
Para peri muncul kembali di alam peri, mereka terpaksa kembali ke alam peri karena situasi tidak memungkinkan untuk mereka kembali melanjutkan perjalanan mencari peri Bulan yang mereka curigai berada di dalam kerajaan Mataram.
"Huft untung harimau itu tidak nerkam kita"
Lega peri Matahari yang tadi sangat takut sekali pada harimau itu, untung saja harimau itu hanya diam di tempat tanpa pergerakan.
"Iya, untung aja kita bisa cepat-cepat ngilang"
"Eh kita gak jadi tau ada apa di dalam istana itu karena harimau itu"
"Ya mau bagaimana lagi peri Bintang, kita gak bisa nekat tetap lanjutin perjalanan ke sana sedangkan di depan kita ada harimau, kita gak di terkam sama harimau itu saja udah bersyukur sekali"
"Iya, aku lega banget bisa bebas dari harimau itu, aku udah takut banget kalau dia bakal buat aku gak bisa balik ke alam peri lagi"
"Terus ini gimana sekarang, kita kembali dengan tangan kosong, bagaimana kalau ibunda marah pada kita?"
Cemas peri Mentari.
"Iya juga, kita harus apa ini, masa kita bilang kalau ada harimau yang ganggu kita sehingga kita kembali ke sini"
"Ibunda marah gak ya kalau kita bilang kayak gitu?"
Para peri mulai bingung harus apa saat ini.
"Kita lebih baik jujur aja, masalah ibunda mau marah atau enggaknya, itu urusan nanti, yang penting kita udah bilang yang sejujurnya"
"Ya udah ayo kita ke istana, kita harus lapor sama ibunda tentang hal ini"
Mereka mengangguk lalu mengikuti peri Matahari yang berjalan terlebih dahulu menuju istana.
"Ibunda"
Panggilan itu membuat Maharani menoleh ke arah mereka semua yang sudah kembali dari bumi.
"Bagaimana, kalian udah nemuin peri Bulan?"
Mereka menggeleng kompak.
"Maaf ibunda kami tidak berhasil nemuin peri Bulan karena tadi ada harimau yang menjadi kendala bagi kami"
__ADS_1
"Apa kalian tidak bisa usir harimau itu?"
"Kami takut ibunda, harimau itu sangat buas, kami tidak punya keberanian buat usir dia"
Maharani menghembuskan napas.
"Jadi kalian kembali ke sini dengan tangan kosong?"
Mereka mengangguk kompak dengan menunduk takut Maharani marah pada mereka.
Maharani hendak marah tiba-tiba.
"Ibunda tadi kami melihat ada istana di bumi"
Maharani langsung terkejut ketika mendengar ucapan peri Bintang.
"I-istana?"
"Iya ibunda, istana itu besar sekali, tak kalah dari istana di alam peri ini, sungguh dari kejauhan istana itu sudah nampak megah dan besar sekali"
Maharani terdiam ia memikirkan ucapan peri Bintang yang menyebut kata istana.
"Apa kerajaan yang mereka maksud adalah kerajaan Mataram" batin Maharani yang masih tidak yakin sepenuhnya.
"Kenapa ibunda diam, apa yang ibunda pikirkan?"
Penasaran peri Matahari yang merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Maharani.
"Ah tidak ada, ibunda tidak mikirin apapun, kalian ada yang tau nama istana itu?"
"Mataram"
Maharani terguncang saat mendengar nama istana itu lagi, istana itu adalah istana yang membuatnya di lema selama ini karena kejadian masa lalu itu yang membuatnya takut, sehingga melarang anak-anaknya untuk turun ke bumi.
"Mataram" sebut Maharani yang tiba-tiba ekspresinya lagi berubah.
"Ada apa ibunda, kenapa ibunda jadi aneh, ada apa dengan kerajaan Mataram?"
"Tidak ada apa-apa, hanya saja ibunda baru pertama kali ini mendengar nama kerajaan itu"
__ADS_1
"Ibunda tau, tadi itu udaj tinggal selangkah lagi kami masuk ke dalam kerajaan itu, tapi ada harimau itu yang datang dan buat kamu gagal nyari tau apakah peri Bulan berada di sana atau tidak"
"Apa, mereka sudah nekat mau masuk ke kerajaan itu, jika sampai anggota kerajaan melihat wajah mereka yang mirip dengan ku, mereka pasti akan langsung di bunuh, aku tidak akan biarkan hal itu terjadi, mereka tidak boleh turun ke bumi lagi, mereka tidak boleh bertemu dengan pangeran Arya" batin Maharani yang tiba-tiba khawatir.
"Besok aja kita ke sana lagi, kita kan masih belum ngecek apakah di dalam kerajaan itu ada peri Bulan atau tidak, kan jatuhnya peri Bulan sangat dekat dengan istana itu, mungkin saja peri Bulan berada di dalam istana itu" pikir peri Awan.
"Iya, besok kita ke sana lagi, kita harus bisa bawa peri Bulan kembali"
"Jangan"
Mereka mengerutkan alis ketika mendengar kalimat larangan dari Maharani.
"Ada apa ibunda, kenapa ibunda larang kami, kami kan ingin nyari peri Bulan, bunda sendiri kan yang dari kemarin-kemarin terus nyuruh kamu nyari peri Bulan di bumi, kenapa sekarang bunda malah ngelarang kami?"
Penasaran peri Mentari pada Maharani yang tiba-tiba berubah pikiran.
"Ibunda hanya takut ada apa-apa lagi sama kalian, barusan kalian bilang ada harimau yang hendak nerkam kalian, bagaimana kalau besok ada hewan buas yang lebih menakutkan lagi, bunda kalian itu seperti peri Bulan yang tidak di ketahui keberadaannya, cukup peri Bulan yang hilang, jangan kalian"
"Tapi ibunda peri Bulan itu masih belum di temuin, kita harus cari dia ibunda, dia pasti ketakutan berada di bumi, apalagi di bumi itu banyak manusia, pasti peri Bulan susah sekali berinteraksi dengan mereka"
"Iya kalau mereka baik, kalau jahat bagaimana"
Cemas peri Bintang yang takut ada apa-apa pada peri Bulan.
"Ibunda tau kalian cemas pada peri Bulan, tapi bunda juga gak bisa ngambil resiko, kalian tetap saja diam di alam peri, masalah peri Bulan biar ibunda yang akan turun tangan, sekarang ibunda akan cari peri Bulan dulu di bumi, kalian di sini saja, jaga alam peri, kalau ada peri Lofair atau peri jahat lainnya cepat panggil bunda, bunda pasti akan langsung datang ke sini"
"Baik Ibunda, kami akan tetap berada di sini, kami mohon ibunda bawa peri kembali, kami sudah sangat merindukannya"
"Iya, ibunda akan berusaha membawa peri Bulan kembali, ibunda pergi dulu, kalian baik-baik di sini"
Mereka semua mengangguk paham.
Maharani kemudian berjalan keluar dari dalam istana itu.
Mereka semua masih diam di tempat.
"Bagaimana kalau ibunda ketemu juga dengan harimau itu, lalu harimau itu nerkam ibunda?"
Pikiran buruk datang menghampiri peri Pelangi.
__ADS_1
"Itu tidak akan terjadi, ibunda itu bisa usir harimau itu dengan mudah, kita tidak usah khawatir pada ibunda, kita doakan saja semoga ibunda bisa bawa peri Bulan kembali"
Mereka semua mengangguk mendengar ucapan peri Matahari.