Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Itu bukannya


__ADS_3

Di saat peri Bilqis sedang melihat kerajaan Mataram yang begitu indah di matanya tiba-tiba pandangannya langsung tertuju pada seseorang yang lewat.


"Itu bukannya...


Perkataan peri Bilqis terhenti saat melihat raja Candra yang lewat namun wajah raja Candra amat tak asing di matanya.


"Dia adik pangeran Arya, jadi aku berada di istana yang sama yang dulu pernah ada kejadian yang membuat semua orang terguncang"


Tak percaya peri Bilqis jika sebenarnya dia berada di kerajaan yang dulu pernah mengalami peristiwa besar yakini terbongkarnya identitas Maharani.


"Bahaya ini, aku tidak boleh berada di sini lebih lama lagi karena berada di sini sangat berbahaya, mereka bisa saja membunuh ku ketika mereka tau siapa aku sebenarnya"


"Tunggu-tunggu kemana pangeran Arya, kenapa aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi, apa dia sudah meninggal ataukah di usir dari kerajaan ini"


Peri Bilqis mencari kebenaran pangeran Arya namun tidak ketemu.


"Kalau di usir aku rasa tidak mungkin karena pangeran Arya itu adalah putra mahkota, mana ada yang mau mengusir calon raja sepertinya"


"Aku rasa pangeran Arya sudah meninggal, percuma aku mencarinya, lebih baik aku cari peri Bulan saja dan bawa dia kembali ke alam peri, dia tidak boleh tau kalau sebenarnya ayahnya adalah putra mahkota di kerajaan ini"


"Kalau dia tau, dia pasti tidak akan mau kembali ke alam peri bersama ku dan malah menatap di kerajaan ini, bahaya jika hal itu terjadi"


"Aku tidak boleh berpikir sesuatu yang tidak akan pernah terjadi, peri Bulan tidak akan tau siapa ayahnya, jadi sekarang aku tidak usah mikirin yang tidak-tidak, lebih baik aku cari saja dia secepatnya setelah itu pergi dari sini"


Peri Bilqis berjalan mencari keberadaan kamar yang Toba-toba maksudkan.


"Mana kamar yang Toba-toba maksud, kenapa susah sekali aku temukan, katanya kamar itu terdapat patung dewa Ganesha di depannya, tapi di sini tidak ada satupun kamar yang sama persis seperti yang Toba-toba bilang"


"Di mana kamar itu sebenarnya"


"Apa mungkin di sebelah sana"


Tunjuk peri Bilqis ke arah barat.


"Aku harus cek ke sebelah sana"


Peri Bilqis berjalan ke sebelah barat.


Peri Bilqis mencari-cari setiap kamar yang di depannya terdapat patung dewa Ganesha sebagai tanda kalau kamar tersebut adalah kamar tempat peri Bulan berada.


Langkah peri Bilqis terhenti saat matanya melihat satu kamar yang di depannya terdapat patung dewa Ganesha.


"Itu kamar yang Toba-toba maksud, aku harus masuk ke dalam dan bawa peri Bulan kembali ke alam peri"

__ADS_1


Dengan gembira peri Bilqis berjalan mendekati kamar itu.


Peri Bilqis membuka kamar itu, seketika senyuman yang mereka di bibirnya langsung menghilang kala melihat isi kamar itu.


"Kosong, kenapa kamar ini kosong, kata Toba-toba peri Bulan berada di kamar ini, tapi kenapa sekarang sudah tidak ada ,pergi kemana dia, apa dia tau kalau aku akan ke sini sehingga dia bersembunyi"


Pikir peri Bilqis yang terkejut saat tidak mendapati satupun orang di dalam kamar itu.


"Aku harus cari dia"


Peri Bilqis masuk ke dalam kamar itu.


"Tunggu"


Teriak itu berhasil membuat peri Bilqis berhenti.


Peri Bilqis mengembalikan badan menghadap ke belakangnya.


"Kenapa kau masuk ke dalam kamar ratu, apa kau tidak tau jika dayang di larang masuk ke dalam kamar ratu kalau tanpa perintahnya"


Tak habis pikir panglima itu yang melihat peri Bilqis yang berniat akan masuk ke dalam kamar ratu.


"Aku di perintahkan oleh ratu untuk membersihkan kamar ini"


Peri Bilqis berusaha setenang mungkin saat di tatap oleh panglima itu, ia tidak menunjukkan wajah garangnya agar panglima itu tidak curiga kalau sebenarnya dia tengah menyamar dan memiliki tujuan tertentu masuk ke dalam kerajaan ini.


"Begitu, sekarang kerjakan tugas mu"


Peri Bilqis hendak masuk ke dalam.


"Sebentar-sebentar"


Langkah peri Bilqis kembali terhenti.


"Kau siapa, kenapa aku baru pertama kali ini melihat mu?"


"Aku dayang baru, aku baru masuk hari ini"


"Dayang baru, kenapa aku tidak tau kalau di dalam istana ini ada penambahan dayang" batin panglima.


"Semoga dia percaya" batin peri Bilqis yang sangat takut jika penyamarannya di ketahui.


"Apakah aku boleh melanjutkan tugas ku?"

__ADS_1


"Silahkan, bersihkan kamar ratu dengan secepat mungkin, ingat itu"


"Baik"


Panglima meninggalkan peri Bilqis yang masih diam di tempat.


"Kenapa banyak sekali orang yang ngentiin aku, lama-lama berada di sini menjadi tidak aman, aku harus cari peri Bulan secepatnya, aku tidak mau berada di sini lebih lama lagi"


Peri Bilqis masuk ke dalam kamar ratu, ia mencari peri Bulan di setiap tempat.


"Di mana peri Bulan, kenapa tidak ada di sini, sia-sia aku masuk ke sini jika di sini tidak ada dia"


Peri Bilqis mulai kesal karena tak menemukan peri Bulan, namun ia masih belum menyerah, ia terus mencari keberadaan peri Bulan.


"Tidak ada, di kamar ini benar-benar tidak ada peri Bulan, apa aku salah kamar?"


"Toba-toba bilang kamar peri Bulan ada patung dewa Ganesha di depannya, dan sekarang aku sudah nemuin kamarnya, tapi kenapa peri Bulan tidak ada di sini, pergi kemana dia"


"Apa mungkin Toba-toba salah kamar, sialan dia, akan aku hukum dia karena sudah berani membuat ku kesulitan"


Mauk peri Bilqis yang saat ini merasa tegang karena masuk ke dalam kamar ratu dan berada di dalam kamar ratu membuatnya merasa tak akan.


"Dayang apa kau sudah selesai"


Panglima itu kembali mengecek pekerjaan dayang, ia tidak berani masuk ke dalam kamar ratu, dia hanya berisi di ambang pintu.


"Sudah"


"Sekarang cepat keluar"


Peri Bilqis keluar dari dalam kamar itu, ia melewati panglima yang masih diam di ambang pintu.


"Dasar panglima sialan, kenapa dia harus kembali lagi, apa dia merasa aku bukan dayang sungguhan, bahaya ini, aku pasti akan terkena masalah kalau sampai dia tau, apalagi dia panglima di kerajaan ini, sedangkan aku hanya dayang, pasti aku akan mudah di kalahkan" batin peri Bilqis terus berjalan menjauhi kamar ratu.


Panglima melihat punggung peri Bilqis yang terus berjalan pergi.


"Dayang itu terlihat aneh, kenapa aku merasa dia bukan dayang sungguhan"


Kecurigaan panglima pada peri Bilqis.


"Aku harus waspada, aku masih belum tau siapa dia itu sebenarnya dan apa yang ia rencanakan pada kerajaan"


Panglima menutup pintu kamar ratu lalu pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2