Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Orang misterius


__ADS_3

"Toba-toba kau harus cari siapa yang sudah berani ngebebasin peri Lofair, aku ingin tau kenapa dia berani sekali ngebebasin peri Lofair yang sudah terkurung di dalam botol selama bertahun-tahun lamanya"


Perintah peri Bilqis pada Toba-toba.


"Aku akan berusaha untuk mencari tau, kau tenang saja, masalah itu serahkan saja pada ku, aku ini kan hebat"


Peri Bilqis mengembuskan napas mendengar anak buahnya yang begitu percaya diri.


"Peri Bilqis aku mendengar kalau peri Lofair mau menguasai alam peri, kau tidak bisa biarkan hal itu terjadi"


"Aku memang tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku tidak mau kalah pada peri Lofair, dia itu tidak ada apa-apanya dengan ku"


"Tapi peri Bilqis, peri Lofair itu dapat menghancurkan perisai yang sudah para peri buat, sedangkan engkau tidak bisa, jadi di sini yang sebenarnya tidak ada apa-apanya itu ka-


Toba-toba tak jadi melanjutkan perkataannya karena mata peri Bilqis melotot tajam padanya yang membuatnya langsung memucat.


"Peri Lofair itu tidak ada apa-apanya, dia itu lemah, sedangkan kau sangat kuat melebihi siapapun, bahkan Maharani saja masih berada di bawah mu, kau dengar itu"


Bohong Toba-toba berharap peri Bilqis tidak marah padanya.


"Toba-toba sekarang kau kembali ke alam peri, ganggu para peri agar mereka tidak bisa turun ke bumi, aku tidak mau usaha ku terhambat jika meraka bisa turun ke bumi dan membawa peri Bulan kembali ke alam peri"


"Baik peri Bilqis, aku akan buat mereka tidak akan bisa turun ke bumi"


"Cepat sana pergi"


Toba-toba kemudian menghilang dari dalam alam kegelapan.


"Peri Lofair sudah bebas, ini berita buruk, aku harus bisa menguasai alam peri sebelum dirinya, aku tidak mau kalah dengannya, mau di tarok di mana muka ku jika sampai aku kalah dengannya, aku pasti akan sangat malu dan aku tidak mau itu terjadi, aku harus bertindak cepat sebelum peri Lofair berhasil merebut alam peri dari tangan Maharani"


Peri Bilqis merasa tidak tenang saat mendengar jika peri Lofair yang terkenal jahat berhasil bebas dari penjara yang sudah mengurungnya selama ini.


"Kita lihat siapa yang akan menang nantinya, aku atau dia"


Peri Bilqis sanagt yakin jika dirinya bisa menguasai alam peri meskipun ada peri Lofair yang menjadi lawannya.


Di alam bumi.


Pangeran Arjuna terbangun dari tidurnya, ia melirik adiknya yang tak lain pangeran Shiwa yang masih terlelap dalam tidurnya.


Pangeran Arjuna dengan pelan-pelan beranjak dari tempat tidur dan keluar dari dalam kamar.


Pangeran Arjuna berdiri di depan kamarnya dengan tatapan bingung.


"Aku harus kemana ini, ini masih malam, tidak ada orang yang bangun di jam segini"


"Apa aku ke kamar Aksara saja"

__ADS_1


"Sepertinya itu pilihan yang terbaik"


Pangeran Arjuna berjalan mendekati kamar pangeran Aksara.


Saat membuka pintu bertapa terkejutnya pangeran Arjuna ketika tidak menemukan siapapun di dalam kamar itu.


"Di mana Aksara, kenapa tidak berada di kamarnya"


"Apa dia ada di luar"


"Aku harus cari dia"


Pangeran Arjuna kembali menutup pintu dan berjalan mencari pangeran Aksara.


Pangeran Arjuna mencari pangeran Aksara di istana yang sepi, sama sekali tidak ada orang yang terlihat.


"Tidak ada apapun di sini, pergi kemana Aksara, apa dia berada di dapur"


Feeling pangeran Arjuna.


"Aku harus periksa"


Pangeran Arjuna berjalan menuju dapur tiba-tiba ia melihat seseorang yang tubuhnya di selimuti kain berwarna coklat berjalan dengan perlahan-lahan untuk keluar dari dalam lorong panjang yang terhubung dengan dapur.


"Siapa itu?"


Orang misterius itu tidak menyadari jika ada orang yang sudah melihatnya.


Dengan perlahan-lahan pangeran Arjuna mengikuti orang misterius yang begitu mencurigakan.


"Mau kemana dia, kenapa sepertinya mau masuk ke dalam kamar Thalia, aku harus ikutin dia, aku tidak akan biarkan dia mencelakai adik ku"


Pangeran Arjuna terus mengikuti orang misterius itu dengan pelan-pelan.


Orang misterius itu terus mendekati kamar putri Thalia.


Pangeran Arjuna berhenti di balik tiang, tatapan mata pangeran Arjuna terus tertuju pada orang misterius itu.


Sebelum masuk ke dalam kamar putri Thalia orang misterius itu melihat ke kanan dan kirinya untuk memastikan jika tidak ada orang di sekitarnya.


Setelah di rasa aman, orang misterius membuka pintu dan masuk ke dalam kamar putri Thalia.


"Dia memang benar-benar mau masuk ke dalam kamar adik ku, siapa dia sebenarnya, kenapa dia nekat masuk ke dalam kamar Thalia, aku harus lihat siapa dia, aku harus usir dia sebelum dia mencelakai adik ku"


Pangeran Arjuna keluar dari dalam tempat persembunyian lalu membuka pintu kamar putri Thalia tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Orang misterius terkejut ketika melihat pintu yang tiba-tiba terbuka.

__ADS_1


Orang misterius itu berbalik menghadap ke arah pintu dengan ekspresi terkejut.


"Kakak"


Terkejut putri Thalia yang melihat pangeran Arjuna masuk ke dalam kamarnya.


"Kakak ngapain ke sini?"


Pangeran Arjuna diam, ia melihat kain coklat yang di kenakan oleh orang misterius itu yang kini menyelimuti adiknya, artinya orang misterius yang pangeran Arjuna curigai ternyata adalah adiknya sendiri.


"Kenapa kamu menyamar menjadi penyusup?"


"T-tidak, aku tidak menyamar menjadi siapa-siapa"


Elak putri Thalia yang tak mau ketahuan.


"Lalu kenapa kamu menutupi tubuh mu dan berjalan mengendap-endap seperti penyusup, pergi kemana kamu sebenarnya?"


Putri Thalia menelan ludah, wajahnya langsung memucat karena tertangkap basah oleh kakaknya sendiri.


"Mati aku harus jawab apa" batin putri Thalia di serang rasa panik.


"Kenapa diam saja, jawab pertanyaan kakak"


"I-itu, karena dingin mangkanya aku keluar dengan menyelimuti tubuh ku menggunakan kain ini"


Tergagap putri Thalia saat mengatakan hal itu.


"Kamu pergi kemana tadi?"


"Ke dapur kak untuk ambil minum"


Pangeran Arjuna menatap wajah adiknya yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.


Putri Tahlia yang di tatap seperti itu cemas campur aduk takut pangeran Arjuna tidak percaya dengan apa yang ia katakan.


"Lain kali minta tolong pada dayang jika kamu butuh sesuatu, jangan keluar sendiri"


"Baik kak"


"Sekarang istirahat lah, ini sudah malam"


Putri Thalia mengangguk kemudian pangeran Arjuna keluar dari dalam kamar.


"Huft syukurlah aku tidak ketahuan, kenapa kak Arjuna melihat ku, untung aku bisa nyari alasan"


"Kalau sampai kakak tau aku pergi ke kerajaan Fanjafan untuk menemui pangeran Louis, pasti aku langsung di sidang"

__ADS_1


"Lain kali aku harus hati-hati lagi saat keluar dari dalam istana, aku tidak mau kakak ataupun yang lainnya tau jika aku memiliki hubungan dengan pangeran Louis, bisa-bisa mereka akan membunuh pangeran Louis, aku tidak mau itu terjadi"


Putri Thalia membuka kain coklat itu kemudian beristirahat.


__ADS_2