
"Ayah putri Jingga kemana, kenapa dia tidak ada di sini?" pangeran Yudistira tidak menemukan keberadaan putri Jingga di istana lagi.
"Dia sudah pulang, nanti malam dia akan kemari, kau akan bertemu dengannya lagi, kau tidak boleh pergi kemana pun, karena nanti malam adalah acara pertunangan kalian" perintah raja.
"Baik ayah, aku tidak akan pergi kemana-mana, aku akan tetap berada di istana" jawab pangeran Yudistira.
"Sekarang kalian boleh pergi" mereka bertiga membubarkan diri dari persada.
Seseorang yang bersembunyi di balik tirai tersenyum saat mendengar pembicaraan mereka, mereka semua tidak ada yang sadar kalau percakapan mereka sedari tadi telah di dengar oleh seseorang.
"Apa mereka bilang, pangeran Yudistira dan putri Jingga akan bertunangan, ini berita besar, aku harus lapor pada raja Namrud, dia harus tau hal ini"
Orang misterius itu memakai penutup wajah, ia menyamar menjadi seorang prajurit, ia berjalan keluar dari dalam istana dan menuju kerajaan Fanjafan.
Tak berselang lama dari itu, orang misterius sampai di kerajaan Fanjafan, ia langsung masuk ke dalam kerajaan Fanjafan dan mendekati persada.
"Ampun raja" orang misterius itu membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda hormat pada raja Namrud.
"Ada apa Kartos, kenapa kau kembali, aku merintahkan kau untuk mencari tau apa yang terjadi di kerajaan Mataram, mengapa kau kembali lagi?" tak habis pikir raja Namrud.
"Raja aku sudah mendapatkan apa yang kau inginkan"
"Apa itu, cepat katakan pada ku?"
"Raja aku dengar kalau nanti malam pangeran Yudistira dan putri Jingga akan bertunangan"
Seseorang yang tak sengaja mendengar percakapan mereka langsung menghentikan langkahnya.
"Bertunangan?" kaget orang itu yang langsung mendekati mereka.
"Iya pangeran Louis, putri Jingga dengan pangeran Yudistira akan bertunangan, aku dengar juga kalau pangeran Aksara dan pangeran Arjuna akan bertunangan dan menikah di hari yang sama" jawab paman Kartos.
__ADS_1
"Ini tidak bisa di biarkan, kalau pangeran Aksara dan putri Arumi sampai menikah, aku pasti akan sulit mengalahkan kerajaan Mataram, karena kerajaan Mataram pasti akan menjadi kerajaan terkuat karena di bantu oleh kerajaan Saktira Bharat" mulai panik raja Namrud, ia benar-benar khawatir hal itu terjadi.
"Kita harus gagalkan pernikahan mereka raja"
"Itu harus Kartos, kita tidak boleh biarkan pangeran Aksara dan putri Arumi menikah, akan sulit bagi kita untuk membantai kerajaan Mataram, kalau mereka sampai berhasil menikah"
"Apa yang harus aku lakukan raja untuk menghentikan pernikahan mereka?"
Raja Namrud tampak diam, ia mulai memikirkan cara yang ampuh yang sekiranya dapat menguntungkan mereka.
"Kau sudah tau mereka akan menikah kapan?"'
"Tidak raja, aku tidak tau kalau mereka akan nikah kapan, aku hanya tau kalau mereka akan bertunangan 2 hari lagi"
"Kau bilang pangeran Aksara dan pangeran Arjuna akan menikah di hari yang sama, masalahnya pangeran Arjuna akan menikah dengan siapa, putri mana yang akan menjadi calon istrinya?"
"Dia bukan seorang putri raja, wanita yang akan menikah dengan pangeran Arjuna adalah seorang gadis yang di bawa oleh pangeran Aksara ke kerajaan Mataram, dan raja Candra menjadikan gadis itu sebagai calon istri bagi pangeran Arjuna" jelas paman Kartos.
"Kalau menurut ku dia bukan seorang putri, dia adalah rakyat biasa yang mempunyai nasib baik karena di temukan dan di bawa ke kerajaan oleh pangeran Aksara"
"Apa kau sudah mencari tau tentang dia?"
"Tidak raja, sedikitpun aku tidak mencari tau tentangnya karena aku yakin dia adalah rakyat biasa, dia bukan seorang putri, untuk apa aku nyari tau tentangnya, itu semuanya percuma"
Raja terdiam."Apa yang kau pikirkan raja?"
"Aku sedang mikirin cara untuk menghentikan pernikahan pangeran Aksara dengan putri Arumi, kalau pangeran Arjuna aku tidak mempermasalahkan dia, karena dia menikah dengan rakyat biasa, bukan seorang putri dari kerajaan yang terpandang"
"Kenapa raja mikirin itu, seharusnya raja mikirin bagaimana caranya menghentikan pertunangan pangeran Yudistira, dia adalah putra mahkota raja, kita harus hentikan pertunangan mereka yang akan di laksanakan nanti malam" tak habis pikir paman Kartos dengan jalan pikiran raja Namrud.
"Kartos masalah pangeran Yudistira itu tidak terlalu penting, mau dia menikah dengan putri Jingga aku tidak mempermasalahkan, yang jadi masalah itu kalau pangeran Aksara berhasil nikah dengan putri Arumi, itu yang harus kita hindarkan, kalau kedua pangeran itu tidak usah kita pedulikan, calon-calon mereka di bawah derajat semua"
__ADS_1
"Kalau seperti itu apa yang harus aku lakukan raja, aku tidak punya cara lain untuk menghentikan pernikahan pangeran Aksara dan putri Arumi"
Raja Namrud diam, ia mulai berpikir, senyuman merekah di bibirnya saat menemukan ide cemerlang.
"Kartos kau sekarang kembalilah ke kerajaan itu, lihat bagaimana acara pertunangan pangeran Yudistira, nanti kalau pangeran Aksara dan putri Arumi sudah bertunangan, kau pulanglah kemari, karena aku akan beri tau kau cara untuk hentiin pernikahan mereka"
"Baik raja, aku akan kembali setelah putri Arumi dan pangeran Aksara bertunangan"
"Sekarang kau kembali ke kerajaan itu, tapi ingat jangan sampai kau ketahuan, itu bisa bahaya, bukan kau saja yang akan kena masalah, tapi kerajaan ini" perintah raja.
"Siap raja, aku akan hati-hati, aku pergi dulu, nanti aku akan kembali setelah pangeran Aksara dan putri Arumi bertunangan, kau tunggu saja kedatangan ku"
Raja Namrud hanya mengangguk, lalu paman Kartos kembali melangkah menuju kerajaan Mataram yang agak jauh dari kerajaan Fanjafan.
Pangeran Louis masih diam di tempat.
"Kenapa putri Thalia tidak bilang pada ku tentang hal ini, apa dia sengaja rahasiain ini dari ku" batin pangeran Louis yang overthinking, ia nampak sedikit kecewa pada putri Tahlia yang selama ini diam-diam menjadi kekasihnya dan itu sudah berjalan lama, namun tidak ada seorangpun yang tau tentang hubungan mereka.
"Kenapa anak ku, kenapa kau tiba-tiba diam, apa yang sudah terjadi pada mu?"
"Tidak ada ayah, aku baik-baik saja, aku mau ke kamar dulu"
"Silahkan"
Pangeran Louis meninggalkan raja Namrud, ia masuk ke dalam kamarnya.
Pangeran Louis mondar-mandir di kamarnya memikirkan apa yang barusan ia dengar.
"Kenapa putri Thalia tidak bilang semua ini pada ku, apa dia kembali waspada pada ku, aku dari dulu aku sudah bilang kalau aku tidak sama seperti pangeran yang ada istana ini, mengapa dia masih tidak percaya pada ku"
"Nanti aku akan tanyain langsung padanya, apa alasan dia rahasiain ini dari ku"
__ADS_1