Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Siapa di sana?


__ADS_3

Panglima yang baru keluar dari dalam istana menatap aneh saat melihat semak-semak itu bergerak-gerak sendiri.


"Siapa di sana?"


Pangeran Shiwa yang berada di dalam semak-semak itu langsung di serang rasa panik, ia begitu takut jika panglima itu tau kalau ia berada di dalam semak-semak.


"Matilah, aku harus apa" batin pangeran Shiwa panik.


"Ada panglima?"


Penasaran prajurit mendengar ucapan prajurit.


"Semak-semak itu bergerak-gerak, aku merasa ada seseorang yang berada di dalamnya"


"Cepat kalian periksa, jangan biarkan ada penyusup yang berani masuk ke dalam istana"


"Baik panglima"


Mereka berjalan mendekati semak-semak yang di dalamnya terdapat pangeran Shiwa yang sedang panas dingin.


"Bagaimana ini, aku harus apa, mereka mendekat, bagaimana kalau mereka meriksa semak-semak ini, aku pasti aka langsung tertangkap, aku harus pikirkan cara yang sekiranya dapat membuat mereka tak menemukan ku" batin pangeran Shiwa.


Pangeran Shiwa mulai berpikir untuk bisa terbebas dari panglima dan prajurit yang terus berjalan mendekatinya.


tap


tap


tap


Langkah kaki prajurit yang terus mendekat.


Zrak


Suara pendang yang terbuka dari penutupnya terdengar menakutkan di telinga pangeran Shiwa yang masih belum menemukan ide cemerlang yang bisa membuatnya terbebas dari mereka.


tap


tap


tap


Langkah kaki prajurit yang terus mendekati semak-semak.


Pangeran Shiwa yang berada di dalam semak-semak ketar-ketir.


"Bagaimana ini" batin pangeran Shiwa cemas.


Prajurit terus mendekat yang membuat ia pangeran Shiwa semakin cemas bercampur gelisah.


Langkah kaki mereka berhenti tepat di depan semak-semak itu.


"Prajurit periksa semak-semak itu, lihat siapa yang berada di dalamnya"


Perintah panglima yang tak kau jika ada penyusup yang berhasil masuk ke dalam kerajaan Fanjafan.


"Baik panglima"

__ADS_1


Prajurit hendak membuka semak-semak itu tiba-tiba.


Semak-semak yang berada di seberang bergerak yang membuat tindakan mereka terhenti.


"Sepertinya penyusunnya ada di sana, kalian cepat periksa semak-semak itu, jangan biarkan dia lari"


"Baik panglima"


Mereka berlari mendekati semak-semak yang bergerak itu.


Panglima melihat ke arah semak-semak yang berada di hadapannya, ia kemudian menyusul prajurit karena ia ingin tau siapa yang berada di dalam semak-semak itu.


"Huft untunglah aku bisa selamat, terimakasih dewa"


Syukur pangeran Shiwa benapas lega karena sebelum prajurit itu membuka semak-semak, ia keburu melempar batu ke sembarangan arah dan beruntungnya malah jatuh tepat pada semak-semak yang berada di seberang.


"Aku harus pergi dari sini sebelum mereka kembali ke sini, aku tidak mau mereka menangkap dan membunuh ku"


Pangeran Shiwa dan cepat keluar dari dalam semak-semak dan berjalan menuju belakang istana.


Prajurit dan juga panglima tidak sadar jika pangeran Shiwa telah berlari ke belakang.


"Buka semak-semak itu"


Mereka dengan sigap langsung membuka semak-semak itu.


"Tidak ada apapun di sini, tapi kenapa. semak-semak itu bergerak, tak mungkin dia bergerak dengan sendirinya, pasti ada orang yang sudah melakukannya"


Tak percaya pernglima saat melihat kalau semak-semak itu tidak ada isinya.


"Kalian cepat kembali berjaga, jangan biarkan ada orang jahat yang masuk ke dalam istana, mengerti"


"Mengerti"


Panglima kemudian masuk ke dalam istana sedangkan dua prajurit itu kembali bertugas.


Pangeran Shiwa kini sudah berada di depan pintu belakang kerajaan Fanjafan.


"Leganya, untung mereka tidak ada yang sadar tentang keberadaan ku"


Syukur pangeran Shiwa yang berhasil terbebas.


"Aku harus dengarin pembicaraan paman Sam dan raja Namrud, aku harus tau mereka akan melakukan apa untuk menghentikan pernikahan kakak ku"


"Untuk itu aku harus masuk ke dalam istana ini, aku harus tau segalanya"


Pangeran Shiwa menatap ke arah pintu belakang itu.


Pangeran Shiwa membuka pintu yang ternyata tidak di kunci, ia berjalan masuk ke dalam kerajaan Fanjafan yang menjadi musuh kerajaannya sejak lama.


Mata pangeran Shiwa melihat penjuru istana ini yang begitu megah dan besar.


"Aku harus cari paman Sam, aku harus tau siapa dia sebenarnya, apa dia memang berasal dari kerajaan Fanjafan tetapi menyamar dan masuk ke dalam kerajaannya ku"


Pangeran Shiwa terus berjalan mencari keberadaan paman Sam dan dan raja Namrud.


"Aku harus tau di mana mereka berada, aku tidak akan biarkan paman Sam terus menerus berulah yang akan membuat kerajaan Mataram tak lagi aman, aku harus bisa ungkap siapa saja yang bersekongkol dengannya, aku yakin dia tidak sendirian, pasti ada orang lain lagi yang juga terlibat"

__ADS_1


"Pasti ada pasti ada orang yang bersekongkol dengannya"


Pangeran Shiwa terus berjalan mencari kudanya.


"Di mana mereka berdua, kenapa tidak bisa ku temukan, aku harus pergi dari sini secepatnya, aku tidak mau berada di sini lebih lama lagi, aku hanya takut ada orang yang melihat ku dan akan membuat ku terkena masalah besar jika sampai aku tertangkap"


Ketakutan pangeran Shiwa yang terus berjalan dengan sangat waspada.


"Aku tidak mau tertangkap, aku tidak mau mati konyol di kerjakan ini"


"Aku pasti bisa pulang, tidak mungkin tidak bisa"


Yakin pangeran Shiwa pada ucapannya.


Pangeran Shiwa terus berjalan dengan sangat berhenti-henti.


tap


tap


tap


Telinga pangeran Shiwa menangkap suara langkah kaki yang mendekat.


"Gawat, aku harus sembunyi"


Dengan cepat pangeran Shiwa bersembunyi di balik tembok sebelum pemilik langkah kaki itu melihatnya.


tap


tap


tap


Suara langkah kaki itu semakin mendekat.


Pangeran Shiwa menahan napas saat pemilik langkah kaki itu semakin mendekatinya.


Seorang prajurit lewat tanpa menyadari keberadaannya.


"Untunglah prajurit itu tidak tau kalau aku berada di sini, aku harus cari paman Sam secepatnya, aku merasa tidak aman berada di sini lebih lama lagi"


Pangeran Shiwa dengan terburu-buru keluar dari tempat persembunyian dan berjalan mencari paman Sam.


"Di mana paman Sam, mengapa susah sekali untuk ku temukan"


Pangeran Shiwa terus mencari keberadaan paman Sam yang masih tak kunjung di temukan.


"Apa dia tidak ke sini?"


"Tapi jelas-jelas dia masuk ke dalam istana ini, aku yakin sekali jika dia berada di dalam istana ini juga, tapi mengapa susah sekali untuk ku nemuin dia, bersembunyi di mana dia sebenarnya"


Penasaran pangeran Shiwa.


"Apa mungkin paman Sam bertemu dengan raja Namrud di ruangan rahasia"


Pikir pangeran Shiwa.

__ADS_1


"Tapi tak mungkin, mereka pasti bertemu di tempat terbuka, gak mungkin di ruangan rahasia, aku harus temukan mereka dan mencari tau apa rencana mereka baru setelah itu kembali pulang ke istana, karena berada di sini lebih lama lagi itu tidak baik"


__ADS_2