
"Kenapa tidak mungkin ayah, kenapa tidak mungkin, aku mencintai putri Thalia, aku ingin menikahinya tapi kenapa ayah tidak merestui hubungan ku dengannya"
"Ayah memang tidak mau merestui hubungan kalian, karena kerajaan Mataram itu sudah membunuh kakek dan nenek mu, ayah tidak mau diam saja, mereka harus binasa"
Pangeran Louis tertawa penuh ejekan di dalamnya mendengar jawaban raja Namrud.
"Kenapa kau tertawa?"
Marah raja Namrud yang melihat tindakan putra sulungnya itu.
"Ayah, ayah, kerajaan Mataram tidak pernah membunuh kakek dan nenek, ayah saja yang tidak pernah mau menerima fakta kalau kakek dan nenek meninggal karena di bunuh oleh orang lain, bukan orang-orang di kerajaan Mataram"
"Itu tidak mungkin, ayah yakin kalau kakek dan nenek mu meninggal gara-gara ulah mereka, mereka itu memang jahat, mereka sudah membunuh kakek dan nenek mu hingga sesadis itu"
"Kalau mereka jahat lalu ayah apa, keji itu bukan"
"TUTUP MULUT MU PANGERAN LOUIS"
Amuk raja Namrud yang langsung meradang saat mendengar kata-kata hinaan yang keluar dari mulut anaknya sendiri.
"Kenapa ayah, kenapa aku harus diam, ini semua benar kan"
Raja Namrud hendak bicara.
"Apa, ayah mau membantah fakta itu, apa aku akan bilang semua kebusukan yang sudah ayah lakukan hah"
"Katakan saja, ayah mau dengar"
Tak takut raja Namrud tentang ancaman pangeran Louis.
"Pertama ayah menghukum orang-orang yang melewati garis perbatasan antara kerajaan Fanjafan dengan kerajaan Mataram dengan sadisnya, kedua ayah membunuh ibu kandung ku dengan tangan ayah sendiri"
"Apa itu belum cukup untuk mengungkapkan betapa kejamnya ayah ku selama ini"
"Apakah aku harus sebut semuanya agar ayah sadar siapa yang saat sebenernya jahat"
"DIAM"
"Kenapa ayah, kenapa ayah menyuruh ku diam, ayah pikir aku tidak tau mana ibu kandung ku sebenarnya, ayah salah besar, aku sudah tau siapa ibu kandung ku dan ia saat ini sudah tiada itu semua gara-gara AYAH, ayahlah penyebab kematiannya dan untuk menutupi kesalahan ayah, ayah menikah dengan ratu kencana itu untuk menjadi ibu sambung ku, tapi maaf ayah ibu kandung ku tidak bisa di gantikan dengan ratu kencana yang sebelas dua belas dengan ayah"
Hina pangeran Louis pada ratu yang memang kejam seperti halnya dengan ayahnya sendiri.
"Pangeran Louis jaga bicara mu"
Marah raja Namrud yang mendengar langsung pangeran Louis yang menghina ratu Naina.
"Aku tidak mau ayah, sungguh kali ini aku sangat kecewa pada mu, dan untuk itu aku tidak mau menuruti mu lagi, aku tau kau mau menjodohkan aku dengan putri di kerajaan Tramsarya itu untuk kepentingan kerajaan, maka dari itu aku pangeran Louis menolak perjodohan itu dalam keadaan yang sesadar-sadarnya"
"Kalau kau menolak perjodohan itu, ayah akan membunuh putri Thalia di depan mata mu agar kamu tau betapa kejamnya ayah mu sendiri, kau tadi bilang ayah mu kejam bukan, maka ayah akan melakukannya dan kau akan lihat seperti apa kekejaman ayah"
"Prajurit"
Teriak raja Namrud keras.
Seketika prajurit yang mendengar hal itu langsung mendekat.
__ADS_1
"Cepat culik putri Thalia dan bawa ke sini"
"Baik Baginda"
"Ayah jangan lakukan itu, jangan apa-apakan putri Thalia, aku tidak mau dia terluka, tolong hentikan prajurit itu, jangan sampai dia membuat putri Thalia kenapa-napa"
Mohon pangeran Louis yang takut jika putri Thalia akan benar-benar di celakai oleh ayahnya sendiri.
Raja Namrud diam, ia masih belum menarik prajurit yang ia perintahkan untuk menculik putri Thalia.
"Ayah aku mohon pada mu, tolong jangan apa-apakam putri Thalia, aku tidak mau dia terluka ayah, aku mohon hentikan prajurit itu, aku tidak mau putri Thalia terluka"
Mohon pangeran Louis kembali namun raja Namrud tidak menggubrisnya.
"Ayah aku mohon tarik prajurit itu, aku mohon pada mu, tolong kasihanilah putri Thalia, dia itu tidak bersalah, jangan bawa-bawa dia, tolong lepaskan dia"
Sekali lagi pangeran Louis memohon pada raja Namrud namun tidak ada tanggapan, raja Namrud tetap diam tanpa mau mencabut perintahnya itu.
"Oke aku mau menikah dengan putri di kerajaan Tramsarya, tapi cabut dulu perintah ayah"
Senyuman terukir di wajah raja Namrud saat mendengar sesuatu yang sudah ia nanti-nanti.
"Baiklah ayah akan mencabutnya, kau tidak usah khawatir, putri Thalia akan baik-baik saja"
Mendengar hal itu pangeran Louis tidak tau mau senang atau sedih.
Di satu sisi ia tidak mau menikah dengan orang yang tidak ia cintai, di sini lain dia ingin menikahi putri Thalia namun sayangnya dia tidak bisa sebab ancamannya ayahnya tidak bisa di diamkan saja begitu saja.
Pangeran Louis hendak pergi dari sana.
Pangeran Louis berhenti sebentar, ia tidak melihat ke arah ayahnya karena ia sungguh sangat kecewa padanya.
Kemudian setelah mendengar hal itu pangeran Louis kembali meneruskan perjalannya.
"Ayah"
Panggil putri Utami yang sedari tadi diam saja.
"Kau tidak boleh menolak, cepat kembali ke kamar mu, jangan coba-coba keluar dari dalam istana ini ingat itu baik-baik"
Putri Utami menghembuskan napas lalu berjalan menuju kamarnya dengan langkah lemas.
"Dengan begini anak-anak ku tidak akan ada yang melawan ku, mereka kira aku akan diam saja, tidak, mereka pasti tidak akan bisa menolak seperti dugaan ku"
Senang raja Namrud karena anak-anaknya tidak ada yang berkutik.
"Hmm untuk lebih senangnya lagi, aku harus kasih tau hal ini pada Sam, dia pasti akan senang mendengarnya haha"
Tawa raja Namrud yang suka sekali melihat paman Sam tertekan.
"Aku harus temuin dia, dia harus tau berita ini"
Dengan senyuman penuh kelicikan di dalamnya, raja Namrud berjalan menuju penjara untuk memberitahukan berita yang pastinya tak menyejukkan hati paman Sam.
Saat sampai di penjara raja Namrud tertegun ketika mendapati penjara itu yang kosong.
__ADS_1
"Kemana semua tawanan, kenapa tidak ada di sini"
Panik raja Namrud yang melihat itu semua.
"Prajurit"
Teriak raja Namrud dengan sangat keras.
Prajurit langsung menghampiri raja Namrud.
"Ada apa Baginda?"
"Kenapa semua tawanan tidak ada di tempatnya?"
Mereka yang baru sadar akan hal itu juga merasa sangat terkejut.
"Kami juga tidak tau Baginda"
"Kenapa kalian bisa tidak tau, apa kalian tidak menjaga penjara ini sehingga ada orang yang membebaskan tawanan kita"
Mereka diam, tidak ada yang berbicara.
"Aaah kalian benar-benar payah"
Amuk raja Namrud yang melihat keteledoran prajuritnya.
"Sam, aku harus lihat Sam, aku harus pastikan dia tidak ikut hilang juga"
Raja Namrud teringat pada paman Sam.
Dengan cepat dia membuka pintu ruangan rahasia dan masuk ke dalam kamar tempat paman Sam di sekap selama ini.
Tetapi kamar itu kosong, tidak ada siapapun di dalamnya.
"TIDAKKK"
Teriak raja Namrud yang kehilangan paman Sam.
"Kenapa Sam bisa keluar, siapa yang sudah bebasin dia, aku harus cari tau"
Raja Namrud kembali ke depan.
"Prajurit cari tau siapa yang sudah membebaskan tawanan ku dan cari juga Sam, aku rasa dia masih berada di sekitar sini"
"Baik Baginda"
Mereka semua langsung menjalankan perintah raja.
"Bahaya ini, kalau sampai Sam kembali ke kerajaan Mataram, nyawa Kartos akan dalam bahaya"
"Aku harus bisa temukan dia secepatnya"
Raja Namrud langsung di landa rasa tegang setelah tau bahwa paman Sam telah keluar dari dalam penjara.
Namun yang bisa ia lakukan hanya diam sambil menunggu informasi dari para prajuritnya yang sedang berusaha mencari paman Sam.
__ADS_1