Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Memperkuat


__ADS_3

Di sisi lain.


Semua peri telah terbangun dari tidur lelapnya.


Mereka semua melangkah menuju tempat di mana Maharani.


"Ibunda"


Panggil mereka yang melihat Maharani diam dengan ekspresi wajah yang sangat cemas, entah apa yang Maharani pikirkan sehingga ia nampak khawatir tanpa sebab.


"Iya"


Seketika lamunan Maharani langsung buyar ketika mendengar suara panggilan itu.


"Ibunda kenapa, kenapa ibunda seperti cemas sekali?"


Penasaran peri Matahari yang melihat raut wajah Maharani yang berubah total.


"Ibunda cerita pada kami, apa yang ibunda cemaskan"


"Ibunda cemas karena peri Lofair telah kembali"


"APA"


Terkejut mereka semua mendengar ucapan Maharani, karena peri Lofair adalah peri yang sangat jahat dan kuat.


"Kenapa peri Lofair bisa kembali?"


"Dia kan berada di dalam goa"


"Bagaimana caranya dia bisa keluar?"


"Tidak mungkin dia bisa keluar"


"Ibunda pasti bohong bukan?"


Beragam pertanyaan itu terus mereka ajukan karena sungguh mereka begitu shock saat mendengar jika peri jahat yang telah membuat mereka resah dulu kini hadir kembali.


"Ibunda tidak berbohong, peri Lofair memang kembali, tadi malam dia menemui bunda, bunda begitu cemas kalau dia akan kembali melakukan kejahatan yang akan membuat kita kesulitan lagi, kalian tidak lupa bukan apa yang menjadi tujuan utamanya"


Khawatiran Maharani sejak tadi.


"Kita tidak lupa ibunda, bagaimana bisa kita melupakan peri Lofair yang sudah membuat bangsa peri sengsara"


"Mangkanya itu ibunda sangat khawatir jika dia kembali mengganggu ketenangan kita"


"Kita harus hentikan dia ibunda, kita tidak boleh biarkan dia melakukan kejahatan lagi"

__ADS_1


"Ibunda juga ingin menghentikannya, tapi"


Perkataan Maharani menggantung yang membuat mereka semua semakin penasaran.


"Tapi apa ibunda?"


"Tapi ibunda merasa aneh, kenapa peri Lofair bisa keluar dari dalam botol itu, siapa yang sudah ngebebasin dia, tak mungkin dia bebas dengan sendirinya"


Penasaran Maharani pada oenah yang sudah membebaskan peri Lofair.


"Iya juga, kenapa peri Lofair bisa keluar, siapa yang sudah ngebebasin dia, aku merasa pasti ada orang yang sudah ngebebasin dia, tapi siapa?"


"Peri Bilqis, pasti dia yang sudah bebasin peri Lofair"


Semua tatapan langsung tertuju pada peri Awan.


"Tapi peri Bilqis dan peri Lofair itu bermusuhan, tak mungkin peri Bilqis yang sudah membebaskan peri Lofair"


Yakin Maharani akan hal itu.


"Mungkin saja peri Bilqis ngebebasin peri Lofair dengan tujuan untuk bekerjasama, mereka kan dari dulu ingin sekali menguasai alam peri, mungkin dengan cara ini mereka bisa menguasai alam peri"


"Batul juga"


"Bahaya ini, alam peri dalam bahaya jika benar peri Bilqis dan peri Lofair bekerjasama, kita harus pasang perisai yang kuat agar kedua peri itu tidak bisa keluar masuk ke dalam alam peri seenak mereka"


"Iya, kita harus perkuat perisai agar peri jahat tak masuk ke dalam alam peri"


"Kalian satukan ketakutan untuk memperkuat perisai yang ada di tangga istana, nanti sehabis kalian kembali dari bumi, kita harus pasang perisai di perbatasan alam peri dan alam kegelapan agar tidak ada peri jahat yang masuk ke dalam alam peri"


"Baik ibunda, ayo kita satukan kekuatan kita agar tidak ada peri jahat yang bisa dengan mudah masuk ke dalam istana ini"


Mereka semua mengangguk mendengar ucapan peri Matahari.


Mereka menyatukan kekuatan untuk memperkuat perisai yang berada di tangga istana.


Satu persatu kekuatan para peri menyatu membentuk bola yang besar dan cahayanya begitu terang.


Bola itu berada di tengah-tengah mereka.


Maharani kemudian membantu mereka untuk memperkuat perisai agar tak mudah di hancurkan oleh peri jahat atupun orang jahat lainnya yang berniat jahat pada alam peri.


Bola kristal yang terbuat dari perpaduan kekuatan itu mereka arahkan pada tangga istana yang panjang dan sangat banyak.


Splash


Bola kristal itu lenyap saat jatuh tepat pada tangga yang panjang dan tinggi itu.

__ADS_1


"Dengan begini tak akan ada orang yang bisa masuk ke dalam istana ini dengan mudah"


Maharani melihat tangga itu yang kini di aliri listrik sebagai perisai.


"Siapa saja yang menginjaknya akan tersengat listrik itu, dan itu berlaku pada orang asing yang bukan berasal dari alam peri yang berada di sini"


"Ibunda apakah aliran listrik itu berfungsi di malam harus saka?"


Penasaran peri Mentari karena perisai yang sebelumnya hanya aktif saat di malam hari.


"Tidak, sengatan listrik itu aktif di setiap waktu berjalan, aku yakin tidak akan ada orang yang bisa menghancurkan perisai itu"


Yakin Maharani dengan senyuman manis saat matanya menatap perisai yang kini telah anak-anak dan dirinya buat.


"Tunggu-tunggu bunda bilang kalau peri Lofair menemui bunda, bunda dan peri Lofair bertemu di mana emangnya?"


Penasaran peri Pelangi yang teringat pada ucapan Maharani.


"Peri Lofair masuk ke dalam istana ini, dia dengan mudah menghancurkan perisai yang sudah kalian buat, bunda juga heran kenapa dia bisa masuk ke dalam istana ini padahal di tangga terdapat perisai yang sudah kalian buat"


"Jadi artinya perisai yang dulu kita buat itu tidak ada apa-apanya di hadapan peri Lofair?"


Terkejut peri Mentari mendengar hal itu.


"Benar, perisai yang kalian buat itu tidak ada apa-apanya di depan peri Lofair, peri Lofair itu peri yang sangat kuat, mangkanya bahaya kalau dia sampai kembali berusaha untuk menguasai alam peri"


"Terus gimana ini ibunda, kami tidak mau peri Lofair masuk ke dalam istana lagi dan akan membuat kekacauan"


Kekhawatiran peri Awan jika hal itu benar terjadi.


"Tenanglah, peri Lofair tidak akan bisa masuk ke dalam lagi, karena perisai ini jauh lebih kuat dari pada sebelumnya, kalian tidak usah khawatir, bunda tak akan biarkan dia leluasa bergerak di dalam peri ini"


"Ibunda sebelumnya peri Lofair itu di kurung di mana?"


Penasaran peri Bintang.


"Di dalam botol khusus, botol itu ibunda simpan di dalam goa yang di sana ada banyak sekali botol-botol yang berisikan peri jahat yang sudah berhasil ibunda dan para terdahulu kurung"


"Tapi masalahnya kenapa peri Lofair bisa bebas dari dalam botol itu?"


"Ibunda juga tidak tau, nanti setelah kalian sudah berhasil membawa peri Bulan kembali, kalian selidikilah siapa yang sudah ngebebasin peri Lofair, bunda merasa ada seseorang yang sudah membantu peri Lofair untuk keluar dari dalam botol itu"


"Kenapa ibunda seyakin itu?"


"Karena tidak mungkin peri Lofair bisa keluar dari sana tanpa bantuan orang lain, pasti ada yang sudah membantunya"


"Baik ibunda, kami akan selidiki setelah berhasil membawa peri Bulan kembali ke dalam alam peri"

__ADS_1


"Sekarang kalian bersiap-siaplah, baru setelah itu turun ke bumi dan bawa peri Bulan kembali ke alam peri"


Mereka semua mengangguk lalu mulai bersiap-siap.


__ADS_2