
"Kenapa ya kerajaan Saktira Bharat akan ke sini?"
Penasaran putri pada hal itu, ia sungguh tidak tau tujuan mereka datang ke kerajaan ini.
"Mungkin saja ada acara"
"Mungkin saja, eh kamu dari kerajaan mana?"
"Aku bukan anggota kerajaan manapun, aku hanya penduduk biasa"
Putri Thalia langsung mengerutkan alis mendengar jawaban peri Bulan.
"Kalau kamu penduduk biasa, kenapa kakak ku bisa membawa mu ke sini?"
Putri Thalia semakin penasaran tentang alasan itu.
"Aku pingsan di dalam hutan, lalu pangeran Aksara membawa ku ke sini"
"Oh begitu, kenapa kamu bisa pingsan?"
"Karena ada hewan buas yang menyakiti ku"
"Tunggu-tunggu kenapa kamu bisa ada di hutan, apa yang kamu cari?"
"Aku cuman ingin mencari buah-buahan, tapi tidak ada, dan naasnya aku malah di kejar-kejar sama hewan buas, dan lebih parahnya lagi aku lupa jalan pulang"
"Kasihan sekali, lalu bagaimana cara kamu untuk bisa pulang?"
"Aku akan pikirkan hal itu nanti, aku sebenernya ingin pergi dari istana ini, tapi pangeran Aksara tidak ngizinin aku pergi, bisakah kau membantu ku pergi dari sini, sungguh aku ingin sekali pergi dari sini, aku ingin pulang, orang tua ku pasti sedang mencari ku, aku tidak mau mereka cemas pada ku"
Tintah peri Bulan berharap putri Thalia mau membantunya.
"Kenapa kakak tidak ngizinin dia pergi dari sini, ada apa ini, kenapa kakak ku bersikap seperti ini, ia kan tak pernah begini" batin putri Thalia yang merasa aneh pada kakaknya sendiri.
"Aku mohon pada mu, bawa aku pergi dari sini, aku tidak mau berada di sini, aku ingin pulang"
Tintah peri Bulan berharap putri Thalia berpihak padanya, sungguh ia ingin sekali pergi dari kerajaan ini secepatnya.
Putri Thalia menatap iba pada peri Bulan yang terus memohon.
"Baiklah aku akan membantu mu, ayo aku antar kau keluar dari sini"
Setuju putri Thalia yang sungguh tidak tega sekali melihat peri Bulan yang ingin sekali pergi dari sini.
Senyuman langsung merekah di bibir peri Bulan setelah mendengar hal itu.
"Terimakasih"
Senang peri Bulan karena akhirnya ada orang yang mau membantunya.
__ADS_1
"Sama-sama, ayo ikutan dengan ku"
Dengan senang hati peri Bulan mengikuti putri Thalia dari belakang.
"Akhirnya aku bisa keluar juga dari sini, sungguh aku tidak betah sekali berada di sini, karena di sini bukan tempat ku, aku harus bisa kembali ke alam peri secepatnya, aku harus bantu kakak-kakak ku ssebelum semuanya makin kacau" batin peri Bulan yang begitu senang.
Peri Bulan terus mengikuti putri Thalia untuk keluar dari dalam istana ini.
Di sisi lain.
Pangeran Aksara berjalan menuju kamar ratu untuk menemui peri Bulan.
"Aku harus bisa tolak perjodohan itu, aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku cintai, aku harus bisa bujuk ibu untuk mau bantuin ku dalam menghentikan perjodohan itu"
"Lagian perjodohan itu tidak penting, aku tau perjodohan itu terjadi bukan karena janji yang sudah ku ucapkan pada putri Arumi dulu, tapi karena hubungan kerajaan, ayah pasti menjadikan ku sebagai alat untuk mengikat dua kerajaan agar semakin kuat"
"Aku tidak mau, aku tau kalau menjalin hubungan baik antar satu kerajaan dengan kerajaan lainnya itu penting, tapi tidak dengan cara seperti ini, aku tidak mau mengorbankan perasaan ku hanya agar kedua kerajaan itu menjalin hubungan baik"
"Pokoknya aku harus bisa hentikan perjodohan itu, aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku cintai"
Penuh penekanan pangeran Aksara yang sungguh tidak mau di jodohkan.
"Aku harus temui Bulan, aku harus lihat keadaannya"
Pangeran Aksara masuk ke dalam kamar ratu dan mendapati kamar itu kosong, tak ada seorang pun yang berada di sana.
Pikir pangeran Aksara saat tidak menemukan peri Bulan.
"Aku harus cek, aku harus lihat apakah dia berada di sana atau tidak"
Pangeran Aksara dengan tergesa-gesa mendekati kamar mandi, ia tidak masuk ke dalamnya, dia hanya menempelkan telinganya pada pintu dan mendengarkan apakah ada suara gemericik air atau tidak.
"Tidak ada suara apapun, apa Bulan tidak ada di dalam?"
"Aku harus lihat, aku harus pastikan apakah Bulan ada di dalam atas tidak"
Pangeran Aksara membuka pintu kamar mandi dan mendapati kamar mandi yang kosong, tidak ada peri Bulan yang ia cari-cari.
"Dia tidak ada si sini, lalu berada di mana dia sebenarnya"
"Apa jangan-jangan Bulan kabur dari istana ini, aku harus temuin dia kembali, aku tidak akan biarkan dia pergi"
Pangeran Aksara berlari keluar dari dalam kamar ratu.
"Bulan kamu di mana"
Teriak pangeran Aksara berharap ada jawaban dari peri Bulan.
Namun sayangnya hal itu tidak terwujud.
__ADS_1
"Mana Bulan, apa dia benar-benar pergi, kenapa dia nekat sekali pergi dari sini, apa dia tidak takut pada ancaman ku"
Tak habis pikir pangeran Aksara.
Aku harus cari dia sampai ketemu, bagaimana pun caranya aku harus bisa temuin dia"
Pangeran Aksara terus mencari keberadaan peri Bulan di dalam istana ini.
"Bulan, kamu ada di mana"
Teriak pangeran Aksara kembali namun masih tidak ada jawaban yang ia dengar.
"Di mana Bulan, kenapa tidak ada di sekitar sini, aku harus tanyain pada siapa?"
Bingung pangeran Aksara karena tidak ada satupun orang yang ia lihat.
Tiba-tiba matanya menangkap seorang dayang yang melintas tak jauh dari posisinya berdiri.
"Aku harus tanya pada dia, semoga saja dia tau di mana Bulan berada"
Pangeran Aksara berlari mendekati dayang itu.
"Dayang-dayang, apa kau melihat Bulan?"
"Tidak pangeran"
Setelah mendengar hal itu pangeran Aksara langsung kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan peri Bulan.
"Di mana Bulan, kenapa pergi gitu aja, aku harus bisa temuin dia, aku tidak boleh biarkan dia pergi dari sini, aku yakin dia belum jauh, aku bisa temuin dia dan bawa dia kembali"
Pangeran Aksara terus mencari keberadaan peri Bulan di dalam istana ini.
"Bulan kamu di mana"
Teriak pangeran Aksara kembali.
Pangeran Arjuna yang mendengar teriakan itu langsung berhenti melangkah, kamudian mendekati adiknya yang tengah berteriak-teriak dengan terus memanggil nama peri Bulan.
"Kenapa kau teriak-teriak begini, apa yang kau cari?"
"Bulan kakak, dia tidak ada di dalam kamarnya, aku sudah mencarinya di seluruh tempat, tapi tetap saja tidak ada"
Jelas pangeran Aksara dengan wajah yang sungguh cemas karena tidak menemukan peri Bulan juga.
"Mungkin dia berada di dalam kamar mandi"
Pikir pangeran Arjuna.
"Tidak ada kakak, dia tidak ada di sana, aku sudah mencarinya, tapi tetap saja tidak ada"
__ADS_1