Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Calon kakak ipar


__ADS_3

"Lalu kalau tidak ada di sana, dia kemana lagi?"


"Aku rasa dia pergi dari sini, dia pasti tidak mau menikah dengan ku mangkanya dia melakukan ini semua untuk pergi dari sini"


Wajah pangeran Aksara langsung masam, pangeran Arjuna yang melihatnya merasa begitu iba.


"Kamu jangan berpikir seperti itu, dia mungkin masih berada di sini, ayo kita cari dia bersama-sama"


Pangeran Aksara mengangguk kalau kembali mencari keberadaan peri Bulan.


Mereka berdua mencari keberadaan peri Bulan di dalam istana ini.


"Bulan kamu di mana"


Teriak pangeran Aksara.


"Kamu ada di sini kan?"


Tak ada yang menjawab, dayang maupun prajurit yang mendengar teriak itu hanya diam saja, mereka tak berani menjawabnya.


Wajah pangeran Aksara semakin cemas karena tidak kunjung menemukan peri Bulan yang hilang begitu saja.


"Kakak di mana Bulan, kenapa tidak ada di sini?"


"Aku juga tidak tau, ayo kita cari saja dulu, kamu jangan cemas dulu, aku yakin Bulan mu itu masih ada di sekitar sini, dia tidak mungkin pergi dari sini"


Pangeran Aksara mengangguk meski ia masih sangat khawatir pada peri Bulan, ia sungguh takut kalau peri Bulan pergi dari istana dan juga kehidupannya.


"Ayo kita cari lagi"


Pangeran Aksara setuju lalu berjalan kembali untuk mencari peri Bulan.


"Bulan kamu di mana"


Sekali lagi pangeran Aksara kembali berteriak


untuk mencari peri Bulan.


Tak sengaja pangeran Aksara melihat prajurit yang lewat, dengan cepat pangeran menghentikan prajurit itu.


"Prajurit apakah kalian melihat Bulan pergi dari istana ini?"


"Tidak pangeran, kami tidak melihat siapapun keluar dari istana"


"Kalian boleh pergi"


Suruh pangeran Arjuna, lalu prajurit itu berlalu dari hadapan mereka.


"Lalu kemana Bulan, dia pergi lewat mana"


Pangeran Aksara semakin di buat cemas karena hilangnya peri Bulan.


"Kamu tidak lihat saat dia pergi?"


"Tidak kakak, aku tidak liat, saat aku masuk ke dalam kamar itu Bulan sudah tidak ada, aku merasa dia pergi sebelum aku sampai di sana"


"Apa kau tidak ngunci kamar itu sehingga dia bisa pergi?"


Pangeran Aksara tidak menjawab, ia melihat dua orang yang sangat tak asing di matanya.

__ADS_1


"Bulan"


Panggil pangeran Aksara saat melihat peri Bulan bersama adiknya.


Peri Bulan mendadak langsung cemas saat melihat pangeran Aksara.


Pangeran Aksara berlari mendekati peri Bulan dan putri Thalia.


"Kamu kemana aja, kenapa kamu keluar dari dalam kamar, sudah aku bilang, jangan keluar dari sana, kenapa kamu masih keluar"


Omel pangeran Aksara yang sudah sangat cemas pada peri Bulan, ia sungguh sangat takut jika peri Bulan pergi dari istana ini.


"A-aku"


Tergagap peri Bulan yang tak memiliki alasan kenapa ia pergi dari kamar.


"Apa?"


Ucapan itu langsung membuat peri Bulan bungkam.


Peri Bulan menunduk takut jika pangeran Aksara membunuhnya seperti ancamannya.


"Kamu pasti ingin pergi dari istana ini kan?"


Peri Bulan diam tak bergeming.


"Jawab, kenapa kamu diam"


"Emang kenapa kalau Bulan pergi dari sini?"


Penasaran putri Thalia yang terus melihat kakaknya marah.


"Dia calon istri kakak, jadi dia tidak boleh pergi dari sini, kamu paham sekarang kan"


"J-jadi ini calon istri kakak"


Kaget putri Thalia yang tidak menyangka jika orang yang akan ia bantu adalah calon kakak iparnya.


"Iya, dia calon istri ku, jadi dia tidak boleh pergi dari sini, kamu jangan bantu dia keluar dari sini, kalau kamu mau punya kakak ipar"


"Siap kak, aku tidak akan bantu Bulan lagi untung saja aku belum sempat bantuin dia untuk keluar dari dalam istana ini"


Tatapan mata pangeran Aksara langsung melihat peri Bulan yang masih diam dengan wajah yang sudah sangat kesal karena tidak jadi keluar dari dalam istana ini.


"Kenapa pangeran datang, kan gagal aku yang akan pergi dari sini" batin peri Bulan.


"Ayo kembali ke dalam kamar, jangan sekali-kali kamu pergi lagi, aku akan kurung kamu, biar kamu tau rasa"


Pangeran Aksara menarik tangan peri Bulan untuk membawanya ke dalam kamar kembali.


Pangeran Arjuna dan putri Thalia hanya melihat kepergian keduanya.


"Kakak mereka benaran akan menikah?"


"Iya, mereka memang akan menikah, tapi"


Ucapan pangeran Arjuna menggantung yang membuat putri Thalia penasaran.


"Tapi apa kak?"

__ADS_1


"Tapi ayah tidak merestui hubungan mereka, karena pangeran Aksara sudah di jodohkan dengan putri Arumi, jadi sulit untuk pangeran Aksara untuk menikah Bulan"


Putri Thalia langsung ikut sedih mendengarnya.


"Terus bagaimana, kak Aksara sebenarnya akan menikah dengan siapa?"


"Kakak masih belum mastiin, kakak hanya bisa bantu pangeran Aksara untuk gagalin perjodohan itu, kamu juga harus bantu kami, kasihan pangeran Aksara, dia itu ingin sekali menikah dengan Bulan bukan putri Arumi"


"Iya kak, aku akan bantu kalian"


Setuju putri Thalia yang ingin sekali kakaknya itu segera menikah.


"Bagus"


"Kakak akan nikah kapan, masa duluan kak Aksara, kan kakak anak sulung?"


"Nanti, kakak akan nikah kapan-kaoan, kamu tidak usah mikirin kakak, yang penting itu sekarang kita harus bisa gagalin pernikahan pangeran Aksara dengan putri Arumi"


"Iya, aku akan berjuang juga"


"Bagus, kakak mau berburu dulu, kamu jaga istana baik-baik"


"Baik kak"


Pangeran Arjuna keluar dari dalam istana.


Putri Thalia bersorak gembira, sampai-sampai dia berputar-putar karena saking senang setelah mendengar kakaknya akan menikah.


"Yes akhirnya kak Aksara akan menikah, baru setelah itu aku bisa nikah juga, eh tapi masih ada kak Arjuna dengan kak Yudis, mereka kan masih belum menikah"


"Aku tidak akan bisa nikah kalau kedua kakak ku masih belum pada nikah, tak ada pilihan, aku harus tunggu mereka nikah juga, biar nanti aku bisa bilang pada ayah kalau aku mau nikah dengan pangeran Louis"


"Tapi bisa gak ya aku nikah dengan pangeran Louis sedangkan ayah dan raja Namrud bermusuhan"


Putri Thalia memikirkan hubungannya dengan pangeran Louis yang terjalin dalam serba ketersembunyian.


"Putri Thalia"


Panggilan itu membuat lamunan putri Thalia terlalihkan.


Putri Thalia langsung berbalik badan menghadap ke belakangnya dan mendapati jika panggilan itu berasal dari ratu.


"Ada apa ibunda?"


"Apa kamu melihat pangeran Aksara?"


"Baru saja kakak pergi dengan membawa Bulan ke dalam kamarnya"


"Emang ada apa ibunda mencari kakak?"


"Itu adik mu pangeran Shiwa tidak ada di dalam istana, ibunda pikir dia bersama dengan pangeran Aksara"


"Mungkin adik lagi pergi ke dalam hutan, ibunda tidak usah khawatir, dia pasti akan kembali"


Ratu mengangguk, ia sedikit tenang sekarang.


"Sekarang ibunda kembalilah ke dalam kamar, nanti setelah pangeran Shiwa kembali aku pasti akan bilang pada ibunda"


"Baiklah"

__ADS_1


Ratu setelah itu kembali ke dalam kamarnya.


Putri Thalia juga kembali ke dalam kamarnya, ia tidak khawatir pada pangeran Shiwa karena adiknya itu sering pergi ke dalam hutan untuk berburu.


__ADS_2