
Pangeran Shiwa benapas lega karena bisa bersembunyi sebelum dayang itu tau jika ia terus mengikutinya sejak tadi.
"Huft untung aku tidak ketahuan"
Lega pangeran Shiwa dengan mengelus dadanya yang naik turun.
"Kalau aku sampai ketahuan, aku pasti akan masuk ke dalam penjara juga, aku tidak mau, aku pasti akan di siksa habis-habisan kalau sampai di tangkap, apalagi raja Namrud sangat dendam pada ayahanda, dia pasti tidak akan ngurung aku melainkan langsung membunuh ku"
Dugaan pangeran Shiwa.
Pangeran Shiwa melihat siapa orang yang memanggilnya di keadaan yang tidak tepat, beruntung ia tidak sampai ketahuan.
"Prajurit, kenapa kalian bisa ada di sini?"
Terkejut pangeran Shiwa saat melihat ada prajurit kerajaan Mataram yang di kurung di dalam penjara ini.
"Kami tak sengaja masuk ke dalam perbatasan dan prajurit kerajaan Fanjafan menangkap dan mengurung kami di sini pangeran, kami ingin keluar pangeran, tolong bantu kami"
Mohon prajurit yang berjumlah 3 orang itu.
"Iya pangeran, tolong bantu kami, kami ingin keluar, kasihan anak istri kami jika kami berada di sini"
"Tolong keluarin kami pangeran"
"Aku akan bantu kalian buat keluar dari sini tapi sebelumnya apakah kalian tau di mana paman Sam di kurung?"
"Paman Sam di kurung di penjara bawah tanah pangeran, pangeran tinggal jalan lurus ke dalam lorong itu, pasti nanti di sana ada paman Sam karena waktu itu kami gak sengaja liat paman Sam yang di seret ke sana"
"Emang dulunya paman Sam tidak di kurung di penjara bawah tanah?"
"Tidak pangeran, cuman baru-baru ini saja paman Sam yang di kurung di penjara bawah tanah, karena paman Sam mengenali kami, raja Namrud takut paman Sam bersekongkol untuk kabur dari sini bersama kami, mangkanya dia di pindahkan ke penjara bawah tanah"
"Hmm gitu, kalau seperti itu aku mau bebasin paman Sam dulu baru kalian"
"Tapi pangeran janji akan bebasin kita juga kan?"
Prajurit itu mematikan, ia hanya takut pangeran Shiwa tidak membebaskan mereka dari neraka dunia itu.
__ADS_1
"Iya, aku akan bebasin kalian, kalian tunggu saja di sini, kalau ada raja Namrud ataupun anggota kerajaan yang masuk ke dalam penjara ini, kalian tinggal teriak saja agar aku bisa lebih waspada"
"Baik pangeran, kami akan melakukannya, cepatlah pangeran bebasin paman Sam sebelum ada prajurit yang masuk ke dalam sini"
"Iya, kalian tunggulah di sini dulu, aku mau ke sana"
"Baik pangeran"
Pangeran Shiwa berjalan terburu-buru ke dalam lorong yang gelap itu, di beberapa lubang yang ada di dinding lorong itu terdapat obor sebagai penerang jalan.
Pangeran Shiwa tidak terlalu merasa kesulitan berkat adanya obor itu.
Ketiga prajurit itu menatap punggung pangeran Shiwa yang berjalan meninggalkan mereka.
"Semoga pangeran Shiwa bisa ngeluarin paman Sam dan kita"
"Iya, semoga pangeran bisa bebasin kita, aku sudah tidak mau berada di sini lagi, di sini bagaikan neraka, sungguh berada di tempat itu tidak pernah terlintas di pikiran ku sejak dulu"
"Iya, aku juga ngerasa seperti itu, tapi yang bisa kita lakukan saat ini hanya nunggu pangeran Shiwa kembali, kita berdoa saja semoga pangeran Shiwa kembali dan bisa bebasin kita"
Pangeran Shiwa berjalan dengan terburu-buru, ia tidak berbelok sedikitpun, karena kata prajurit jalanan menuju penjara bawah tanah hanya lurus tanpa berbelok-belok.
Pangeran Shiwa terus berjalan lurus ke depan, semakin lama lorong itu semakin gelap, karena cahaya dari obor itu tidak begitu terang, apalagi lorong itu begitu sepi, hanya pangeran Shiwa yang berada di sini.
Langkah pangeran Shiwa berhenti saat melihat kalau jalanan di lorong itu sudah habis.
"Jalan buntu, kenapa di sini jalan buntu, perasaan tadi ada yang lewat di sini juga, tapi kenapa sekarang tidak ada, pergi kemana dayang itu, apa mungkin di sudah kembali"
"Kalau dia memang sudah kembali pertanyaannya paman Sam di kurung di mana, di sini tidak ada penjara lain lagi, kata prajurit kan paman Sam di kurung di penjara bawah tanah, tapi di sini gak ada penjara bawah tanah itu, di sini itu adanya jalan buntu"
Bingung pangeran Shiwa saat tidak melihat apapun yang ia cari, sungguh lorong itu benar-benar buntu, tak ada jalan lagi yang bisa pangeran lewati.
"Apa aku salah jalan ya, tapi tidak ada jalan lain lagi, hanya jalanan ini saja yang ada, bahkan jalanan ini tidak berbelok sedikitpun, mana mungkin aku salah jalan"
Pangeran Shiwa semakin di buat bingung dengan jalanan buntu itu.
"Terus aku kemana lagi ini, apa aku kembali saja ke prajurit tadi"
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan paman Sam, kalau aku kembali, aku tidak akan tau di mana tempat paman Sam di kurung"
"Aku harus cari tau dulu, biar mudah aku yang akan bebasin dia"
"Tapi aku harus cari di mana, di sini gak ada jalanan lain lagi"
Pangeran Shiwa di buat bingung pada jalanan yang kini ada dia di dalamnya.
Pangeran Aksara mundur perlahan-lahan ke belakang, ia sungguh di buat bingung dengan yang keadaan seperti ini.
Saat tubuh pangeran Aksara mentok ke dinding tiba-tiba kaki pangeran Shiwa tak sengaja menggeser sesuatu.
Pangeran Shiwa langsung mengerutkan alis saat melihat ada tombol berwarna merah di yang di tutupi batu bata di tanah itu.
"Tombol apa ini, kenapa berada di sini"
Penasaran pangeran Shiwa pada tombol yang begitu aneh itu, ia berjongkok dan memperhatikan tombol itu.
Pangeran Shiwa begitu sangat penasaran sekali pada tombol itu.
"Kalau aku pecet apakah akan meledak?"
"Tidak kan, dia kan bukan bom, dia tidak akan meledak, kalau begitu aku coba saja, aku harus tau fungsi tombol ini"
Pangeran Shiwa menelan tombol yang berwarna merah itu.
Tiba-tiba dinding yang ada di belakangnya terbuka dengan lebarnya.
Pangeran Shiwa yang melihat itu semua takjub, ia begitu sangat terkejut melihat ada ruangan lain yang berda di balik tembok.
"Ruangan rahasia, ini benaran ruangan rahasia"
Takjub pangeran Shiwa yang melihat ada tangga yang berjalan ke bawah.
"Apa mungkin dayang itu masuk ke dalam ruangan ini, aku harus masuk juga, aku harus pastikan apakah benar paman ku adalah di dalam atau tidak"
Pangeran Shiwa berjalan masuk ke dalam ruangan itu, ia dengan perlahan-lahan turun ke bawah dengan melewati anak tangga yang terbuat dari batu bata yang sangat panjang dan banyak sekali.
__ADS_1