
Peri Bilqis sampai di bumi tepatnya di tempat yang lapang dan luas sekali.
Dari posisinya berdiri dia sudah dapat melihat kerajaan Mataram yang megah itu.
"Itu kerajaan yang Toba-toba maksud, aku harus ke sana, aku harus cari peri Bulan baru setelah itu ajak dia pergi ke alam peri bersama ku, maka rencana ku untuk menguasai alam peri dapat terkabulkan"
Senyuman penuh kelicikan terukir di wajah peri Bilqis yang di pikirannya hanya penuh dengan rencana buruk pada peri Bulan dan alam peri.
"Sebelumnya aku harus berubah menjadi orang lain dulu, biar tidak ada orang yang tau kalau aku bukan manusia"
"Aku mau berubah menjadi siapa?"
Bingung peri Bilqis yang tak memiliki rencana untuk menyamar menjadi siapa saat melakukan rencana ini.
"Apa aku berubah menjadi rakyat biasa saja"
"Tapi, bisakah aku masuk ke dalam kerajaan itu kalau aku menjadi rakyat biasa"
"Sepertinya akan sulit, aku harus pikirkan betul-betul mau jadi siapa yang sekiranya aku bisa masuk ke dalam istana itu"
Peri Bilqis mulai berpikir.
Di saat peri Bilqis sedang berpikir tiba-tiba telinga peri Bilqis mendengar suara langkah kaki.
"Gawat, ada manusia yang mendekat, aku harus sembunyi, dia tidak boleh lihat aku dalam wujud seperti ini"
Panik peri Bilqis yang takut ketahuan.
Peri Bilqis melihat ke sampingnya yang terdapat pohon besar, ia langsung bersembunyi di balik pohon itu.
tap
tap
tap
Suara langkah kaki itu mendekati peri Bilqis.
Peri Bilqis diam dengan melihat siapa pemilik suara itu.
Seorang dayang dengan memegang keranjang buah yang terbuat dari kayu hendak kembali ke istana.
"Apa dia dayang di istana itu"
Peri Bilqis mengamati dayang itu dengan seksama.
"Dari penampilannya memang iya, hmm aku punya cara untuk masuk ke dalam kerajaan itu tanpa harus ketahuan"
Senyuman terukir di wajah peri Bilqis saat ia menemukan sesuatu yang sangat menguntungkan baginya.
Splash
Peri Bilqis menembakkan sihir pada dayang itu.
Dayang yang terkena kekuatan peri Bilqis langsung tidak sadarkan diri.
Peri Bilqis keluar dari tempat persembunyiannya dan mendekati dayang itu.
"Sepertinya kalau aku menyamar menjadi dayang tak akan ketahuan"
__ADS_1
"Di dalam istana itu kan banyak sekali dayang, tak mungkin ada yang mengenali ku"
Peri Bilqis melihat dayang itu yang tidak sadarkan diri karenanya.
Peri Bilqis kemudian merubah penampilannya persis seperti dayang itu.
"Dengan begini semua orang tidak akan tau kalau aku bukan manusia hahahaha"
Tawa peri Bilqis menggelegar dahsyat.
"Dayang tetaplah diam di sini, posisi mu aku pinjam dulu"
Setelah mengatakan hal itu peri Bilqis berjalan dengan memegang keranjang buah itu.
Peri Bilqis berjalan hendak masuk ke dalam istana.
"Tunggu"
Cegah prajurit yang membuat langkah peri Bilqis langsung terhenti.
"Sial" batin peri Bilqis yang takut ketahuan.
"Bilqis tenanglah, semuanya akan baik-baik saja, mereka tidak akan ngenalin kamu" batin peri Bilqis berusaha untuk tenang.
Peri Bilqis berbaik badan menghadap ke arah prajurit dengan ekspresi setenang mungkin seperti tidak ada yang terjadi sedikitpun.
"Ada apa?"
"Jangan masuk lewat sana, masuk lewat belakang, apa kau dayang baru sehingga tidak tau hal itu?"
"Akkkhh sial, kenapa aku tidak tau" batin peri Bilqis.
"Belajarlah pada yang lain kalau ada sesuatu yang tidak kau ketahui, sekarang kau bisa pergi"
Peri Bilqis bernapas lega ia berjalan menuju pintu belakang.
"Kenapa aku tidak tau kalau dayang tidak boleh masuk lewat pintu depan, kenapa Toba-toba tidak bilang tentang hal ini, untung saja mereka tidak ngenalin aku"
Peri Bilqis masuk ke dalam istana dari pintu belakang, kebetulan pintunya tidak di kunci.
"Dayang mana buah-buahan yang sudah aku minta?"
"Ini"
Peri Bilqis memberikan keranjang buah itu pada putri Thalia.
"Terima kasih"
Senang putri Thalia karena buah-buahan itu akan ia hadiahkan pada peri Bulan yang memang vegetarian.
"Sama-sama"
Peri Bilqis mengamati putri Thalia yang penampilannya jauh berbeda dari pada dirinya.
"Siapa dia, kenapa dia tidak sama seperti ku, apa mungkin dia putri di kerajaan ini, sepertinya memang iya" batin peri Bilqis.
"Aku akan berikan buah-buahan ini pada Bulan, dia kan vegetarian"
"Dia pasti suka"
__ADS_1
"Aku harus temuin dia"
Dengan senang hati putri Thalia berjalan menuju kamar pangeran Aksara yang kini di tempati oleh peri Bulan.
"Apa dia bilang, Bulan, vegetarian, apa mungkin peri Bulan yang dia maksud"
"Ku rasa memang benar, di sini hanya peri Bulan yang pasti vegetarian, selama ini dia kan cuman makan buah-buahan, tidak pernah sama sekali memakan daging maupun telur"
"Aku harus ikutin dia, aku harus temuin peri Bulan dan ajak dia pergi dari sini"
Peri Bilqis dengan perlahan-lahan mengikuti putri Thalia dari belakang.
"Aku harus bisa temuin peri Bulan secepatnya lalu bawa dia pergi dari sini karena aku tidak mau para peri itu mendahului ku"
Peri Bilqis terus berjalan mengikuti putri Thalia dari belakang.
"Dayang"
Panggil seseorang yang membuat langkah peri Bilqis terhenti.
Peri Bilqis menghadap ke belakang.
"Kenapa?"
Dengan ekspresi wajah biasa peri Bilqis bertanya pada dayang senior yang memanggilnya.
"Carilah buah-buahan di dalam hutan, karena nanti malam akan ada acara jamuan besar"
"Baik"
Setelah mendengar jawaban peri Bilqis, dayang itu kemudian pergi dari sana.
"Siapa dia, kenapa berani-beraninya dia menyuruh ku, dia pikir aku babunya apa"
Tak terima peri Bilqis yang di perlukan kayaknya babu di dalam istana ini namun yang bisa peri Bilqis lakukan hanya diam karena jika dia memberontak maka dia juga yang akan terkena masalah.
Peri Bilqis tiba-tiba teringat pada tujuan awalnya.
"Oh iya aku datang ke sini untuk ngajak peri Bulan kembali ke alam peri, kenapa aku bisa ngelupain hal itu, ini semua gara-gara dayang tak berguna itu"
"Kalau dia tidak mengganggu, aku tidak mungkin melupakan tujuan awal ku"
Peri Bilqis menyalahkan dayang itu karena hal ini.
"Aku harus cari peri Bulan secepatnya, lama-lama berada di sini tidak aman"
Peri Bilqis kembali berjalan.
"Tunggu-tunggu kemana putri tadi, kenapa sudah tidak ada, pergi kemana dia, kenapa cepat sekali"
Peri Bilqis melihat ke kanan dan kirinya namun tidak dapat menemukan putri Thalia yang tadi ia ikuti.
"Sial aku kehilangan jejaknya"
Pekik peri Bilqis yang geram sekali.
"Arrrrgghh bagaimana ini, ini semua gara-gara dayang itu, awas saja dia, aku akan beri dia pelajaran, biar dia tau rasa"
Gerak peri Bilqis yang marah besar.
__ADS_1