Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Nama asli paman Sam palsu


__ADS_3

Saat pangeran Shiwa masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan tangga itu tiba-tiba pintu ruangan rahasia itu kembali tertutup.


Pangeran Shiwa melihat sebentar lalu kembali berjalan menuruni anak tangga itu.


"Panjang sekali tangga ini, tunggu-tunggu kenapa bisa ada tangga yang sepanjang dan banyak ini di ruangan ini, apa mungkin selama ini ruangan ini di jadikan tempat rahasia agar tidak ada orang yang tau"


"Sepertinya iya, kalau tidak di jadikan tempat rahasia, tak mungkin cara membuka ruangan ini harus menekan tombol merah yang di sembunyikan di bawah batu bata, untung aku geser dikit batu bata itu kalau tidak, mungkin aku tidak akan tau kalau di bawah batu bata itu terdapat tombol pembuka ruangan rahasia ini"


"Tapi sebenarnya tangga ini menuju kemana?"


Penasaran pangeran Shiwa.


"Aku harus cari titik akhir dari tangga ini, aku harus lihat ada di mana paman ku, sepertinya dia memang berada di sini"


Sepelan mungkin pangeran Shiwa berjalan menuruni anak tangga itu, ia tau kalau di dalam ruangan itu masih ada orang lain yang bisa membuatnya ketahuan.


Tangga itu kini sudah habis, betapa terkejutnya pangeran Shiwa saat melihat ada dayang yang melihatnya.


Pangeran Shiwa langsung di serang rasa panik.


"K-ka-u"


Terkejut dayang itu yang merasa asing pada pangeran Shiwa.


"Sstt"


Tintah pangeran Shiwa berharap dayang itu diam dan tak berteriak.


"Penyusup"


Bugh!


"Arrrrgh"


Pekik dayang itu yang merasakan sakit saat pangeran Shiwa memukul leher bagian belakang kepalanya karena ia akan berteriak.


Dayang itu langsung jatuh pingsan akibat ulah pangeran Shiwa.


Pangeran Shiwa melihat dayang itu yang tidak sadarkan diri.


"Andai kau tidak teriak, mungkin kau tidak akan begini"


Pangeran Shiwa masih menatap ke arah dayang itu yang tidak sadarkan diri.


"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum dayang ini sadar dan akan membuat ku kesulitan untuk membawa paman Sam dan prajurit keluar dari sini"


"Aku harus bawa mereka keluar sebelum ada yang sadar, kalau ada penyusup yang masuk ke sini, bisa-bisa aku yang akan di tahan juga"


"Eh tunggu-tunggu di mana paman ku di kurung, kenapa tidak ada di sini"


"Jangan-jangan paman ku berada di dalam ruangan itu"

__ADS_1


Tunjuk pangeran Shiwa pada satu ruangan yang di dalam tempat ini.


"Aku harus cek kebenarannya"


Tanpa pikir panjang pangeran Shiwa berjalan mendekati ruangan itu.


Pelan-pelan pangeran Shiwa membuka pintu, betapa terkejutnya ia saat melihat ada seorang laki-laki yang kedua tangannya di ikat dengan rantai dan wajahnya yang penuh dengan luka lebam.


Laki-laki itu terkejut saat melihat pangeran Shiwa, pasalnya selama ini ia tidak pernah melihat pangeran Shiwa yang masuk ke dalam penjara.


"Siapa kau?"


"A-apa kau paman Sam?"


Ekspresi wajah laki-laki itu langsung berubah.


Entah apa alasannya pangeran Shiwa masih belum tau.


"Bukan, nama mu Kartos"


Pandangan laki-laki itu menatap kurus ke depan, ia tak melihat ke arah pangeran Shiwa saat mengatakan hal itu.


Pangeran Shiwa merasa jika laki-laki itu menyembunyikan sesuatu, ia dapat membacanya lewat mata lelaki itu.


"Tidak, kau paman ku, kau bukan paman Kartos, kau paman Sam"


Laki-laki itu diam saat pangeran Shiwa mengatakan hal itu.


Mendengar nama Candra, laki-laki itu langsung menatap ke arah pangeran Shiwa.


"K-kau anaknya Candra?"


Tergagap laki-laki itu dengan menatap pangeran Shiwa.


"Iya, aku anaknya ayah Candra, paman kenal dengan ayah ku?"


"Paman ini adik ayah mu, paman tau betul pada ayah mu, bagaimana mungkin paman tidak tau padanya"


"Jadi paman benaran paman Sam?"


"Iya, nama paman adalah Samuel, tapi di sini raja Namrud dengan paksa merubah nama paman menjadi Kartos, sedangkan orang yang memiliki nama Kartos itu sedang menyamar menjadi paman dan berkeliaran bebas di dalam kerajaan Mataram"


"Jadi nama asli paman Sam palsu itu Kartos" batin pangeran Shiwa yang baru tau nama paman Sam palsu.


"Kenapa paman Kartos menyamar menjadi paman?"


Penasaran pangeran Shiwa akan hal itu.


"Dia di suruh oleh raja Namrud untuk menjadi mata-mata kerajaan Fanjafan, mangkanya dia rela menjadi paman agar dapatin semua berita penting yang ada di istana"


"Jahat sekali dia, aku harus bisa bongkar habis penyamarannya, aku tidak boleh biarkan dia terus menerus membocorkan semuanya"

__ADS_1


"Cepat bebasin paman, paman ingin kembali ke kerajaan Mataram, paman ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada ayah mu"


"Baik paman"


Pangeran Shiwa berusaha melepaskan paman Sam dari rantai yang sudah mengikatnya selama ini.


"Pangeran Shiwa bagaimana dengan paman Arya mu, apa dia baik-baik saja?"


"Paman Arya, siapa paman Arya paman, kenapa aku baru pertama kali ini mendengarnya?"


Pangeran Shiwa sungguh merasa asing pada nama yang paman Sam ucapkan barusan.


"Dia paman mu juga, dia itu menikah dengan seorang iblis"


"Iblis, kenapa paman Arya menikah dengannya, apa paman Arya ingin menguasai ilmu hitam sehingga rela menikah dengan seorang iblis?"


"Tidak pangeran Shiwa, dia itu tidak tau kalau gadis yang ia nikahi ternyata adalah iblis, paman sudah lama tidak betemu dengannya, mangkanya paman bertanya pada mu bagaimana kabarnya"


"Aku tidak tau paman tentang siapa itu paman Arya, sepertinya dia sudah meninggal, mangkanya aku gak tau, karena mungkin dia pergi sebelum aku lahir"


"Mungkin saja"


Paman Sam mendadak sedih saat pangeran Shiwa tidak tau siapa pangeran Arya yang merupakan kakaknya sendiri, tepatnya anak pertama yang mendapatkan gelar putra mahkota namun karena pangeran Arya gila, jadi gelar putra mahkota itu di turunkan kepada adiknya, yaitu pangeran Candra.


"Paman Sam kenapa bisa berada di sini, siapa yang sudah ngurung paman selama ini?"


Penasaran pangeran Shiwa yang sungguh tak mengerti kenapa paman aslinya harus berada di sini sedangkan paman Sam palsu berkeliaran bebas di dalam istananya.


"Waktu itu ada peperangan di perbatasan, saat keadaan paman lemah, prajurit di kerajaan Fanjafan menangkap paman dan ngurung paman di sini, lalu raja Namrud nugasin Kartos untuk menyamar menjadi paman, dia berpura-pura menjadi paman sampai saat ini"


"Tapi kenapa tidak ada yang curiga padanya, paman Sam dengan paman kantos kan wajahnya berbeda, kenapa tidak ada satupun yang curiga?"


"Karena Kartos beralasan bahwa wajahnya terluka sehingga berubah, memang waktu itu wajah Kartos hancur total karena jatuh menimpa duri, mangkanya dia menjadikan hal itu sebagai alasan"


"Begitu, tapi anehnya kenapa ayah tidak curiga sama sekali, seharusnya dia curiga pada paman Kartos yang sangat berbeda dengan paman Sam"


"Pangeran Shiwa, paman Kartos mu itu licik, dia itu muncul setelah bertahun-tahun paman hilang, mungkin ayah mu berpikir bahwa akan ada perubahan dari wajah paman setelah beberapa tahun menghilang"


"Oh seperti itu, pantas saja anggota kerajaan gak ada yang curiga"


Pangeran Shiwa terus berusaha membuka rantai itu.


"Emang paman udah berapa lama hilang sebelum paman Kartos gantiin posisi paman Sam?"


"Sekitar 10 tahun paman hilang, baru Kartos masuk ke dalam kehidupan kalian, mungkin kamu belum lahir saat Kartos masuk ke dalam kerajaan Fanjafan, karena dulu seingat paman anaknya Candra itu cuman tiga, yakni Arjuna, Yudis dan Aksara, mereka dulu masih kecil-kecil, sekarang mungkin mereka sudah pada dewasa"


"Itu benar paman, kakak-kakak ku sudah pada dewasa"


"Kamu anak yang ke berapa?"


"Terakhir, ayah ku cuman punya 5 anak yaitu pangeran Arjuna, pangeran Yudis, pangeran Aksara, putri Thalia dan aku"

__ADS_1


__ADS_2