Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Suara gelang kaki yang mendekat


__ADS_3

Sementara itu putri Thalia dan pangeran Louis menghabiskan malam bersama, mereka sudah melakukan hubungan terlarang selama ini tanpa sepengetahuan siapapun.


Mereka nekat melakukan hal itu karena mereka tau cinta mereka akan sulit mendapatkan restu, sehingga mereka terpaksa melakukan cinta terlarang secara sembunyi-sembunyi dan berusaha menutupinya dari pihak kerajaan agar hubungan mereka tetap berlanjut.


"Pangeran aku pulang dulu, ini sudah mau pagi, aku harus pulang sebelum ayah dan ibunda tau kalau aku tidak ada di istana, akan kacau kalau mereka tidak menemukan ku di sana" pamit putri Thalia pada pangeran Louis yang wajahnya tengah masam, ia tau kalau pangeran Louis berat melepaskannya.


"Iya, sana kau pergilah, jangan lupa hati-hati"


Putri Thalia mengangguk, ia memakai selendang coklat itu untuk menutupi rambutnya beserta wajahnya agar tak ada orang yang melihatnya, ia lalu berjalan keluar dari dalam istana pangeran Louis yang sepi, para pelayan semuanya masih tidur, mereka tidak ada yang bangun di jam segini sehingga putri Thalia dapat keluar dari dalam istana dengan bebas.


Pangeran Louis hanya menatap kepergian kekasihnya, ia tidak bisa menahan kekasihnya sedikitpun, karena kalau sampai ketahuan mereka berdua akan kena masalah besar.


Putri Thalia keluar dari dalam istana itu, ia melewati jalanan setapak yang gelap, ia terus berjalan tanpa henti dan dengan terburu-buru karena beberapa jam lagi matahari akan terbit.


"Aku harus sampai di istana secepatnya sebelum para dayang bangun, mereka akan curiga kalau melihat ku masuk ke dalam istana melewati pintu belakang"


"Semuanya akan tambah rumit kalau mereka bilang ini semua pada anggota kerajaan, aku akan habis di terkam sama mereka kalau itu terjadi"


Kepanikan menyerang putri Thalia, putri Thalia terus berlari melewati jalanan setapak itu.


Jalanan setapak itu benar-benar gelap, namun leganya tidak ada satu orangpun yang berkeliaran di sana sehingga putri Thalia bebas keluar masuk dari sana.


Senyuman merekah di bibirnya saat matanya melihat ke arah istana yang sudah mulai terlihat dari kejauhan.


"Sedikit lagi Thalia, sedikit lagi, ayo kamu harus segera ke sana" putri Thalia dengan semangat berlari mendekati pintu, betapa leganya ia ketika sudah berada di dalam istana setelah sekian lama ia berlari dalam kegelapan malam yang mencekam.


"Huft akhirnya aku sampai di istana juga" ngos-ngosan putri Thalia, ia memegangi dadanya yang naik turun.


Tiba-tiba putri Thalia mendengar sesuatu.


Krincing


Krincing


Krincing


Suara gelang kaki seseorang terdengar di telinga putri Thalia.

__ADS_1


"Gawat" panik putri Thalia, keringat-keringat dingin bercucuran membasahi wajahnya.


"Aku harus kemana ini, aku harus kemana" putri Thalia di serang rasa panik saat suara gelang kaki itu mendekatinya.


Krincing


Krincing


Krincing


Suara gelang kaki itu masuk ke dalam dapur.


"Thalia" terkejut orang itu saat melihat putri Thalia di dapur.


"Ibunda, kenapa ibunda kemari?"


"Ibunda mau ambil minum, kamu habis dari mana, kenapa keringatan?"


Wajah putri Thalia mulai tegang, ia merasa sangat deg-degan saat di tanya seperti itu.


"A-aku tidak kemana-mana ibunda, aku cuman ngambil buah-buahan di sini" jawab putri Thalia dengan senyuman manis untuk menutupi segalanya.


Putri Thalia ketar-ketir saat di tatap seperti itu.


"Semoga ibu tidak curiga pada ku, semoga dia tidak curiga, ya dewa tolong aku, jangan berikan aku masalah, aku mohon pada mu" batin putri Thalia ketar-ketir.


"Ini masih malam, sana kamu masuk ke dalam kamar mu, jangan ada di sini" suruh ratu.


Rasanya hati putri Thalia lega saat ratu tidak curiga padanya yang berada di dapur malam-malam.


"Iya ibu"


Putri Thalia menyembunyikan selendang itu di dalam panci, ia keluar dari dalam dapur, bertapa leganya hatinya saat ia sudah menjauh dari dapur.


"Untung ibu gak curiga pada ku, kalau seandainya dia curiga, matilah aku, aku harus jawab apa kalau dia nanya kenapa aku keluar dari istana ini, tak mungkin aku bilang kalau aku habis menemui pangeran Louis"


"Aku pasti akan kena masalah besar kalau aku bilang hal itu, aku harus lebih hati-hati lagi setelah ini, aku gak boleh buat kesalahan sedikitpun, bisa-bisa semuanya akan kacau, aku tidak mau itu terjadi"

__ADS_1


Putri Thalia berjalan menuju kamar dengan hati yang masih dag dig dug ia benar-benar tegang saat ratu tiba-tiba berada di dalam dapur, tapi beruntung putri Thalia tidak tertangkap basah habis keluar dari istana.


Putri Thalia membuka pintu kamarnya.


"Aaaah!"


Terkejut putri Thalia saat melihat putri Jingga yang tiba-tiba berada di depannya.


"Putri Jingga kenapa kamu ngagetin aku?" dengan shock putri Thalia memegangi dadanya, tindakan putri Jingga yang berdiri di balik pintu benar-benar membuatnya terkejut.


"Seharusnya aku yang nanya, kenapa kamu kaget saat melihat ku, apa yang sudah terjadi pada mu, kenapa kau tiba-tiba kaget seperti ini?"


Seketika wajah putri Thalia langsung memucat, ia tak tau harus jawab apa.


"A-aku cuman kaget saja, soalnya aku masih tidak terbiasa tidur berdua dengan orang baru, aku tadi berpikir kalau di kamar itu tidak ada siapapun, mangkanya aku kaget saat melihat mu yang tiba-tiba berdiri di balik pintu"


Putri Jingga diam, ia menatap ke arah putri Thalia, matanya menangkap banyak gerak-gerik mencurigakan dari diri putri Thalia.


"Kamu habis dari mana putri?"


"Aku habis dari dapur, aku haus, terpaksa aku bangun dan ambil minum di sana"


Kecurigaan putri Jingga perlahan-lahan mulai menghilang setelah mendengar penjelasan putri Thalia.


"Oh tak kirain kamu habis dari mana"


"Kamu kenapa bangun, ini masih malam loh?"


"Aku barusan mimpi buruk, aku sangat-sangat takut sekali, dan lebih takutnya lagi aku tak menemukan mu di samping ku, mangkanya aku bangun untuk mencari mu, aku tadi ngira kamu ada di luar"


"Kamu tidak usah takut, itu cuman bunga tidur, ayo sekarang kita tidur lagi, ini masih malam, besok kedua kakak ku akan bertunangan, kau harus hadir di acara pertunangan mereka"


Putri Jingga mengangguk."Pasti aku akan hadir, pertunangan mereka juga di laksanakan besok malam, aku akan datang ke sini ketika sore hari"


"Aku akan menunggu mu, ayo sekarang kita tidur, kita harus istirahat, gak boleh bergadang"


Putri Jingga setuju, ia dan putri Thalia kembali merebahkan tubuhnya di kasur dan mulai memejamkan mata.

__ADS_1


Keduanya pelan-pelan masuk ke dalam alam mimpi.


__ADS_2