir"


Pangeran Aksara mengambil nampan itu, ia menyuapi peri Bulan.


"Buka mulut mu"


Perintah pangeran Aksara.


"Aku bisa makan sendiri, kau tidak usah repot-repot menyuapi ku"


Tak enak hati peri Bulan.


"Aku minta buka mulut mu, kenapa kau tidak menurut, apa kau mau ku hukum"


Ancam pangeran Aksara agar peri Bulan mau ia suapi.


Peri Bulan mengembuskan napas, terpaksa ia menuruti keinginan pangeran Aksara.


Pangeran Aksara menyuapi peri Bulan yang saat ini keadaannya masih kacau balau.


"Habisin, biar kenyang"


Peri Bulan hanya mengangguk, ia terpaksa memakan roti itu meski ia tidak selera.


Pertanyaan itu membuat pangeran Aksara tertegun.


"Ya jelas karena aku mencintai mu"


"Secepat itu?"


Tak percaya peri Bulan, karena ia baru pertama kali ini melihat pangeran Aksara.


"Bulan, lelaki itu bisa mencintai seorang wanita dalam 10 detik saja, jadi wajar kalau aku langsung jatuh cinta pada mu"


"Tapi pangeran kau tidak tau siapa aku, latar belakang ku, dan segalanya, kau akan menyesal jika pada akhirnya mengetahui segalanya"


"Aku tidak akan menyesal, aku akan terima segala kekurangan mu dan juga kelebihan mu, kau tidak usah khawatir, aku tidak akan pernah meninggalkan mu walaupun dalam keadaan terpuruk sekalipun"


Janji pangeran Aksara dengan nada yang sangat serius.


Mendengar jawaban pangeran Aksara peri Bulan terdiam, ia tak yakin pangeran Aksara akan selalu berada di dekatnya ketika tau kalau dia bukan manusia.


"Dia benar-benar mencintai ku sedangkan orang yang ia cintai bukan manusia, bisakah dia menerima ku ketika dia tau siapa aku sebenarnya" batin peri Bulan merasa tak yakin.


"Bulan kau jangan khawatir aku tidak akan ninggalin kamu ketika sesuatu yang kamu sembunyiin di ketahui oleh semua orang, kamu jangan pernah berpikir hal yang tidak pernah terjadi itu, sekarang fokuslah pada kesembuhan mu, karena setelah kau sembuh aku akan menikahi mu"


Peri Bulan tersenyum paksa, rasanya sesak mendengar kalimat itu dari orang yang tak ia cintai namun keadaan tak bisa membuatnya pergi.

__ADS_1


"Yakinlah kita akan bersama selamanya"


Peri Bulan mengangguk.


"Habiskan susu mu, setelah itu istirahat biar kamu cepat sembuh"


Peri Bulan mengangguk.


"Aku pergi dulu, jangan kemana-mana, tetaplah diam di sini"


"Baik"


Pangeran Aksara keluar dari dalam kamar itu.


Peri Bulan menatap punggung pangeran Aksara.


"Dia mencintai ku, aku dapat melihat dengan jelas betapa besarnya cintanya pada ku, tapi dia tidak tau siapa aku, aku hanya takut ketika ia tau dia akan terluka, bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan"


"Pergi dari sini meninggalkan pangeran Aksara ataukah tetap diam di sini?"


Bingung peri Bulan pada pilihan yang mau ia pilih.


"Aku tidak mau memikirkan itu, aku ingin cepat-cepat sembuh dari sini, baru aku akan putuskan mana pilihan yang mau aku pilih"


"Dari dalam lubuk hati yang terdalam aku ingin kembali ke alam peri namun kalau perginya bersama peri Bilqis, aku merasa tidak yakin sebab dia peri jahat, dia tidak akan rela-relain datang ke sini kalau tidak ada sesuatu yang ingin ia capai, aku merasa ada sesuatu yang telah di rencanakan oleh peri Bilqis, mangkanya dia sampai rela turun ke bumi untuk mencari ku"


Firasat peri Bulan."Tapi kenapa peri Bilqis bisa tau kalau aku ada di sini sedangkan kakak-kakak ku tidak ada yang tau"


Peri Bulan merasa aneh akan hal itu.


"Pasti peri Bilqis sudah mencari tau sebelum-sebelumnya, tak mungkin dia datang ke sini dan langsung nemuin kamar ini"


"Masalahnya apa yang sebenarnya peri Bilqis rencanakan, kenapa dia ingin sekali ngajak aku kembali ke alam peri, ada apa sebenarnya, dan teruntuk peri Lofair itu bagaimana, apa benar alam peri sedang di serang oleh peri Lofair"


Khawatir peri Bulan yang takut sekali alam peri kuasai oleh peri jahat.


"Seperti apa peri Lofair itu, kenapa aku tidak tau, ibunda juga tidak pernah cerita tentangnya"


Penasaran peri Bulan pada rupa peri Lofair.


"Apa dia itu lebih kuat dari pada peri Bilqis atau tidak?"


Peri Bulan semakin penasaran pada peri Lofair.


"Aku harus kembali ke alam peri baru bisa tau seperti apa peri Lofair itu"


"Nanti malam aku akan berusaha untuk keluar dari dalam istana ini, aku akan mencari keberadaan tongkat ku, mudah-mudahan aku bisa nemuin dia dan bisa kembali ke alam peri"


"Iya aku harus bisa kembali ke alam peri sendiri, tak mau bersama peri Bilqis"


"Sekarang aku harus istirahat dulu, biar pangeran bhawel itu tidak ke sini lagi"

__ADS_1


Peri Bulan merebahkan kembali tubuhnya dan mulai memejamkan mata.


__ADS_2