
Para peri mendekati kerajaan Mataram.
"Gawat mereka beneran akan ke sini, aku harus bisa halau mereka, jangan sampai mereka masuk ke dalam kerajaan Mataram, bisa-bisa mereka akan tau kalau di dalam kerajaan itu terdapat peri Bulan" Toba-toba di landa rasa panik saat melihat mereka mendekat.
"Apa yang harus aku lakukan untuk halau mereka?" bingung Toba-toba yang tidak memiliki cara apapun.
Toba-toba mulai berpikir keras berharap menemukan ide cemerlang untuk mengusir mereka.
"Aha, aku punya ide" senang Toba-toba saat ide yang begitu cemerlang muncul di waktu yang tepat.
Toba-toba mengambil mutiara hitam yang ada di sakunya lalu memakannya.
Setelah menelan mutiara itu Toba-toba berubah menjadi seekor harimau yang ganas.
Grrrr
Suara itu membuat para peri berhenti melangkah.
"Kalian dengar gak?"
"Enggak, dengar apa emangnya?" penasaran peri Awan.
Grrrr
"Nah itu, kalian dengar kan suara itu"
"Iya kami dengar"
"Suara apa itu ya, kenapa seperti suara hewan buas?" peri Pelangi mengenali suara itu namun ia tidak melihat hewan buas di sekitarnya.
"Sepertinya iya, tapi di mana, kenapa di sini gak ada apapun kalau memang benar itu suara hewan buas" peri Bintang tidak menemukan siapapun yang berada di sekitarnya.
"I-itu, itu hewan buasnya" tunjuk peri Mentari pada seekor harimau yang mendekatinya.
Mereka semua langsung terkejut ketika melihat harimau itu.
Refleks mereka mundur perlahan-lahan.
Grrrr
Harimau itu mendekati mereka yang masih diam di tempat.
"Arrrrgghh"
Teriak mereka yang ketakutan lalu menghilang dari sana.
__ADS_1
Toba-toba langsung kembali berubah ke wujud aslinya.
"Hihi mereka benar-benar penakut, baru aku takut-takutin saja sudah lagi terbirit-birit" bahagia Toba-toba saat bisa mengusir para peri dengan mudahnya.
"Peri Bilqis" tiba-tiba Toba-toba teringat kembali pada peri Bilqis.
"Apa dia sudah berada di alam kegelapan atau tidak, aku coba cek saja, kalau di alam kegelapan tidak ada, berati peri Bilqis masih berada di dalam istana itu"
Toba-toba menghilang dari sana dan muncul di alam kegelapan.
"Peri Bilqis, di mana kau" panggil Toba-toba yang heboh sendiri, ia takut peri Bilqis masih berada di alam manusia.
"Aku di sini, kenapa teriak-teriak"
Toba-toba melihat ke arah peri Bilqis yang tampak kesal.
"Peri Bilqis bagaimana, apa kau berhasil membawa peri Bulan kembali?"
"Tidak, dia tidak mau kembali, dia mau pikir-pikir dulu"
"Syukurlah, peri Bilqis aku sudah berhasil ngusir para peri itu, aku yakin sekali mereka tidak akan berani datang ke sana lagi"
"Toba-toba kenapa kamar peri Bulan berbeda, kamar yang di depannya ada patungnya itu bukan kamar peri Bulan, melainkan kamar ratu yang ada di sana"
Toba-toba langsung terkejut.
"Tapi saat aku sampai di bumi dan masuk ke dalam kamar itu, aku tidak menemukan peri Bulan, malahan aku di jaga ketat oleh panglima di sana yang merasa curiga pada ku"
"Terus bagaimana, apakah kau bertemu dengan peri Bulan?"
"Iya aku bertemu dengannya, ternyata dia itu berada di dalam kamar pangeran Aksara, bukan kamar yang kau beritahukan pada ku itu"
"Sebentar-sebentar peri Bilqis, aku sudah meriksa benar-benar kalau kamar yang ada patungnya itu adalah kamar peri Bulan, kenapa bisa berubah saat kau yang datang ke sana, apa mungkin ada perubahan yang membuat semuanya berbeda"
"Ku rasa seperti itu, untung saja aku bisa nemuin kamar peri Bulan, kalau tidak, aku pasti akan kembali dengan tangan kosong" di suruh oleh ratu ada sisi positifnya bagi peri Bilqis, jika dia tidak di suruh olah ratu untuk nganterin makanan ke kamar pangeran Aksara, mungkin saja peri Bilqis tidak akan menemukan kamar peri Bulan.
"Toba-toba kenapa kau diam saja?" peri Bilqis mendapati Toba-toba yang diam tanpa pergerakan, entah apa alasannya peri Bilqis juga masih belum tau.
"Aku hanya heran, kenapa pada peri bisa tau kerajaan Mataram, apa mereka juga sudah tau kalau di dalam kerajaan Mataram itu ada peri Bulan" dugaan Toba-toba.
"Itu tidak mungkin terjadi, mereka tidak akan tau kalau di sana ada peri Bulan, aku yakin itu" yakin peri Bilqis.
"Lalu kenapa mereka bisa nemuin kerajaan Mataram?" penasaran Toba-toba akan hak itu.
"Aku merasa mereka menemukan kerajaan Mataram secara tidak sengaja, mangkanya mereka mendekati kerajaan itu"
__ADS_1
"Peri Bilqis apa kau tidak mendapatkan apa-apa saat berada di dalam istana itu?"
"Ada, aku mendapatkan sesuatu yang besar"
"Apa itu, cepat katakan aku ingin tau" tak sabaran Toba-toba.
"Kerajaan Mataram itu ternyata adalah kerajaan yang sama yang pernah terjadi sebuah insiden di mana Maharani di ketahui identitasnya"
Toba-toba ternganga pada ucapan peri Bilqis.
"Jadi artinya kerajaan Mataram itu adalah tempat Maharani sebelum berada di alam peri"
"Benar, Maharani pernah tinggal di sana sebelum tinggal di alam peri, aku tadi melihat pangeran Candra adik dari pangeran Arya, dia menjadi raja di sana, yang artinya pangeran Arya sudah meninggal"
"Peri Bilqis ini berita besar, bagaimana kalau peri Bulan tau jika ayahnya adalah putra mahkota di sana?"
"Itu yang aku takutkan, mangkanya aku ingin cepat-cepat bawa peri Bulan kembali ke sini sebelum dia tau rahasia besar yang sudah lama di sembunyikan, bahkan Maharani saja tidak pernah mengatakan hal ini pada anak-anaknya"
Toba-toba tersenyum licik.
"Bagaimana reaksi para peri khusunya anak-anak Maharani jika tau hal ini?"
"Semuanya pasti akan kacau, kalau mereka tau, kemungkinan besar mereka akan tinggal di bumi bersama ayahnya, meskipun ayahnya sudah meninggal"
"Peri Bilqis, apakah kau tidak memiliki niatan untuk mengancam Maharani dengan rahasia ini?"
Perkataan Toba-toba barusan membuat peri Bilqis diam sesaat, kemudian ia menyunggingkan senyum manis penuh kelicikan.
"Toba-toba kenapa aku tidak pernah berpikir ke arah sana"
"Karena otak mu payah peri Bilqis" pelan Toba-toba.
"APA"
"Karena kau sibuk pada peri Bulan, sampai-sampai kau lupa pada rahasia besar itu"
"Toba-toba aku memiliki rencana yang sangat di percaya akan berhasil"
"Apa itu peri Bilqis?"
"Aku akan menggunakan rahasia ini sebagai alat untuk menguasai alam peri"
"Apakah kau merasa jika rahasia ini akan menguntungkan bagi ku?"
"Tentu saja peri Bilqis, kenapa tidak, rahasia ini rahasia besar, aku yakin sekali Maharani pasti akan takluk pada mu jika kau mengancamnya dengan rahasia ini"
__ADS_1
"Kalau seperti itu, ayo kita ke alam peri sekarang, kita harus temui Maharani"
Toba-toba mengangguk, lalu keduanya menghilang dari sana.