
Peri bulan melihat nampan yang berisikan makanan yang berada di atas nakas, ia mengambil nampan itu dan melihat makanan yang telah pangeran Aksara bawakan untuknya.
"Makanan apa ini, kenapa aneh sekali"
Heran peri Bulan saat melihat rendang daging di hadapannya.
"Apa ini daging?"
Eksperesi wajah peri Bulan langsung terkejut.
"Iya ini benaran daging, aku tidak mau memakannya, ini bukan makanan ku, aku harus berikan makanan ini pada pangeran Aksara kembali"
Peri Bulan beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar dari dalam istana dengan membawa nampan itu.
Saat peri bukan membuka pintu sungguh bertanya terkejutnya ia ketika melihat dayang yang lewat karena sibuk mengurus jamuan nanti malam.
Peri Bulan menutup kembali pintu kamar itu dengan sangat cepat.
"Manusia, banyak sekali manusia di sini, kalau sampai mereka tau aku bukan manusia bagaimana, aku harus apa, mereka pasti akan langsung membunuh ku, aku tidak mau, aku masih ingin hidup, bagaimana caranya aku harus bisa pergi dari istana ini"
"Aku harus bisa pergi dari sini, aku tidak mau berada di tempat ini lebih lama lagi, sekarang aku harus berikan makanan ini pada pangeran Aksara, aku harus cari dia"
Peri Bulan mengambil napas lalu membuangnya secara perlahan.
"Aku harus bisa tenang meski di sekeliling ku ada banyak manusia, aku tidak boleh nunjukin gerak-gerik yang dapat membuat mereka curiga, aku harus bisa berlagak kayaknya manusia lainnya"
"Sekarang aku harus cari pangeran Aksara"
Peri Bulan membuka pintu dan keluar dari dalam kamar.
Dengan suasana hati yang sedang ketar-ketir Peri Bulan melangkahkan kakinya untuk mencari pangeran Aksara.
"Di mana pangeran Aksara, kenapa dia tidak ada di sini" batin peri Bulan yang terus mencari keberadaan pangeran Aksara.
Dayang yang melihat peri Bulan hanya bisa menundukkan tubuh dan berlalu begitu saja.
Sedangkan peri Bulan sungguh sangat ketakutan ketika melihat manusia yang selama ini ia hindari.
"Pangeran Akasa di mana, kenapa gak ada di sini" batin peri Bulan agak cemas karena masih tak menemukan pangeran Aksara.
Peri Bukan terus berjalan dengan mencari-cari keberadaan pangeran Aksara.
Sebab ia sudah sangat ketakutan, dia terus berjalan, sebisa mungkin peri Bulan menahan rasa takut yang kian bertambah dengan seiring waktu berjalan.
Ketika mencari pangeran Aksara, mata peri Bulan terus menangkap dayang dan prajurit yang kocar kacir ke sana kemari, mereka terlihat begitu sibuk di mata peri Bulan.
"Kenapa di sini tidak ada pangeran, pergi kemana dia, dia bilang mau nemuin ayahnya, tapi kenapa sampai sekarang masih belum kembali, tolong cepatlah kembali, aku takut" batin peri Bulan.
Peri Bulan terus berjalan dengan membawa nampan, memang banyak sekali prajurit dan dayang yang lewat tapi peri Bulan tidak punya keberanian untuk bertanya pada mereka tentang kemana pangeran Aksara pergi.
Putri Thalia yang hendak ke taman istana untuk memetik bunga berhenti saat tak sengaja melihat peri Bulan yang begitu asing di matanya.
"Siapa itu?"
"Kenapa berada di sini?"
__ADS_1
"Apa dia tamu dari kerajaan sebelah"
Pikir putri Thalia yang merasa jika peri Bulan bukan sederajat dengan dayang maupun lainnya, ia terlihat seperti anak raja.
"Aku harus samperin dia"
Putri Thalia mendekati peri Bulan yang ketakutan.
"Siapa kamu?"
Peri Bulan diam, rasa takut langsung menyerangnya saat melihat putri Tahlia.
Putri Thalia yang melihat peri Bulan diam saja semakin penasaran.
"Jawab, siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu berada di sini?"
"N-nama ku Bulan, aku di bawa ke sini oleh pangeran Aksara"
Putri Thalia yang mendengar jawaban peri Bulan langsung mengerutkan alis.
"Kenapa kakak membawa dia ke sini, atas dasar apa dia membawanya ke sini, pasti ada sesuatu di balik ini semua, gak mungkin kakak membawanya ke sini tanpa tujuan tentu, aku harus cari tau kenapa kakak membawa dia ke sini" batin putri Thalia.
Peri Bulan yang melihat putri Thalia diam dengan terus menatapnya seperti itu menjadi takut.
"A-apa kau melihat pangeran Aksara?"
Peri Bulan memberanikan diri bertanya hal itu.
"Tidak, aku tidak melihat kakak ku sejak tadi, tapi untuk apa kau mencari kakak ku?"
Penasaran putri Thalia.
Tunjuk peri Bulan pada nampan hang ia pegang.
"Kenapa kau ingin ngembalikannya, apa kau tidak suka?"
"Bukan seperti itu, aku vegetarian, aku tidak makan daging"
"Oh seperti, jadi kau belum makan sejak tadi?"
Peri Bulan menggeleng cepat.
"Kalau seperti itu ikutlah dengan ku"
"Kemana?"
Penasaran peri Bulan pada ajakan putri Thalia.
"Ke dapur kemana lagi, kau lapar bukan?"
Peri bulan mengangguk.
"Ayo ikutlah dengan ku, di sana kau bisa makan apa yang kau mau"
"Terimakasih"
__ADS_1
"Sama-sama"
"Ayo kita ke sana"
Peri Bulan mengangguk lalu mengikuti putri Thalia ke dapur untuk mengisi perut.
"Nah pilih saja apa yang ingin kau konsumsi"
Suruh Putri Thalia karena kini mereka berdua sudah berada di dapur yang banyak sekali makanan.
Peri Bulan melihat banyak sekali makanan yang ada di depannya, namun tak ada satupun yang ia kenali.
"Kenapa makanan di sini begitu aneh, aku tidak makan makanan seperti itu" batin peri Bulan.
"Cepat ambil apa yang kau mau, jangan sungkan-sungkan"
Suruh putri Thalia yang melihat peri Bulan masih diam tanpa pergerakan.
"Aku vegetarian, apa kau punya buah, aku ingin buah saja?"
"Ada, itu ambilah semau mu"
"Terimakasih"
Senang peri Bulan saat makanan yang ia inginkan akhirnya dapat ia temukan.
Peri Bulan mengambil satu buah apel lalu mengigitnya.
"Kenapa Bulan tidak makan makanan yang lain saja kenapa harus buah, kan di sini masih ada roti, kenapa dia tidak makan roti yang lebih mengenyangkan dari pada buah" batin putri Thalia penasaran.
"Mungkin saja dia memang tidak suka roti" batin putri Thalia berpikir positif.
Peri Bulan melihat dayang dan prajurit yang sangat sibuk sekali.
"Kenapa semua orang terlihat sangat sibuk, apa akan ada acara?"
"Aku juga tidak tau, sebentar aku akan nanya pada dayang dulu"
"Dayang"
Panggil putri Thalia, dayang yang mendengar panggilan itu langsung mendekati putri Thalia.
"Apa yang bisa saya lakukan putri?"
Dengan membungkuk badan, dayang bertanya kepada putri Thalia.
"Kenapa semua orang terlihat sangat sibuk, ada apa sebenernya?"
Penasaran putri Thalia yang tidak tau apapun.
"Akan ada acara tepatnya nanti malam, tadi yang mulai mengundang kerajaan Saktira Bharat untuk menghadiri jamuan nanti malam"
"Untuk apa mereka ke sini, apa kau tau?"
"Maaf saya kurang tau putri"
__ADS_1
"Oh begitu, ya sudah sana kembalilah bekerja"
Dayang itu kemudian mengundurkan diri dan kembali bekerja.