
"Arrrrgghh"
Teriak pangeran Aksara yang sangat frustasi.
"Aksara, tenanglah nak"
Ratu berusaha menenangkan pangeran Aksara yang sangat kesal karena apa yang ia inginkan tidak dapat terwujud.
"Ibu bagaimana aku bisa tenang, ayah tidak mau dengarin aku sama sekali, apa yang harusus aku lakukan ibu"
Pangeran Aksara menatap ke arah ratu dengan pikiran yang sudah sangat kacau karena tak bisa menolak perjodohan itu.
"Tenanglah Aksara, ibunda tau kalau kamu menginginkan gadis itu, tapi nak kamu itu sudah di jodohkan dengan putri Arumi, kamu tidak boleh menolaknya"
"Aku tidak mau ibu, aku tidak mau di jodohkan, aku mohon bantulah aku untuk membatalkan perjodohan ini"
Mohon pangeran Aksara dengan wajah yang sangat melas berharap ibundanya mau berpihak dengannya.
"Kali ini ibu tidak bisa membantu mu"
Pangeran Aksara semakin kecewa karena untuk pertama kalinya ibundanya tidak bisa membantunya.
"Aku mohon ibu"
Mohon pangeran Aksara berharap ratu dapat merubah keputusannya.
Ratu menggelengkan kepalanya.
"Ibu aku mohon"
Sekali lagi pangeran Aksara memohon pada ibunya.
Pangeran Arjuna yang baru datang ke sana kebingungan melihat adiknya yang memohon pada ratu entah apa alasannya.
"Ada apa ini ibu?"
"Kakak aku mohon bantulah aku untuk membatalkan perjodohan antara aku dan putri Arumi, aku tidak mau kakak, aku hanya mau menikah dengan Bulan"
Mohon pangeran Aksara berharap kakaknya berpihak padanya dan akan mau membantunya.
"Perjodohan?"
Pangeran Arjuna mengerutkan alis mendengar kata perjodohan di dalam ucapan pangeran Aksara.
"Iya, ayahanda mau menjodohkan aku dengan putri Arumi, aku tidak mau kakak, aku tidak mau, tolong bujuk ayah untuk membatalkan perjodohan itu, aku mohon sekali pada mu kakak"
Pangeran Arjuna yang melihat adiknya terus memohon merasa iba, ia dengan tak tega melihat ke arah ibunya untuk meminta bantuan.
Ratu langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ibu"
Panggil pangeran Arjuna.
"Ibu tidak bisa membantu, ini semua sudah menjadi keputusan ayah kalian, ibu tidak bisa ikut campur"
"Tapi ibu Aksara berhak memilih wanita mana yang ingin ia nikahi, tapi kenapa ayah begitu egois sekali, dia tidak berpikir kalau kebahagiaan anak itu lebih penting dari segalanya apa"
Tak habis pikir pangeran Arjuna pada ayahnya sendiri.
"Ibu tau ayah mu egois, tapi maaf kali ini ibu tidak bisa membantu adik mu"
"Kenapa ibu tidak bisa, ayolah ibu, bantu adik, di sini itu yang bisa bantu adik hanya ibu"
Mohon pangeran Arjuna berharap ibundanya mau membantu.
"Ibu tidak bisa membantu, maafkan ibu, dayang ikutlah dengan ku"
"Baik ratu"
Ratu meninggalkan tempat itu bersama dayang yang mengikutinya dari belakang.
"Kakak bagaimana ini, aku tidak mau menikah dengan putri Arumi, aku hanya mau menikah dengan Bulan, kakak aku mohon tolonglah aku"
Mohon pangeran Aksara berharap kakaknya mau membantunya untuk membatalkan perjodohan itu.
"Aku akan bantuin kamu, aku akan bilang pada ayah kalau kamu tidak mau menerima perjodohan itu"
"Sama-sama, sekarang kembalilah ke kamar mu"
Pangeran Aksara mengangguk patuh lalu berjalan menuju kamarnya.
Senyuman terukir di wajah paman Sam yang mendengar percakapan kakak beradik itu dari balik tembok dan ia juga telah mendengar perdebatan antara pangeran Aksara dan raja Candra.
"Apa, pangeran Aksara akan di jodohkan dengan putri Arumi, wah ini berita besar, aku harus beritahu raja Namrud tentang berita ini, dia harus bisa menghentikan perjodohan itu karena kerajaan Mataram dan kerajaan Saktira Bhatrat akan menjadi kerajaan terkuat jika sampai hal itu terjadi"
"Bisa-bisa akan sulit untuk raja Namrud mengambil alih kerajaan Mataram yang sudah sangat ia impikan sejak dulu"
"Aku harus beritahu kerajaan Fanjafan secepatnya sebelum pernikahan pangeran Aksara dan putri Arumi di selenggarakan"
Paman Sam keluar dari dalam tirai itu dan berjalan keluar dari dalam istana dengan melewati pintu belakang.
"Tuh kan apa yang aku bilang kalau paman Sam itu memang orang yang tidak baik, lihatlah sekarang dia akan kembali melaporkan apa yang terjadi di kerajaan ini pada kerajaan musuh"
Pangeran Shiwa mendengar ucapan paman Sam sejak tadi, ia terus mengikuti paman Sam hanya karena ingin mengungkap siapa sebenarnya paman Sam.
"Aku harus ikutin paman Sam, aku harus tau langkah apa yang akan kerajaan musuh lakukan untuk menggagalkan pernikahan kakak ku"
Pangeran Shiwa berjalan mengikuti paman Sam dengan perlahan-lahan, ia memberi jarak yang cukup jauh agar paman Sam tidak curiga jika ia mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Paman Sam terus berjalan dengan sangat hati-hati, ia akan memastikan jika tidak ada orang yang mengikutinya, karena dia tidak mau terkena masalah.
Paman Sam berdiri di depan pintu belakang.
Sebelum membuka pintu paman Sam melihat ke kanan dan kiri takut ada orang yang melihatnya.
"Aman, aku bisa pergi dari sini tanpa ada yang curiga pada ku"
Paman Sam kemudian membuka pintu dan keluar dari dalam istana.
"Tidak ada orang kata mu, paman Sam kau salah besar, kali ini aku akan mengungkap siapa kau sebenarnya dan atas tujuan apa kau melakukan ini semua"
Geram pangeran Shiwa pada paman Sam yang ternyata musuh di dalam selimut selama ini.
"Aku harus ikutin paman Sam, aku harus tau segalanya, aku tidak boleh sampai kecolongan lagi"
Pangeran Shiwa membuka pintu belakang dan berjalan mengikuti paman Sam dari jarak yang cukup jauh.
"Paman Sam kali ini aku akan tau segalanya tentang mu, dari awal aku sudah curiga jika kau adalah penyusup yang sudah membocorkan setiap informasi penting yang berada di dalam istana ini"
"Untuk kali ini aku akan tau apa tujuan mu melakukan ini semua, aku yakin sekali kau pasti mempunyai tujuan tertentu di balik ini semua"
Pangeran Shiwa menatap punggung paman Sam yang terus berjalan dengan tenang tanpa merasakan keberadaannya yang terus mengikutinya dari belakang.
Paman Sam terus berjalan menuju kerajaan Fanjafan dari jalanan kecil yang ada di belakang istana.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, langkah kaki paman Sam berhenti tepat di depan istana.
"Aku ingin bertemu dengan raja"
Tintah paman Sam pada prajurit yang menghadangnya.
"Silahkan"
Paman Sam kemudian berjalan masuk ke dalam istana.
"Dia masuk ke dalam istana, aku juga harus masuk ke sana, tapi aku masuk dari mana, gak mungkin aku masuk dari pintu utama, mereka pasti akan ngenalin aku"
Bingung pangeran Shiwa yang ingin sekali masuk ke dalam kerajaan Fanjafan namun penjagaannya begitu ketat sekali.
"Aku harus pikirkan cara untuk bisa masuk ke dalam istana itu"
Pangeran Shiwa mulai berpikir.
"Pintu belakang"
"Aku bisa masuk ke dalam kerajaan dari pintu belakang, aku harus cari pintu belakang itu supaya aku tau apa yang akan paman Sam dan raja Namrud bicarakan"
Pangeran Shiwa senang karena dapat menemukan ide cemerlang.
__ADS_1
Pangeran Shiwa dengan mengendap-endap berjalan masuk ke dalam semak-semak yang berada di samping kiri istana.