Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Gawat


__ADS_3

Toba-toba muncul di alam peri, ia melihat banyak sekali peri yang telah berkeliaran tak seperti tadi malam yang tampak sepi dan tak ada satu orangpun yang terlihat.


"Banyak sekali peri-peri di sini, bisakah aku masuk ke dalam istana Maharani tanpa ketahuan sama mereka"


Toba-toba melihat beragam peri yang berkeliaran di alam peri ini.


"Aku coba dulu, kalau tidak berhasil aku akan kembali ke dalam kegelapan biar peri Bilqis yang akan menghandlenya sendiri"


Toba-toba dengan perlahan-lahan keluar dari dalam semak-semak dan berjalan dengan mengendap-endap berharap tak ada satu peripun yang melihatnya.


Baru satu langkah ia berjalan matanya sudah membulat sempurna ketika melihat ada peri yang berjalan mendekatinya.


"Gawat, aku harus sembunyi"


Panik Toba-toba lalu masuk ke dalam semak-semak yang berada di dekatnya.


Toba-toba diam di dalam semak-semak itu, lalu peri itu lewat tepat di sampingnya.


"Untung dia tidak menyadari keberadaan ku"


Lega Toba-toba saat peri itu kini sudah berlalu.


"Aku harus lebih hati-hati, sekarang banyak peri yang berkeliaran, aku tidak boleh sampai ketahuan sama mereka, bisa-bisa akan sulit untuk ku bisa masuk ke dalam alam peri jika sampai ada peri yang melihat ku berada di sini dan ia melapor pada Maharani"


"Kemungkinan besar Maharani akan melakukan sesuatu agar aku tidak bisa masuk ke sini, aku tidak mau hal itu terjadi"


"Aku harus menyelesaikan tugas dari peri Bilqis, baru setelah itu kembali ke alam kegelapan, di sini tidak aman, akan ada banyak kendala jika aku berada di sini lebih lama lagi"


"Aku harus sampai di istana peri secepatnya, sebelum para peri turun ke bumi untuk mencari peri Bulan, sebisa mungkin aku harus bisa hentikan usaha mereka agar rencana peri Bilqis bisa berjalan dengan lancar"


Toba-toba kembali berjalan menuju istana peri dengan sangat hati-hati.


Langkah Toba-toba berhenti tepat di dekat semak-semak yang berada di seberangnya.


Saat ia ingin kembali meneruskan perjalanannya tiba-tiba.


"Gawat, peri itu mendekat"

__ADS_1


Toba-toba langsung masuk ke dalam semak-semak saat tak sengaja melihat ada peri yang mendekatinya.


"Semoga dia tidak melihat ku" batin Toba-toba yang panas dingin.


Peri itu lewat tepat di samping semak-semak yang di dalamnya terdapat Toba-toba, ia tidak menyadari sama sekali jika di dalam semak-semak ada seseorang.


"Huft selamat, aku harus lebih hati-hati, di sini banyak peri yang bisa dengan mudah membuat ku ketahuan, tak seperti tadi malam yang tak ada satupun peri yang berkeliaran"


"Apa aku kembali ke alam peri saat malam hari saja"


"Tapi kalau aku kembali saat malam hari, hari ini mereka pasti akan turun ke bumi untuk mencari peri Bulan, aku tidak boleh biarkan mereka menemukan peri Bulan"


Terpaksa Toba-toba harus tetap berada di alam peri meski banyak sekali peri yang berkeliaran, ia sangat takut jika salah satu di antara ada yang melihatnya.


"Aku harus sampai ke istana itu secepatnya, aku harus bisa cegah mereka untuk tidak bisa turun ke bumi mencari peri Bulan"


Sebelum keluar dari tempat persembunyiannya, Toba-toba melihat ke kanan dan kirinya takut ada peri yang akan melintas.


Ia sungguh tak mau keberadaannya di ketahui oleh peri karena hal itu akan membuatnya terkena masalah.


Toba-toba kemudian keluar dari dalam semak-semak itu saat di rasa peri itu sudah pergi dan tak akan melihatnya jika ia keluar dari dalam semak-semak.


Toba-toba melihat ke kanan dan kirinya karena kini tangga sudah berada di seberangnya.


Hanya tinggal beberapa langkah lagi jika ia ingin sampai di depan tangga yang panjang dan banyak itu.


"Tidak ada peri kan, aman kan aku ke sana"


Toba-toba melihat ke kanan dan kiri namun tidak ada satu peri yang ia lihat, alam peri ini tiba-tiba sepi, para peri tak lagi berkeliaran seperti tadi.


"Sepertinya aman, aku harus ke sana secepatnya, baru setelah itu kembali ke alam kegelapan, tak baik lama-lama berada di sini, karena alam peri ini masih belum di kuasai oleh peri Bilqis, baru setelah di kuasai peri Bilqis, aku bisa berkeliaran dengan bebas di alam peri ini tanpa ada rasa takut ketahuan sedikitpun"


Toba-toba berangan-angan tentang di mana ia akan bisa hidup tenang di alam peri ini saat Maharaninya adalah peri Bilqis.


"Hentikan halu mu itu Toba-toba, sekarang kau harus bisa menyelesaikan misi ini, baru kembali ke alam kegelapan"


Toba-toba menampar pipinya sendiri saat pikirannya tiba-tiba membayangkan sesuatu di keadaan yang tidak tepat.

__ADS_1


Toba-toba melihat tangga yang berada di seberangnya.


Dengan cepat Toba-toba berlari mendekati tangga istana yang panjang dan banyak itu.


"Akhirnya aku berada di sini juga, setelah sekalian lama aku berjalan ke sini, untung saja tidak ada peri yang melihat ku"


Senang Toba-toba karena kini tangga itu sudah berada tepat di hadapannya.


Toba-toba melihat tangga yang panjang dan tinggi itu.


Sebelum Toba-toba menginjakkan kakinya di tangga itu ia terlebih dahulu melihat ke kanan dan kirinya yang tidak ada satupun peri yang terlihat.


"Tidak ada peri di sekitar sini, aman kalau aku menyelinap masuk ke dalam"


Tanpa banyak bicara Toba-toba menginjakkan kakinya pada satu tangga itu.


"Arrrrgghh"


Teriak Toba-toba saat tubuhnya tersengat listrik yang sangat besar dan membuatnya sungguh tegang bercampur panik.


"Kenapa tangga ini di aliri listrik, bukannya biasanya listrik itu akan aktif saat di malam hari, ini kan masih pagi, mengapa perisai yang para peri buat aktif"


Heran Toba-toba dengan menatap ke arah tangga itu.


"Apa mungkin para peri memperkuat perisai agar tidak ada orang jahat yang masuk ke dalam"


Feeling Toba-toba dengan terus menatap tangga.


"Bahaya ini, kalau perisai yang mereka buat aktif setiap waktu, bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam dan menghentikan usaha mereka yang mau turun ke bumi"


"Aku harus lapor pada peri Bilqis tentang hal ini, aku harus kasih tau dia agar dia memberi ku cara untuk bisa masuk ke dalam tanpa tersengat listrik lagi"


Toba-toba trauma saat tubuhnya tersengat listrik, ia sungguh tidak mau kembali merasakannya.


Toba-toba mengambil satu butir mutiara hitam dari kantung coklat itu.


Toba-toba memakan mutiara itu lalu menghilang dari alam peri.

__ADS_1


__ADS_2