
Paman Sam mengangguk, ia tau kalau yang namanya kematian tidak akan bisa di hentikan meskipun mau lari sejauh apapun kalau waktunya ajal menjemput, tidak akan ada yang bisa menghentikan.
"Jadi benar apa yang pangeran Yudis bilang kalau paman Sam alias paman Kartos bukan paman Sam yang asli"
Pangeran Aksara teringat ucapan kakaknya beberapa tahun yang lalu yang menyebutkan kalau paman Kartos bukan paman Sam namun tidak ada yang percaya, semua orang membantah keras ucapan pangeran Yudis.
"Iya, sekarang ayah percaya kalau Sam yang selama ini tinggal bersama kita bukanlah adik ayah, untung pangeran Shiwa sudah berhasil bebasin Sam, kalau tidak mungkin selamanya kita tidak akan tau kebenaran ini" jawab raja yang merasa senang kala kebusukan paman Kartos akhirnya dapat di ketahui juga.
"Aku akhir-akhir ini memang curiga pada paman Sam, aku mulai mencari tau sedikit demi sedikit tentangnya hingga aku tau kalau ternyata dia bukan paman Sam yang asli" penyelidikan pangeran Shiwa akhirnya membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.
"Ayah bangga pada mu" raja menepuk pundak pangeran Shiwa karena berkat pangeran kecil itu semua kebohongan akhirnya dapat terbuka.
Pangeran Shiwa hanya tersenyum, ia gembira ayahnya memujinya.
"Ayah bagaimana dengan pangeran Yudis, dia masih belum kembali, dia pasti sekarang masih ada di dalam gubuk reyot yang ada di tengah hutan"
Pangeran Yudis selama ini pergi dari kerajaan Mataram karena apa yang dia bilang tentang paman Sam tak ada yang percaya, ia kecewa dan memilih mengasingkan diri dari dunia khususnya kerajaan beberapa tahun ini.
"Jemput dia, bawa kemari, sudah lama ayah tidak melihatnya, bilang padanya kalau dia benar, apa yang dia bilang semuanya benar" suruh raja.
"Baik ayah, aku akan mengatakan semuanya padanya, aku juga sudah sangat merindukannya" pangeran Aksara senang karena pada akhirnya kakaknya akan kembali berkumpul di dalam istana ini setelah sekian lama.
"Kakak aku ikut, aku ingin ke sana juga" pangeran Shiwa ingin sekali ikut menjemput pangeran Yudistira.
"Ayo, kita harus bawa dia pulang"
Pangeran Shiwa mengangguk dengan tersenyum, lalu keduanya bergegas pergi dari istana untuk menjemput pangeran Yudistira.
"Sam kau istirahatlah di kamar mu, apa kau masih ingat di mana letak kamar mu?" paman Sam mengangguk, ia masih tidak lupa di mana kamarnya.
"Iya kakak, aku masih ingat" jawab paman Sam.
__ADS_1
"Sekarang kamu istirahatlah di sana, nanti malam akan ada acara pertemuan besar dengan kerajaan Saktira Bharat" suruh raja.
"Pertemuan apa kak?"
"Pertemuan untuk membahas pertunangan dan juga pernikahan pangeran Aksara dengan putri Arumi, mereka sudah pada dewasa, jadi lebih baik segera di nikahkan agar tapi silaturahm dengan kerajaan Saktira Bharat semakin erat" jawab raja.
"Tapi kakak anak pertama kakak pangeran Yudis masih belum menikah, bagaimana mungkin pangeran Aksara mendahului pangeran Yudis dan pangeran Arjuna, dalam peraturan keluarga tidak boleh mendahului harus urut dari yang tertua sampai yang paling muda"
"Aku tau Sam, aku akan menikahkan pangeran Yudis secepatnya, aku tidak akan melanggar aturan yang berlaku itu walaupun kerajaan Saktira Bharat mendesak ku untuk segera menikahkan putri Arumi dengan pangeran Aksara" jawab raja.
"Baguslah kalau seperti itu, tapi apa kakak sudah menemukan gadis yang cocok untuk pangeran Yudis dan pangeran Arjuna?"
"Kalau untuk pangeran Arjuna sudah, tapi untuk pangeran Yudis masih belum, aku akan mencarinya, kalau perlu aku akan membuat sayembara untuk bisa memilih wanita yang cocok untuk bersanding dengan pangeran Yudis" jawab raja.
"Jangan kakanda, kalau mengadakan sayembara adinda hanya tidak mau kalau kita salah memilih gadis untuk pangeran Yudis" tak setuju ratu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, kita harus mencari gadis untuk pangeran Yudis secepatnya, karena kerajaan Saktira Bharat pasti ingin putri Arumi segera menikah?" bingung raja karena ia tidak melakukan persiapan sebelumnya.
"Begini saja kakanda, kita tunggu pangeran Yudis kembali, dia harus tau hal ini dulu, kita minta persetujuhannya dulu" saran ratu.
Mereka semua menunggu kedatangan pangeran Aksara, Yudistira dan juga Shiwa.
Di sisi lain.
Pangeran Arjuna menunggangi kudanya, ia sedang berburu bintang di dalam hutan, ia memang sangat suka berburu, dia pasti selalu berburu ketika ada waktu luang.
Pangeran Arjuna membidik panahnya ke arah rusa yang berada tak jauh dari posisinya.
Saat pangeran Arjuna hendak melepaskan anak panahnya tiba-tiba rusa itu berlari masuk ke dalam semak-semak saat ada orang yang berlari mendekatinya.
"T-tolong aku, tolong selamatkan aku" titah seorang gadis cantik yang mengenakan gaun pengantin, ia terlihat ketakutan karena di kejar-kejar oleh orang jahat.
__ADS_1
Pangeran Arjuna diam, ia terus melihat ke arah gadis itu yang terus meminta bantuan padanya.
"T-tolong aku, tolong aku dari dia, aku mohon pada mu" sekali lagi gadis cantik itu memohon pada pangeran Arjuna, wajahnya tampak ketakutan saat dua orang jahat yang mengejarnya kini sudah berada tak jauh darinya.
"Siapa kau, kenapa mereka mengejar mu?" pangeran Arjuna menurunkan panahnya.
"Dia ingin membunuh ku, aku tidak mau mati, aku mohon pada mu bawa aku pergi dari sini" jawab gadis itu dengan gemetaran.
Pangeran Arjuna menatap ke arah dua orang jahat yang mengejar gadis itu dengan membawa senjata tajam.
"Siapa kalian, kenapa kalian ingin membunuh dia?" kedua orang jahat itu mendekat.
"Dia sudah melarikan diri dari pernikahannya, kami ingin membawanya kembali ke sana, kau jangan ikut campur" jawab salah di antara mereka yang tubuhnya agak gembul dan wajahnya yang terlihat galak.
"Aku tidak mau menikah dengannya, aku tidak mau menikah, tuan tolong selamatkan aku, aku mohon pada mu" titah gadis itu dengan air mata yang terus mengalir.
"Dia tidak ingin menikah, mengapa kau memaksanya?"
"Orang tuanya mempunyai hutang pada juragan Doni, mau tidak mau dia harus menikah dengan juragan Doni" jawab orang jahat itu.
"Aku tidak mau menikah, aku tidak mau menikah dengannya, tuan tolong bantu aku, aku mohon pada mu" pangeran Arjuna merasa iba melihat gadis itu yang sepertinya sangat tertekan.
"Aku akan membantu mu, cepat naik, kita harus pergi dari sini" dengan cepat gadis itu naik ke kuda pangeran Arjuna.
Kuda hitam itu kemudian berlari meninggalkan mereka yang panik.
"Tidakkk, jangan pergi" teriak mereka mengejar kuda hitam itu.
Kuda itu terus berlari keluar dari dalam hutan meninggalkan mereka berdua yang berlari dengan panik mengejar kuda itu.
"Arrrrgghh dia pergi bagaimana ini?" si gembul itu berteriak ketika usahanya untuk membawa gadis itu kembali gagal.
__ADS_1
"Lebih baik kita kembali saja, percuma kita mengejarnya, kita tidak akan bisa" jawab temannya.
Si gembul setuju lalu keduanya kembali ke desa kecil yang terletak di perbatasan antara kerajaan Mataram dengan kerajaan Saktira Bharat.