Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Ke kamar ibunda


__ADS_3

"Kenapa Thalia seperti neynbunyiin sesuatu, apa itu cuman perasaan aku saja"


Pangeran Arjuna masih memikirkan gelagat aneh dari adik perempuan yang seperti menyembunyikan hal besar darinya.


"Aku rasa itu cuman perasaan aku saja, lebih baik aku pergi dari sini"


Pangeran Arjuna berjalan untuk kembali ke dalam kamarnya karena hari masih gelap dan tidak ada satupun orang yang tbangun di jam segini.


Pangeran Arjuna melihat istana yang tidak ada satu orang pun yang bangun di sepertiga malam.


Pangeran Arjuna terus melanjutkan perjalanan menuju kamarnya, belum sempat pangeran Arjuna membuka pintu tiba-tiba pangeran Arjuna teringat sesuatu.


"Aksara, kenapa aku bisa melupakan dia, dia kan masih belum ku temukan, aku harus cari anak itu"


Pangeran Arjuna mengurungkan niatnya yang ingin kembali beristirahat dan malah mencari pangeran Aksara yang masih belum ia temukan.


Pangeran Arjuna kembali mengecek kamar pangeran Aksara.


"Kenapa kamar ini masih kosong, apa mungkin Aksara tidak tidur di dalam kamarnya, lalu tidur di mana dia kalau bukan di kamarnya?"


Penasaran pangeran Arjuna yang kehilangan adiknya di dalam istana.


Tiba-tiba pangeran Arjuna teringat sesuatu.


"Apa jangan-jangan Aksara menjaga wanita itu di dalam kamar ibunda, tapi tidak mungkin, ibunda pasti tidak akan memberikan Aksara yang sedang gila akan cinta menjaga wanita itu"


Yakin pangeran Arjuna akan hal itu.


"Tapi dia anak yang nakal, kalaupun ibunda tidak ngizinin dia untuk menjaga wanita itu, dia pasti akan berubah menjadi penyusup dan masuk ke dalam kamar ibunda"


"Aku harus cek kebenarannya"


Pangeran Arjuna dengan tergesa-gesa berjalan menuju kamar ratu.


"Aku harus periksa kamar ibunda, aku harus pastikan jika pangeran Aksara ada di sana atau tidak"


Pangeran Arjuna terus berjalan menuju kamar ratu yang tidak terlalu jauh.


"Jika sampai aku menemukan Aksara di dalam kamar itu, aku akan menyeretnya keluar, aku tidak akan biarkan dia tidur satu atap dengan wanita yang masih belum berstatus sebagai istrinya"


Janji pangeran Arjuna yang terus berjalan menuju kamar ratu.


"Berani sekali dia tidur di kamar yang sama dengan orang asing yang masih belum di ketahui berasal dari mana, kalau sampai wanita itu suruhan raja Namrud untuk membunuh pangeran Aksara bagaimana"


"Aku tidak akan biarkan hal itu terjadi, walaupun dia seorang wanita yang namanya penyusup harus di musnahkan"

__ADS_1


Pangeran Arjuna terus berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar ratu sambil mengomel tak jelas.


Langkah pangeran Arjuna berhenti tepat di depan kamar ratu yang di sampingnya terdapat patung dewa Ganesha.


"Aku harus pastikan jika di dalam kamar ini tidak ada bocah itu"


Pangeran Arjuna memegang gagang pintu lalu perlahan-lahan membuka pintu.


Mata pangeran Arjuna melihat ke dalam yang terdapat peri Bulan yang masih tidak sadarkan diri.


Pandangan pangeran Arjuna kemudian jatuh pada seseorang yang tidur di sofa yang sangat ia kenali.


"Jadi benar kalau bocah ini rela menjaga wanita asing itu yang masih tidak ketahui berasal dari mana, benar-benar tidak bisa di biarkan"


"Pihak kerajaan masih belum tau siapa dia, kenapa anak ini malah dengan mudahnya menjaga wanita asing itu, kalau dia mau berbuat jahat bagaimana"


Omel pangeran Arjuna.


"Aku harus bawa bocah itu keluar"


Pangeran Arjuna masuk ke dalam kamar dan mendekati adiknya..


"Aksara bangun"


Tidak ada pergerakan pada pangeran Aksara.


Sekali lagi pangeran Arjuna berusaha membangunkan pangeran Aksara tapi tetap saja tidak ada pergerakan dalam diri pangeran Arjuna.


"Kenapa Aksara tidak bergerak, apa mungkin wanita asing itu telah memberinya racun"


Overthinking pangeran Arjuna pada peri Bulan.


"Aksara bukan mata mu"


Pangeran Arjuna menepuk pipi pangeran Aksara berharap dia bisa bangun.


"Aksara, buka mata mu, dan katakan kalau kau masih hidup"


"Aku masih hidup kakak, kenapa kakak membangunkan aku"


Pangeran Aksara menjawab dengan mata yang masih tertutup rapat.


"Kenapa kau berada di dalam kamar ibunda"


"Aku ingin menjaga Bulan, dan ibunda juga sudah ngizinin aku untuk menjaganya"

__ADS_1


"Tapi kita masih belum tau siapa wanita yang sudah kau bawa ke sini, dan dengan mudahnya kau malah menjaganya di kamar yang sama, kalau semisal dia penyusup bagaimana"


"Dia wanita baik-baik, dia bukan penyusup, hentikan ocehan mu dan pergi dari sini, aku ingin tidur, jangan ganggu tidur ku"


Usir pangeran Aksara dengan mata yang masih tertutup.


"Berani sekali kau mengusir ku, aku ini kakak mu, dan kau dengan mudahnya ngusir aku hanya demi wanita asing itu"


"Kakak, ini masih malam, aku tidak mau bertengkar dengan mu di tengah malam seperti ini, sekarang kau pergi saja dari sini, aku ingin tidur, Bulan tidak akan berniat jahat pada ku, dia wanita baik-baik, kau jangan khawatir"


"Kau dan dia masih belum menikah, jadi kembalilah ke kamar mu, jangan berada di sini, tidak baik"


"Aku tau, aku tidak akan melakukan apapun padanya, kakak tidak udah khawatir, adik mu ini anak baik-baik, tak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak padanya, sekarang kembali ke kamar kakak, jangan berada di sini"


Pangeran Arjuna yang terus di usir oleh pangeran Aksara mulai kesal.


"Adik tidak berguna, dia malah mengusir ku demi wanita lain" batin pangeran Arjuna.


"Baiklah aku akan pergi, ingat jangan lakukan apapun pada wanita itu, jika sampai kau berani, aku akan memegal kepala mu"


Pangeran Aksara hanya membalas dengan dehaman.


Mata pangeran Aksara masih tertutup rapat, kemudian pangeran Arjuna keluar dari dalam kamar meninggalkan adiknya dan peri Bulan berduaan.


Setelah merasa pangeran Arjuna sudah pergi, mata pangeran Aksara terbuka.


"Kenapa kakak tau jika aku berada di sini, siapa yang sudah ngasih tau, untung saja dia tidak menyeret ku keluar dari dalam kamar ini"


Lega pangeran Aksara yang melihat kakaknya sudah pergi dari dalam kamar ini.


Pangeran Aksara berjalan mendekati peri Bulan yang masih memejamkan mata, ia lalu duduk di dekat peri Bulan.


"Kapan matanya akan terbuka, kenapa aku sudah tidak sabar untuk bertanya banyak hal padanya, semoga saja besok dia bisa siuman dan aku bisa tau dia berasal dari mana"


Pangeran Aksara menatap wajah peri Bulan yang begitu tenang.


"Semoga kau bukan berasal dari penduduk di kerajaan Fanjafan"


Pangeran Aksara terus menatap wajah peri Bulan yang masih tidak sadarkan diri.


Pangeran Aksara melirik ke arah jam yang masih menunjukkan pukul 1 malam.


"Beberapa jam lagi matahari akan terbit dan kau akan bilang semuanya pada ku tentang siapa diri mu yang sebenarnya"


Pangeran Aksara tersenyum, ia sudah tidak sabar menunggu matahari terbit.

__ADS_1


Sembari menunggu matahari terbit pangeran Aksara kembali ke sofa untuk melanjutkan mimpinya yang terjeda.


__ADS_2