
Di sisi lain.
Toba-toba sampai di alam kegelapan.
"Peri Bilqis, peri Bilqis"
Teriak Toba-toba yang heboh sendiri.
"Kenapa kau kembali ke sini lagi, aku menyuruh mu untuk menghentikan para peri yang hendak turun ke bumi, tapi kau malah kembali ke sini lagi, apa kau tidak mendengar apa yang aku perintahkan hah"
Amuk peri Bilqis saat melihat kedatangan Toba-toba.
"Bukannya seperti itu peri Bilqis, aku ke sini itu untuk memberitahu mu satu hal"
"Apa yang ingin kau beritahu?"
"Gawat peri Bilqis, aku tidak bisa masuk ke dalam istana peri lagi karena para peri sudah memasang perisai dan siapa saja yang menginjak satu tangga saja yang ada di istana itu, dia akan tersetrum, aku sudah menginjaknya, dan benar sejak jika hal itu terjadi"
Dengan kehebohannya Toba-toba menceritakan hal itu pada peri Bilqis.
"APA"
Kaget peri Bilqis saat mendengar cerita Toba-toba.
"Kenapa bisa para peri berinisiatif membuat perisai itu?"
"Aku juga tidak tau peri Bilqis, aku merasa mereka membuat perisai itu agar tidak ada peri jahat yang bisa keluar masuk ke dalam alam peri, bagaimana ini peri Bilqis, aku tidak bisa masuk ke dalam istana itu, beritahu aku bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam tanpa harus tersengat listrik itu, kau menyuruh ku untuk menghentikan para peri itu yang hendak turu ke bumi kan, maka sekarang kau harus tunjukkan bagaimana caranya masuk ke dalam istana peri tanpa tersengat listrik"
Peri Bilqis terdiam, ia masih belum menemukan cara untuk menghancurkan perisai itu.
"Tunggu-tunggu kenapa para peri itu membuat perisai segala, apa mereka sedang waspada pada peri Lofair?"
"Ku rasa memang iya peri Bilqis, tadi malam peri Lofair memang masuk ke dalam istana itu, aku rasa Maharani takut peri Lofair kembali berulah lagi sehingga dia membuat perisai yang kuat agar tidak mudah ada yang bisa menghancurkannya"
"Bahaya ini, kalau sampai perisai itu terus ada, maka kita tidak akan tau apa saja yang terjadi di alam peri, bisa-bisa kita akan ketinggalan berita"
"Itu yang aku takutkan peri Bilqis, kalau di tangga itu masih ada perisainya, aku tidak akan bisa mencari tau peri yang mana yang sudah berkhianat sehingga dia berani sekali membebaskan peri Lofair"
Peri Bilqis mengembuskan napas berat.
__ADS_1
"Nanti aku akan pikirkan cara untuk menghancurkan perisai itu, sekarang kau tunggu saja di sini, aku mau turun ke bumi dulu, aku akan ajak peri Bulan kembali sebelum para peri itu"
"Baiklah aku akan jaga di sini, berhati-hatilah peri Bilqis, di sana banyak sekali manusia, mereka bisa membunuh mu, kalau kau sampai di bunuh, maka gagal semua usaha mu yang berniat menguasai alam peri dan aku tidak akan bisa menjadi perdana menteri jika kau sampai mati"
Peri Bilqis langsung memberikan tatapan tajam pada Toba-toba.
"Jaga mulut mu"
Teriak peri Bilqis dengan di sertai mata melotot tajamnya.
Toba-toba langsung diam saat melihat mata tajam milik peri Bilqis yang begitu menakutkan.
"Aku salah ngomong, haduh kenapa mulut ini jahat sekali"
Pelan Toba-toba dengan memukul pelan mulutnya yang hanya bisa ceplas-ceplos saja.
"Peri Bilqis-
Perkataan Toba-toba terpotong karena peri Bilqis keburu menghilang dari alam kegelapan ini.
"Yah pergi, aku kan masih belum selesai ngomong"
"Sekarang di sini sudah tidak ada peri Bilqis, aku bisa tidur dengan tenang tanpa harus di suruh ini itu olehnya, akhirnya setelah sekian lama aku bisa istirahat"
Senang Toba-toba yang akhirnya bisa mempunyai waktu untuk beristirahat saat tidak ada peri Bilqis.
Saat Toba-toba hendak merebahkan tubuhnya di atas batu yang sangat besar itu tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"Eh di bumi itu kan banyak sekali manusia, bagaimana kalau peri Bilqis ketahuan, bisa-bisa dia akan di bunuh dan aku akan gagal menjadi perdana menteri, tidak, tidak, tidak, itu tidak boleh terjadi, aku harus susul peri Bilqis, aku harus bantuin dia, dia pasti akan kesulitan di sana, aku jamin itu"
Toba-toba kemudian menghilang dari sana untuk menyusul peri Bilqis ke bumi.
Di alam peri.
Semua para peri berkumpul di depan singgasana Maharani sebelum berangkat untuk mencari peri Bulan di bumi.
"Para peri cepatlah turun ke bumi, cari peri Bulan dan bawa dia kembali ke sini, jangan biarkan dia berada di sana lebih lama lagi, ibunda hanya takut dia kenapa-napa"
Perintah Maharani yang masih terus cemas memikirkan peri Bulan, anak bungsunya yang sampai saat ini masih belum di temukan.
__ADS_1
"Baik ibunda, kami akan turun ke bumi, ibunda diam di sini, secepatnya kami akan kembali dengan membawa peri Bulan"
Maharani mengangguk mendengar ucapan peri Matahari, ia berharap peri Bulan kembali hari ini juga.
"Sekarang pergilah, ingat jangan sampai penyamaran kalian di ketahui oleh manusia, karena ibunda takut kalian akan di bunuh oleh manusia itu sama seperti-
Perkataan Maharani berakhir dengan menggantung membuat para peri penasaran.
"Sama seperti apa ibunda?"
Penasaran mereka pada kelanjutannya.
"Tidak ada, cepatlah turun ke bumi dan kembalilah sebelum matahari terbenam"
"Baik ibunda"
Setuju mereka semua dengan perintah Maharani.
Mereka kemudian menghilang dari alam peri ini.
Maharani bernapas lega sebab ia tidak keceplosan bilang pada anak-anaknya kalau dia hampir di bunuh saat manusia yang ada di bumi tau kalau dia bukan manusia.
"Untung aku tidak bilang pada mereka kalau aku pernah tinggal di bumi dan menikah dengan manusia"
Syukur Maharani yang bernapas lega.
"Kalau mereka sampai tau semuanya akan kacau, mereka pasti akan bertanya siapa ayah mereka, kalau mereka sampai nanya hal itu, aku harus jawab apa"
"Aku tidak tau bagaimana kabar pangeran Arya sekarang ini, semenjak kejadian itu, aku tidak pernah lagi turun ke bumi untuk melihatnya, sungguh kejadian itu benar-benar memutus komunikasi di antara kita sampai saat ini"
"Andai orang-orang di bumi tidak setega itu pada ku, mungkin aku akan bahagia tinggal di sana bersama suami ku dan juga anak-anak ku"
Sedih Maharani kala ingat pada kenangan yang tidak tau antara baik atau buruknya.
"Tapi semuanya sudah terjadi, ini memang takdir ku, aku harusus terima, aku tidak boleh sampai biarkan anak-anak ku tau siapa ayah mereka, karena itu demi kebaikan mereka"
Maharani menyeka air matanya yang tiba-tiba keluar ketika teringat kenangan itu.
"Semoga mereka bisa menemukan peri Bulan, aku tidak mau peri Bulan bernasib sama seperti ku dulu"
__ADS_1
Harapan Maharani, ia sungguh sangat takut jika peri Bulan kenapa-napa.