Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Ancaman


__ADS_3

"Tapi aku tidak mau menikah dengan mu"


"Kenapa kau tidak mau, aku ini yang sudah menyelamatkan mu, jika aku membiarkan mu berada di dalam hutan, aku yakin dalam hitungan detik kau pasti akan meninggal dunia"


Peri Bulan diam, ia tidak punya alasan lain lagi untuk menolak ajakan pangeran Aksara.


Pangeran Aksara melihat peri Bulan yang terus menunduk, ia lalu mengangkat dagu peri Bulan.


"Kau tidak boleh menolak pernikahan ini"


"A-aku tidak mau menikah dengan mu, aku tidak mencintai mu"


"Tapi aku mencintai mu dan aku mau kau menjadi istri ku"


Peri Bulan menggeleng kuat dengan air mata yang tiba-tiba mengalir karena saking takutnya ia pada pangeran Aksara yang kini berubah total.


"Aku tidak mau"


Tangis peri Bulan dengan terus menggeleng.


Pangeran Aksara menatap wajah peri Bulan tanpa berkedip.


Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya pada peri Bulan.


Peri Bulan langsung menelan ludah.


"Mau apa kau, lepaskan aku, aku ingin pergi"


Peri Bulan berusaha terbebas dari pangeran Aksara yang begitu kuat.


"Lepaskan aku, aku ingin pulang, aku tidak mau berada di sini"


Tintah peri Bulan namun tidak di dengarkan oleh pangeran Aksara.


Peri Bulan tercekat saat wajah pangeran Aksara terus mendekat.


"K-ka-u mau apa?"


Gemetaran peri Bulan yang di serang rasa takut.


Peri Bulan memejamkan mata saat wajah pangeran Aksara semakin mendekat.


Cup!


Peri Bulan membulatkan matanya saat pangeran Aksara mengecup keningnya tanpa seizinnya.


Brukk!


Peri Bulan langsung mendorong tubuh pangeran Aksara hingga terjatuh.


"BERANINYA KAU"


Teriak peri Bulan dengan wajah tidak percaya dengan apa yang pangeran Aksara lakukan padanya.


Pangeran Aksara bangun dengan ekspresi wajah datar.


"Aku memang berani, kenapa emangnya?"


"Kau mau marah, marah saja, silahkan aku tidak melarang mu"

__ADS_1


"Dasar laki-laki brengsek"


Hardik peri Bulan yang marah besar pada pangeran Aksara.


"Kau laki-laki brengsek, aku membenci mu"


Teriak peri Bulan yang tak habis pikir dengan pangeran Aksara yang bertindak tak sopan padanya.


"Aku memang brengsek, apa kau mau melihat ke brengsek ku lebih dalam?"


Dengan senyuman sinis dan satu alis yang terangkat pangeran Aksara bertanya pada peri Bulan.


"Tidakk"


Pekik peri Bulan yang langsung kembali ketakutan saat kini pangeran Aksara sudah berada tepat di hadapannya.


"K-ka-u mau apa, apa yang ingin kau lakukan, cepat pergi dari sini"


Pangeran Aksara tidak mendengarkan teriakan itu, dia malah tersenyum sinis dengan tatapan mata yang sulit untuk di artikan.


"K-ka-u"


Terbata-bata peri Bulan yang melihat wajah pangeran Aksara yang terus mendekat dan-


Cup!


Sekali lagi pangeran Aksara mengecup singkat peri Bulan tapi kali ini di bagian bibir.


Peri Bulan diam mematung, ia menatap tak percaya pada pangeran Aksara, ia hendak kembali memarahi pangeran Aksara tiba-tiba.


"Sstt jangan berisik"


Peri Bulan masih diam, tapi air mata mengalir tanpa aba-aba.


"Jangan nangis, aku tidak suka"


Pangeran Aksara menghapus air mata peri Bulan yang terus mengalir.


"Kau tega"


"Aku begini karena kau menolak ku, mangkanya jangan menolak ku, ketahuilah aku hanya mencintai mu dan aku ingin menjadikan mu sebagai istri ku"


Kata-kata yang barusan keluar dari bibir pangeran Aksara begitu lembut sekali membuat peri Bulan seperti tak bisa menolak.


"Apa kau bersedia menikah dengan ku?"


Peri Bulan diam tak bergeming, dari dalam hati kecilnya ia tidak mau, karena dia dan pangeran Aksara berbeda.


"Jika kau tidak mau, maka aku akan langsung membunuh mu"


Tertegun peri Bulan mendengar kalimat ancaman yang sangat ia takutkan itu.


"Bagaimana, apa kau bersedia?"


Peri Bulan mengangguk meski terpaksa.


Pangeran Aksara tersenyum karena apa yang ia inginkan dapat tercapai.


"Aku akan bilang pada ayah ku jika aku mau menikahi mu secepatnya"

__ADS_1


Peri Bulan hanya mengangguk.


"Untuk itu, kau tidak boleh keluar dari dalam istana ini selama kita belum menikah, mengerti"


Peri Bulan mengangguk.


"Akkkhh"


Teriak peri Bulan yang terkejut saat pangeran Aksara tanpa aba-aba langsung menggendongnya ala bridal style.


"T-turunkan aku"


Tintah peri Bulan yang sangat terkejut.


Pangeran Aksara diam, lalu berjalan mendekati tempat tidur dan meletakkan peri Bulan di sana.


"Beristirahatlah, kau masih belum sembuh total, aku ingin keluar sebentar, ingat jangan coba-coba kabur dari sini jika kau tidak mau mati, mengerti"


Peri Bulan mengangguk takut, kemudian pangeran Aksara keluar dari dalam kamar meninggalkan peri Bulan sendirian.


"Bagaimana ini, aku tidak mau menikah dengannya, tapi dia akan membunuh ku jika aku menolaknya, aku tidak mau mati, aku masih mau hidup"


"Jalan satu-satunya aku harus pergi dari sini, aku harus kembali ke alam peri sebelum pernikahan itu di laksanakan"


Peri Bulan beranjak dari tempat tidur ia berusaha membentangkan sayapnya.


"Aarrrgghh"


Pekik peri Bulan yang gagal membentangkan sayapnya karena kedua sayapnya terluka parah.


"Bagaimana ini, aku tidak bisa terbang kembali ke alam peri"


Panik peri Bulan yang memegang lengannya yang terasa begitu sakit.


"Tongkat, di mana tongkat ku"


Peri Bulan mencari-cari keberadaan tongkatnya.


"Tunggu-tunggu apa jangan-jangan tongkat ku jatuh di dalam hutan itu, bagaimana caranya aku bisa nemuin tongkat ku di dalam hutan yang luas dan besar itu, apalagi saat ini aku tidak akan mungkin bisa keluar karena pangeran Aksara akan membunuh ku jika aku ketahuan ingin pergi dari sini"


"Tapi aku tidak bisa berada di sini, alam peri sedang di serang oleh peri Bilqis, aku tidak mau kakak-kakak ku terluka karena serangan itu, aku harus bantu mereka, tapi bagaimana caranya, tongkat ku hilang, aku tidak bisa kembali ke alam peri, bagaimana ini"


Cemas peri Bulan yang ingin sekali kembali ke alam peri tapi tidak memiliki cara apapun.


"Aku harus apa, aku tidak mau menikah dengan pangeran Aksara"


Peri Bulan mondar-mandir ke sana kemari untuk mencari cara untuk bisa pergi dari dalam istana ini hanya karena tidak mau menikah dengan pangeran Aksara.


"Aku harus cari cara untuk bisa keluar dari dalam istana ini, aku tidak mau berada di dalam istana ini selamanya, di sini bukan tempat ku, aku harus bisa kembali ke alam peri dan terbebas dari pangeran Aksara"


"Nanti malam aku akan berusaha keluar dari dalam istana ini saat semua orang sudah tertidur"


"Iya, itu waktu terbaik untuk ku bisa keluar dari dalam istana dan kembali ke alam peri"


Peri Bulan sedikit senang karena menemukan ide tiba-tiba rasa senang itu harus di tunda ketika matanya melihat gagang pintu yang bergerak.


"Gawat, dia kembali" batin peri Bulan panik.


Dengan cepat peri Bulan merebahkan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


__ADS_2