Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Syarat peri Bilqis


__ADS_3

Maharani keluar dari dalam istana yang megah dan besar itu ia berniat akan turun ke bumi untuk mencari keberadaan peri Bulan yang masih tidak di ketahui berada di mana.


Saat sudah menuruni anak tangga itu betapa terkejutnya Maharani saat melihat peri Bilqis dan Toba-toba yang muncul di depannya.


"Peri Bilqis, kenapa dia ada di sini, apa yang dia inginkan, aku harus waspada" batin Maharani.


Tawa peri Bilqis langsung terdengar ketika melihat Maharani yang menjadi tujuannya datang ke sini.


"Mau apa kalian ke sini?" sinis Maharani yang tau pasti ada sesuatu yang buruk yang sedang mereka rencanakan padanya dan juga alam peri.


"Maharani apakah kau tau kalau kami akan datang ke sini sehingga kau menyambut kami?" terlalu percaya diri peri Bilqis.


"Cepat katakan, apa yang ingin kalian lakukan!" tak bersahabat Maharani, ia tau peri Bilqis datang ke sini pasti ada sesuatu yang dia inginkan, tak mungkin seorang peri Bilqis datang tanpa tujuan apa-apa.


Ekspresi peri Bilqis langsung berubah menjadi sinis dan sangat arogan.


"Apalagi kalau bukan merebut alam peri, kau tau bukan kalau aku ingin sekali menguasai alam peri ini, lalu mengapa kau masih nanya lagi"


"Dan aku tidak akan membiarkan kau menguasai alam peri" tegas Maharani tak main-main.


Peri Bilqis dengan tipu muslihatnya berjalan memutari tubuh Maharani yang saat ini tak bersahabat dengannya.


"Maharani aku datang ke sini dengan tujuan baik-baik, aku meminta alam peri pada mu apakah kau mau memberikannya pada ku?"


"Jangan mimpi aku akan memberikan alam peri ini pada mu peri Bilqis"


"Maharani kau jangan kasar-kasar pada ku, karena aku itu punya rahasia besar mu, bagaimana kalau rahasia besar mu di ketahui oleh anak-anak mu, kau pasti akan hancur bukan"


"RAHASIA, rahasia apa, aku tidak punya rahasia apapun, kau jangan mengarang cerita"


Peri Bilqis tersenyum licik."Kau jangan pura-pura Maharani, apakah kau benar-benar telah melupakannya?"


"Melupakan apa? aku tidak melupakan apapun, sekarang kau pergilah dari sini atau mau ku usir dengan cara ku sendiri iya?"


"Maharani tenanglah dulu, kau jangan marah-marah, aku nanti akan pergi, aku tidak akan membuat kekacauan, kau tidak usah khawatir"


"Lalu apa maksud mu datang ke sini, apa yang kau inginkan?"

__ADS_1


"Maharani apakah kau masih ingat dengan pangeran Arya"


DEG!


Sontak ucapan peri Bilqis membuat Maharani terdiam.


"Aku tidak ingat" Maharani melihat ke arah lain, hatinya tiba-tiba terluka ketika ingat pada nama orang yang selama ini ia cintai hingga sampai kini.


"Apakah kau benar-benar telah melupakannya?"


"Iya, untuk apa aku mengingatnya"


Peri Bilqis tersenyum."Maharani kau jangan bohong, aku bisa melihat dari mata mu kalau kau masih ingat betul pada pangeran Arya, suami mu dan ayah dari anak-anak mu"


"Lalu apa masalah mu, sekarang pergilah dari sini, jangan ikut campur masalah ku" usir Maharani tak main-main.


"Kau jangan marah Maharani, kau tau tadi aku datang ke kerajaan Mataram, namun aku tidak menemukan pangeran Arya, yang menjadi raja di kerajaan itu pangeran Candra, bukan pangeran Arya, aku bingung kemana pangeran Arya, kenapa dia tidak menjadi raja, padahal kan dia adalah putra mahkota, Maharani aku merasa pangeran Arya sudah meninggal, dia tak lagi terlihat di dalam kerajaan itu"


Setetes air mata mengalir di pipi Maharani saat tau kalau orang yang sangat ia cintai telah meninggal.


"Kenapa kau ke sana, apa yang kau inginkan, tak puaskah kau membuat ku di benci dan di usir dari kerajaan itu?"


"Tidak, aku masih tidak puas, aku ini hanya ingin mungusai alam peri, itu saja"


"Dan aku tidak akan membiarkan mu menguasai alam peri meski apapun yang terjadi"


Peri Bilqis tetap tenang, ia masih memiliki rencana licik yang di percaya akan membuat Maharani tak berkutik.


"Maharani bagaimana kalau anak-anak mu tau tentang siapa ayahnya, mereka itu berhak tau Maharani, kau jangan nyembunyiin hal ini dari mereka, kalau kau tidak sanggup memberitahukannya, aku yang akan memberitahukan pada mereka, kau tidak usah khawatir"


"Para peri aku membawakan sesuatu untuk kalian" teriak peri Bilqis.


"Diam peri Bilqis" peri Bilqis tersenyum saat usahanya berhasil membuat Maharani kesal dan tak rela rahasia itu di ketahui oleh para peri khususnya anak-anaknya.


"Kenapa Maharani, kenapa kau larang aku, aku ini baik, aku cuman ingin beri tau mereka saja, tidak lebih, kau jangan halangi aku, aku yakin sekali mereka akan gembira saat tau kalau mereka punya seorang ayah dan ayah mereka adalah putra mahkota di dalam kerajaan Mataram yang besar dan megah, mereka patut tau tentang hal ini"


"Aku harus beri tau mereka, mereka pasti akan senang mendengar hal ini bukan" peri Bilqis hendak menaiki tangga.

__ADS_1


"Berhenti peri Bilqis"


Peri Bilqis langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Maharani seperti tanpa dosa sedikitpun.


"Kenapa kau menghentikan ku?"


Maharani tidak menjawab, ia larut dalam pikirannya, Maharani merasa sangat takut jika anak-anaknya tau rahasia yang sudah ia sembunyikan selama ini.


"Apa kau takut mereka tau?"


Maharani tetap diam ia tidak menjawab sedikitpun.


"Kalau kau tidak mau aku memberi tau hal ini pada mereka maka syaratnya cuman satu, yaitu berikan alam peri pada ku, maka rahasia mu aman bersama ku" syarat peri Bilqis yang begitu berat untuk Maharani turuti.


"Maharani kenapa kau diam saja, apa kau menerima syarat dari peri Bilqis?" Toba-toba tersenyum penuh kelicikan saat melihat Maharani yang terus diam.


"Bagaimana ini, mereka menggunakan rahasia ini untuk membuat ku tidak berkutik, apa yang harus aku lakukan, tak mungkin aku memberikan alam peri pada peri Bilqis, aku yakin kehancuran akan terjadi di mana-mana kalau peri Bilqis sampai menguasai alam peri" batin Maharani yang takut sekali hal itu terjadi.


"Maharani cepat jawab, aku ini ingin sekali mendengar jawaban yang kau putuskan"


Tak sabaran peri Bilqis, ia sungguh sangat senang karena bisa membuat Maharani masuk ke dalam jebakannya.


"Aku butuh waktu, beri aku waktu, aku ingin memikirkan hal ini matang-matang"


"Baiklah aku akan memberi mu waktu, cuman 3 hari, setelah 3 hari aku akan datang lagi ke sini untuk mendengar jawaban yang mau kau pilih"


Maharani hanya mengangguk.


"Maharani kau pikirkan betul-betul jawaban yang mau kau pilih, saran ku lebih baik kau berikan saja alam peri ini pada kami, dari pada kau kehilangan anak-anak mu, aku yakin sekali mereka pasti akan tinggal bersama ayahnya, meski ayahnya sudah meninggal"


Toba-toba berusaha meracuni Maharani.


"Toba-toba ayo kita kembali ke alam kegelapan, Maharani pikirkan baik-baik, cepat putuskan aku sudah tidak sabar mendengarnya hahahaha"


Tawa peri Bilqis yang sangat senang ketika melihat Maharani tertekan.


Mereka berdua menghilang dari alam peri ini meninggalkan Maharani yang masih diam.

__ADS_1


__ADS_2