Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Marah pada pangeran Louis


__ADS_3

Pangeran Louis menatap tak percaya ke arah putri Thalia.


"Kau tidak akan menemui ku lagi?"


Putri Thalia mengangguk cepat."Tapi itu berlaku untuk sementara, kau tidak usah khawatir, setelah ketiga kakak ku menikah aku akan bilang pada ayah tentang hubungan kita, aku juga ingin hidup bahagia bersama mu, aku ingin hubungan kita ada kejelasan, tidak terlarang seperti ini"


Terbit senyuman di wajah pangeran Louis saat mendengar ucapan putri Thalia.


"Aku mengerti, aku tau kamu tidak akan bisa ku paksa menemui ku setiap hari, itu sangat berisiko apalagi sekarang kerajaan sedang sibuk, tidak mungkin kau bisa keluar dari dalam kerajaan itu setiap hari untuk menemui ku, aku khawatir kalau kau ketahuan dan akan membuat kita harus terpaksa berpisah"


"Aku tidak mau pangeran, aku tidak mau pisah dengan mu, aku tidak mau"


"Tenanglah, kita tidak akan pernah berpisah, kita akan selalu sama-sama"


Putri Thalia tersenyum mendengar pernyataan itu.


"Aauw" pekik pangeran Louis saat putri Thalia tiba-tiba memukul dadanya dengan sangat keras.


"Kenapa kamu mukul aku?"


"Kenapa kau tidak bilang kalau paman Sam yang ada di istana ku selama ini bukan paman Sam yang asli, kenapa kau rahasiain ini dari ku, apa kau sekarang sudah berpihak pada ayah mu?" sudah lama putri Thalia penasaran pada hal itu dan sekarang ini ia bisa menanyakannya secara langsung.


"Kamu tidak nanya, untuk apa aku jawab"


"Auuuw"


"Auuuw"


"Auuuw"


Pangeran Louis berteriak saat putri Thalia menghujaninya dengan pukulan.


"Sakit hentikan"

__ADS_1


Putri Thalia berhenti, ia menatap pangeran Louis dengan wajah kusutnya.


"Kau tukang bohong, kau sudah membohongi ku selama ini, aku benci pada mu"


"Jangan begitu, iya aku akui kalau aku salah karena tidak bilang yang sebenarnya pada mu, cuman ini semua aku sembunyikan agar tidak terjadi peperangan, aku hanya tidak mau banyak korban yang gugur dalam medan peperangan itu, itu saja, tidak maksud lain yang aku sembunyikan"


Pangeran Louis berusaha membujuk putri Thalia, wajah putri Thalia masih kusut, ia masih marah pada pangeran Louis yang berani-beraninya merahasiakan sesuatu yang bersifat besar darinya, dan itu sudah berjalan sejak dulu.


"Maafkan aku, aku berjanji tidak akan main rahasiaan lagi dengan mu, sungguh aku berjanji, tapi aku mohon jangan marah pada ku"


Putri Thalia mengembuskan napas berat, mau bagaimanapun ini semua bukan kesalahan pangeran Louis, dia tidak bisa menyalahkan semua yang terjadi pada pangeran Louis.


"Baiklah aku tidak akan marah pada mu"


Wajah pangeran Louis langsung terukir senyuman manis, ia begitu lega saat putri Thalia memaafkannya.


"Terima kasih, oh ya aku dengar kalau kakak mu akan menikah, dia akan menikah dengan siapa, kau pasti tau bukan siapa calon istrinya?"


"Kakak yang mana, kakak ku banyak, bukan satu orang?"


Putri Thalia menepis tangan pangeran Louis yang sudah berani menyentuh pipinya tanpa seizinnya.


"Aku tidak mau, nanti kau akan culik kakak ipar ku"


"Untuk apa aku culik dia, aku tidak mungkin ambil dia dari pangeran Arjuna, aku tidak mau mencari mati, ayo sekarang bilang pada ku siapa dia sebenarnya, aku ingin tau, jangan buat aku penasaran, katakan terus terang"


"Namanya Bulan, dia cantik sekali, jauh lebih cantik dari putri Jingga maupun putri Arumi, kalau kau melihatnya, kau pasti akan jatuh hati padanya"


"Itu tidak akan terjadi, karena kekasih ku lebih cantik darinya dua kali lipat"


Putri Thalia tersenyum malu mendengar gombalan maut pangeran Louis.


"Ada-ada saja, awas kau jatuh hati padanya, akan aku buat kau menderita"

__ADS_1


"Tenang permaisuri ku, aku tidak mungkin berkhianat, kau tenang saja, aku ingin tau gadis bernama Bulan itu putri dari kerajaan mana?"


"Dia bukan seorang putri, dia rakyat biasa, aku juga sampai sekarang masih belum tau siapa dia sebenarnya dan di mana keluarganya"


"Jadi kalian gak ada yang tau dia berasal dari mana?" putri Thalia menggeleng cepat.


"Tidak, pihak kerajaan tidak ada yang tau dari mana asal Bulan"


"Terus kenapa bisa Bulan itu berada di kerajaan Mataram?" semakin penasaran pangeran Louis.


"Kakak ku pangeran Aksara tak sengaja menemukan dia di dalam hutan dengan keadaan yang terluka parah, lalu kakak membawanya ke kerajaan, sejak itulah dia tinggal di kerajaan, sebenarnya dia berusaha untuk pulang ke rumahnya, tapi tak di iziniin sama kakak ku, karena dia tidak mau Bulan pergi"


"Tunggu-tunggu pangeran Aksara yang sudah membawanya ke dalam istana, tapi kenapa pangeran Arjuna yang akan menikahinya?"


"Itu masalahnya, kak Aksara sangat mencintai Bulan, cuman perjodohan itu yang membuat mereka harus pisah, sekarang ini aku dan seluruh saudara-saudara ku tengah berusaha menghentikan perjodohan itu, namun tidak bisa, ayah tetap ngotot untuk melaksanakan pernikahan mereka"


"Kalian sekarang sudah bisa menghentikan pernikahan itu?"


"Belum, kami sudah berusaha untuk ngehentiin penikahan itu, cuman pertunangan serta pernikahan kak Aksara dengan kak Arjuna di laksanakan di hari yang sama, itu yang akan buat kami kesulitan untuk menghentikan penikahan itu"


Pangeran Louis diam, masalah ini benar-benar rumit menurutnya.


"Rumit-rumit, aku rasa kalian benar-benar akan sulit untuk berhasil menghentikan pernikahan itu"


"Bagaimana pangeran, apa kau punya cara, aku ingin sekali bantu kakak-kakak ku, biar nanti mereka juga bantu aku memperjuangkan mu?" putri Thalia meminta ide dari pangeran Louis.


"Aku tidak memiliki cara apapun putri, jangan tanya pada ku"


Wajah putri Thalia langsung masam, ia benar-benar bingung harus melakukan apa.


"Kamu jangan bingung, pasti dewa akan bantu kakak-kakak mu, dewa tidak akan biarkan mereka terluka dengan berlangsungnya pernikahan itu, kau tenang saja"


Putri Thalia mengembuskan napas berat, ia benar-benar bingung harus melakukan apa untuk membantu kakak-kakaknya, ia kini pasrah pada keadaan yang akan berjalan dengan semestinya, ia akan berusaha menerima sesuatu yang berat yang akan menghampirinya.

__ADS_1


"Sudah jangan sedih lagi, ayo kita ke istana ku, jangan di sini, di sini banyak nyamuk" ajak pangeran Louis.


Putri Thalia mengangguk, mereka berdua meninggalkan tempat gelap itu dan berjalan menuju istana.


__ADS_2