Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Rela menerima syarat yang di berikan raja


__ADS_3

Peri Bulan membuka matanya ketika sinar matahari menyilaukannya, peri Bulan dengan linglung menatap sekitarnya yang tak asing.


"Ini bukannya kamar pangeran Aksara, kenapa aku bisa berada di sini lagi, apa usaha ku yang melarikan diri dari istana hanya sebuah mimpi?"


Khem


Suara deheman itu membuat peri Bulan terkejut, ia langsung menunduk takut.


tap


tap


tap


Suara langkah kaki itu membuat peri Bulan ketar-ketir, ia tidak berani menatap pria yang mendekatinya.


Pria itu duduk di samping peri Bulan."Aku menyuruh mu untuk diam di istana ini, tapi kenapa kau kembali berusaha untuk pergi dari sini, apa kau memang tidak mau menikah dengan ku?"


Peri Bulan meremas tangannya yang dingin, ia tidak tau harus menjawab apa saat nada bicara pria itu sangat serius.


"Jawab, kenapa kau diam!"


"B-bukan begitu pangeran, aku hanya tidak betah tinggal di sini, aku ingin hidup bebas, kalau aku menikah dengan mu aku tidak akan mungkin bisa hidup bebas lagi"


"Bulan, kau hanya menikah bukan di kurung, kenapa kau sampai segitunya tak mau dengan ku, aku kurang apa, wajah ku tidak jelek-jelek amat, kenapa kau masih tetap saja berusaha untuk pergi dari ku, kalau tadi malam aku tidak membawa kamu kembali ke istana, pasti kau akan mati karena kedinginan"


Peri Bulan mendongak menatap wajah pangeran Aksara.


"Kenapa kau bisa tau aku pergi dari istana, apa kau mengikuti ku?"


"Tentu saja, aku ingin cek kenapa kau tidak ada di kamar ku, tapi tak sengaja aku melihat ada seorang wanita yang wajahnya di tutupi selendang merah berjalan menuju dapur, ya sudah aku ikutin karena walaupun kau menutupi wajah nu, mata cantik ini tetap aku kenali"


Peri Bulan kembali menunduk ketika pangeran Aksara menyentuh dahinya dengan satu jari.


"Pangeran kenaoa agan mu bilang aku akan menikah dengan pangeran Arjuna?"

__ADS_1


Pangeran Aksara diam, ia menghembuskan napas berat.


"Kenapa kau diam, jawab pertanyaannya ku, kau bilang akan menikahi ku, kenapa tadi malam aku dengar bukan kamu calon suami ku?"


"Bulan aku di jodohkan dengan putri Arumi, mangkanya saat ini aku tengah berusaha untuk menggagalkan perjodohan itu, jadi aku mohon pada ku tetaplah diam di sini, jangan pergi kemana-mana, aku dan kakak-kakak ku sedang berusaha menghentikan perjodohan itu, aku tidak mau menikahinya Bulan, aku hanya ingin hidup bersama mu"


Pangeran memegang kedua tangan peri Bulan, peri Bulan menatap wajah pangeran Aksara yang di matanya terlihat cinta yang sangat besar padanya.


"Bagaimana mungkin aku bisa diam di sini sedangkan kita berbeda, aku dan kamu berbeda pangeran, kita tidak bisa bersama, kita tidak boleh melawan hukum alam" batin peri Bulan.


"Bulan, kenapa kamu diam saja, spa kamu akan kembali berusaha untuk melarikan diri?" pangeran Aksara menatap sedih jika hal itu akan kembali peri Bulan lakukan.


Peri Bulan menggeleng."Aku tidak akan pergi, aku tidak akan pergi lagi, aku akan tetap berada di sini bersama ku, kau tidak usah khawatir aku akan melarikan diri"


Senyuman manis terukir di wajah tampan pangeran Aksara ketika mendengar penuturan peri Bulan.


"Kau benerwn tidak akan pergi lagi?" peri Bulan mengangguk di sertai senyuman manisnya.


"Iya, aku tidak akan pergi lagi, aku akan tetap di sini"


Pangeran Aksara senang mendengar pernyataan itu.


"Boleh, kau bisa kembali ke rumah mu kapan saja yang penting untuk beberapa haribini jangan pergi kemana-mana, ku boleh pulang ke rumah mu setelah kita menikah, kalau sekarang jangan, karena takut kau akan melarikan diri dan tidak akan pernah kembali lagi"


"Aaah sakit" pekik peri Bulan saya pangeran Aksara mencubit gemas hidung kecilnya.


Pangeran Aksara hanya tersenyum manis.


"Pangeran Aksara" suara itu membuat keduanya menatap ke arah pintu.


"Ada apa kakak?"


"Di luar ada putri Jingga" jawab pangeran Arjuna.


"Kau apa urusannya dengan ku, kenapa kakak malah mendatangi ku, seharusnya kakak datangin kak Yudis, dia kan calon suaminya"

__ADS_1


"Aku tau, cuman ayah manggil kita ke sana, ayo cepat ikut dengan ku, kita harus ke sana sebelum ayah marah" ajak pangeran Arjuna yang di balas deheman oleh pangeran Aksara.


"Tetap diam di sini, kalau kamu butuh apa-apa panggil dayang saja, aku mau pergi dulu"


Peri Bulan mengangguk mengerti."Pergilah, aku tidak akan pernah kemana-mana, kau tidak usah khawatir"


Pangeran Aksara mengangguk kemudian keluar dari dalam kamarnya bersama dengan pangeran Arjuna.


"Ada apa lagi ayah memanggil kita, apa yang mau dia bicarakan, apa dia kurang puas membuat iya tertekan?"


"Aku tidak tau, kita lihat saja apa yang mau ayah beri tau" jawab pangeran Arjuna.


Pangeran Aksara dan pangeran Arjuna berjalan menuju persada.


"Ada apa ayah memegwbggip kami?"


"Tidak ada apa-apa, ayah mau kalian berada di sini, kita akan membahas seputar pernikahan pangeran Yudistira, kalian duduklah bersama yang lain" suruh raja.


Dengan sangat terpaksa mereka pun mau duduk di dekat pangeran Yudistira dan pangeran Shiwa.


"Pernikahan pangeran Yudistira akan di laksanakan 3 hari setelah pertunangan pangeran Aksara dan Arjuna, raja Hsrun apakah kau setuju?" raja meminta pendapat raja Harun, ayah dari putri Jingga.


"Aku setuju-setuju saja, mau di paksakan kapan aku akan mengiyakannya, besan mu tidak rewel" jawaban raja Harun membuat raja tersenyum.


Raja Harun merupakan teman karib raja selama ini."Baiklah, kau datanglah ke sini, anak kedua ku dan ketiga akan bertunangan 2 hari lagi, setelah pangeran Yudistira menikah mereka akan juga akan menikah di Heri yang sama"


"Aku akan dengan senang hati datang kemari, kau tunggu saja kedatangan kami" jawab raja Harun.


"Ayah aku ingin Delima tinggal di sini, bolehkan ayah?" pangeran Arjuna masih belum memberi tau hal ini pada raja.


"Itu tidak boleh pangeran, dia orang luar, dia tidak boleh tinggal di istana ini, suruh saja dia pulang ke rumahnya" jawab saja.


"Ayah kalau dia kembali ke rumahnya dia akan di nikahkan dengan juragan Doni, ayah aku mohon pada mu biarkan dia tetap berada di sini, aku akan mau menikah dengan wanita pilihan ku asalkan dia tinggal di sini" rela pangeran Arjuna, ia sungguh tidak kau Delima pergi dari istana ini.


"Baiklah dia boleh tinggal di sini, taoh kau harus mau menikahi Bulan" syarat raja.

__ADS_1


"Baik ayah, aku akan menikahinya" jawab pangeran Arjuna.


Pangeran Aksara memberikan tatapan tajam ke arah kakaknya.


__ADS_2