
Peri Bulan tidak tidur, ia masih membuka matanya, ia hanya ingin menghindar dari pangeran Aksara.
"Kalau aku nikah sama pangeran Aksara, akan sulit bagi ku keluar dari istana ini, bisa-bisa aku akan selamanya tinggal di istana ini, aku tidak mau itu terjadi, aku ingin kembali ke alam peri, di sini bukan tempat ku, tapi bagaimana caranya aku kembali, tidak ada tongkat sakti ku yang bisa membuat ku kembali ke alam peri?"
"Apa aku terima saja ajakan peri Bilqis, dia kan waktu itu bilang akan ke sini, aku terima saja ajakannya, dari pada aku menderita di sini"
"Kalau misalnya peri Bilqis berniat jahat pada ku, aku akan lawan dia, nanti pasti ada peri di alam peri yang akan membantu ku, yang jelas aku tidak mau berada di sini lagi, di sini banyak manusia"
tok
tok
tok
"Siapa?"
Orang itu masuk ke dalam kamar peri Bulan.
"Makanlah, dayang bilang kau masih belum makan bukan?"
Peri Bulan mengangguk, pangeran Aksara memberikan beragam buah-buahan pada peri Bulan.
Peri Bulan duduk di sofa dan makan di sana.
"Apa kau tidak ingin mencoba makanan yang lain?"
Peri Bulan langsung menggeleng, ia tidak terbiasa dengan makanan-makanan yang berada di bumi.
"Tidak, aku lebih suka buah, aku tidak mau yang lain"
Pangeran Aksara mengerti, ia yang non vegetarian merasa kalau hanya makan buah-buahan tidak mengenyangkan dan tak terlalu ia sukai.
__ADS_1
"Pangeran kenapa kau masuk ke sini, bukannya tadi ada putri Arumi di sini, kenapa kau malah datang ke sini, seharusnya kau temui dia"
"Aku tidak menyukainya, kau diamlah, jangan bahas dia di depan ku"
Peri Bulan pun diam, ia tidak lagi mengatakan apapun dan terus memakan buah-buahan yang di berikan pangeran Aksara.
"Aku pergi dulu, kau habiskan saja makanan mu, jangan keluar kamar meski apapun yang terjadi"
Peri Bulan mengangguk lalu pangeran Aksara keluar dari dalam kamar itu.
Peri Bulan terbelalak saat melihat seseorang yang tengah ia hindari.
"S-siapa kau?" gagap peri Bulan yang langsung bangkit dari duduk.
"Ayo ikut ke alam peri bersama ku" jawab peri Lofair yang tiba-tiba muncul di kamar peri Bulan.
"Aku tidak mau, aku tidak mau pergi dari sini, kau jangan coba-coba membawa ku ke sana"
Peri Lofair tersenyum mengejek.
"Kau jangan sok bijak, mau aku menikah dengan manusia, itu bukan urusan mu, sekarang kau pergilah ke alam mu, jangan pernah datang ke sini lagi!"
"Peri Bulan kau tau tidak, ibu mu Flora sempat tinggal di kerajaan ini" peri Lofair mengelilingi tubuh peri Bulan.
"APA ibu tinggal di sini!" kaget peri Bulan yang baru tau berita itu.
"Benar sekali, ibu mu pernah tinggal di sini, dia menikah dengan salah satu pangeran tampan bernama Arya, dari hubungan tersebut ibu mu melahirkan 6 orang anak, yakni peri Matahari, peri Mentari, peri Awan, peri Pelangi, peri Bintang dan kau"
"Tidak mungkin, ibu tidak mungkin pernah tinggal di sini dan menikah dengan manusia!" bantah peri Bulan keras.
"Peri Bulan aku bicara yang sejujur-jujurnya pada mu, aku tidak bohong sedikitpun pada mu, untuk apa aku berbohong, tidak ada faedah yang aku dapatkan, aku mengatakan ini karena aku tak mau kau bernasib sama seperti ibu mu"
__ADS_1
"Bernasib sama seperti ibu? apa maksud mu?"
"Kau tau, ibu mu dulu di usir dari kerajaan ini setelah identitasnya ketahuan, seluruh penduduk tau kalau ibu mu adalah seorang peri, mereka mengusir ibu mu dan mengancam akan membunuh ibu mu, mangkanya ibu mu tak pernah beri izin kau dan kakak-kakak mu untuk turun ke bumi, dia hanya tidak mau kalian semua bernasib sama sepertinya, itulah alasan mengapa dia melarang kalian"
Peri Bulan diam, ia masih agak ragu mau percaya atau tidak, tetapi bener atau tidaknya, berita itu sudah membuat peri Bulan terguncang.
Peri Lofair yang melihat peri Bulan diam tersenyum sinis.
"Kalau benar ibu pernah tinggal di sini, kenapa aku tidak menemukan ayah ku di sini?"
"Ayah mu sudah meninggal, adiknya yaitu pangeran Candra yang kini menggantikan posisinya, kalau dia masih hidup mungkin sekarang ayah mu yang menjadi raja di istana ini, karena dia adalah seorang putra mahkota"
Peri Bulan semakin diam, ia tak tau harus percaya apa tidak.
"Kalau menurut ku lebih baik kau kembalilah bersama ku ke alam peri, di sana ibu mu tengah menanti mu, kau harus ikut bersama ku ke sana"
"Aku tidak mau, aku tidak mau kembali bersama mu, kau jahat, aku benci pada mu!"
Peri Lofair tampak tenang, ia tidak marah sama sekali walaupun telinganya mendengar kalau peri Bulan membencinya.
"Ya sudah kalau kau tidak mau ikut bersama ku silahkan, yang penting aku sudah pernah mengajak mu ke sana, dengarkan aku baik-baik nona, kelak kau akan menyesal tidak mau ku ajak kembali ke alam peri, tunggu saja hari itu!"
Setelah mengatakan hal itu peri Lofair menghilang dari hadapan peri Bulan.
"Aku tidak akan pernah menyesal kalau tidak kembali ke alam peri bersama mu, aku yakin aku akan menyesali keputusan ku jika aku bersedia kembali ke alam pergi bersama mu, lebih baik aku ada di sini, di bumi tidak sekejam itu, orang-orang di sini baik-baik, mereka tidak jahat"
Peri Bulan menghembusakan napas, ia melirik ke arah buah-buahan yang masih banyak itu, ia jadi tidak selera makan lagi, alhasil peri Bulan merebahkan tubuhnya di kasur, ia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
"Apa benar aku adalah anak dari pangeran yang tinggal di kerajaan ini, haruskah aku percaya padanya?"
"Tapi aku agak ragu, karena ibu tidak pernah cerita tentang hal ini sebelumnya, ini pasti sebuah tipuan saja, aku tidak boleh percaya padanya"
__ADS_1
"Dia jahat, dia licik, dia pasti sedang berusaha membuat ku hancur, aku tidak boleh percaya padanya, walau apapun yang terjadi"
Peri Bulan terus melihat ke langit-langit, lama kelamaan mata peri Bulan terpejam kuat, ia masuk ke dalam alam mimpi yang sangat indah.