Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Banyak perubahan


__ADS_3

Pangeran Shiwa dan paman Sam yang asli berhenti tepat di depan kerajaan Mataram setelah sekian lama mereka berjalan akhirnya mereka sampai juga di kerajaan Mataram.


"Ayo paman kita masuk ke dalam, kita harus jelaskan semuanya pada ayah biar ayah tau kalau paman Sam yang berada di dalam kerajaan Mataram selama ini bukanlah paman Sam yang asli" ajak pangeran Shiwa yang sudah tak sabar untuk membongkar penyamaran paman Kartos yang berpura-pura menjadi paman Sam selama ini.


"Iya, paman juga sudah kangen sekali dengan ayah mu, sudah lama paman tak berjumpa dengannya" jawab paman Sam.


"Ayo kita masuk paman" paman Sam mengangguk lalu masuk ke dalam kerajaan Mataram.


Banyak perubahan yang terjadi di kerajaan ini dan itu sangat di rasakan oleh paman Sam.


Prajurit yang melihat pangeran Shiwa membawa orang yang tidak mereka kenali mulai panik.


"Tunggu pangeran" prajurit menghentikan langkah paman Sam dan pangeran Shiwa.


"Ada apa prajurit?" prajurit itu menatap ke arah paman Sam yang asing di matanya.


"Siapa dia pangeran, kenapa pangeran membawa dia ke sini?" prajurit itu penasaran, ia saat ini sedang berusaha memperketat penjagaan agar tidak ada orang jahat yang masuk ke dalam kerajaan Mataram.


"Dia paman ku prajurit, ayo paman kita masuk" paman Sam mengangguk lalu kembali melanjutkan langkahnya yang terjeda.


Prajurit itu diam mematung, ia merasa bingung saat pangeran Shiwa bilang bahwa orang asing itu adalah pamannya.


"Ayah, ayah di mana" teriak pangeran Shiwa yang tak menemukan keberadaan ayahnya di persada.


"Ayah, ayah" pangeran Shiwa terus memanggil nama ayahnya yang membuat semua orang yang mendengarnya langsung mendekat.


"Kenapa pangeran Shiwa, kenapa kamu mencari ku?" tatapan pangeran Shiwa tertuju pada raja yang berada di belakangnya.


"Ayah dia" pangeran Shiwa menunjuk ke arah paman Sam yang diam tanpa melakukan apapun.


Raja melihat ke arah paman Sam, orang yang tak asing sekali di matanya.


"Kak Candra" panggil paman Sam yang sangat merindukan kakaknya dan juga istana ini, sudah lama ia tidak pernah melihat kakaknya.

__ADS_1


"Samuel, apa kau Samuel?" terkejut raja yang mengenali suara paman Sam.


Paman Sam mengangguk."Iya, aku Samuel kakak, aku adik mu"


"Samuel kau dari mana saja, kenapa kau menghilang selama ini?" raja selama ini merasa kalau paman Sam alias paman Kartos bukanlah adiknya tetapi ia tidak memiliki bukti untuk mengungkapnya.


"Aku di penjara di kerajaan sebelah kakak, anak mu pangeran Shiwa yang sudah berhasil bebasin aku, kalau dia tidak datang mungkin aku akan selamanya terkurung di dalam penjara" jawab paman Sam, ia tidak pernah membayangkan kalau dirinya akan kembali hidup bebas seperti saat ini.


Wajah raja langsung murka saat tau kalau adiknya selama ini di penjara di kerajaan Fanjafan.


"Kurang ajar, mereka memang kurang ajar, mereka tidak bisa di diamkan lagi, kita harus serang mereka" marah besar raja.


"Jangan ayah" cegah pangeran Shiwa.


"Kenapa, kenapa kamu mencegah ayah?" wajah raja masih terpancar kemarahan yang luas biasa saat tau kebenaran ini.


"Jangan, kalau ayah nyerang kerajaan Fanjafan, aku hanya tak mau ada banyak korban yang tewas karena peperangan itu" jawab pangeran Shiwa.


"Yang di bilang pangeran Shiwa benar ayah, ayah jangan gegabah dan mengibarkan bendera perang, pikirkan akibatnya ayah, jangan memutuskan sesuatu di saat sedang marah"


"Jangan ayah, ayah jangan serang kerajaan sebelah percuma, karena bukannya nyelesain masalah malah nambah masalah"


"Ada apa ini ayah, kenapa ada ribut-ribut di sini" tak mengerti putri Thalia yang baru datang ke persada.


"Paman Sam mu sudah kembali, dia selama ini di penjara oleh raja Namrud, adik mu sudah berhasil bebasin dia" jawab raja.


Tatapan putri Thalia tertuju pada orang asing yang di bawa oleh pangeran Shiwa.


"Tunggu-tunggu ayah bilang dia paman Sam, lalu paman Sam yang selama ini ada di sini itu siapa?" bingung putri Thalia.


"Itu bukan paman Sam yang asli, nama aslinya paman Kartos, dia adalah mata-mata kerajaan Fanjafan yang selama ini menggantikan posisi paman Sam" jawab pangeran Shiwa.


"Kurang ajar dia, pantas saja setiap rencana kita untuk menyerang kerajaan Fanjafan selalu saja gagal, ternyata dia bilang keroknya, prajurit cepat panggilkan dia kemari" perintah raja dengan lantangnya.

__ADS_1


Prajurit langsung mendatangi kamar paman Kartos yang selama ini menyamar menjadi paman Sam.


Paman Kartos mendengar semua pembicaraan mereka.


"Bagaimana pangeran Sam bisa bebas dari penjara itu, kenapa pihak kerajaan Fanjafan begitu lengah sehingga pangeran Shiwa dengan mudah masuk dan bebasin pangeran Sam" pelan paman Kartos yang bersembunyi di balik tirai merah.


"Aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi, sekarang semuanya sudah terbongkar, tak aman aku berada di sini, aku harus kembali ke istana, aku tidak mau mencari mati berdiam diri di sini" paman Kartos pergi dari kerajaan Mataram.


"Ampun yang mulia, paman Sam tidak ada di dalam kamarnya" tutur prajurit itu yang kembali dengan tangan kosong.


"Dia pasti melarikan diri, cepat kalian tangkap dia, dia pasti tidak jauh dari sini" perintah raja.


"Baik yang mulia" prajurit-prajurit itu berangkat mencari keberadaan paman Kartos.


"Kakak di mana kak Arya, kenapa aku tidak melihatnya di sini?" paman Sam sedari tadi tak menemukan keberadaan pangeran Arya yang merupakan kakak pertamanya.


Raja Candra diam, ia tidak tau harus bilang apa saat adiknya bertanya tentang pangeran Arya.


"Kakak jawab pertanyaan ku, di mana kak Arya, kenapa dia tidak ada di sini?" sekali lagi paman Sam mengulangi pertanyaannya.


"Pangeran Arya sudah meninggal, satu tahun setelah istrinya pergi dari istana ini" jawab raja.


Paman Sam terguncang, ia tak menyangka bahwa kakaknya benar-benar telah meninggal dunia.


"Bagaimana dia bisa meninggal kak, dia sakit apa kak?" raja Candra menghembus napas.


"Dia meninggal karena sudah lama menjadi gila, semenjak di tinggal istrinya dia menjadi gila dan sangat tidak terkendalikan, dan tak berselang lama dari itu dia mengembuskan napas terakhirnya" jawab raja.


"Ayah ibu, mereka kemana semua?" setelah keluar dari penjara yang sudah mengurungnya paman Sam merasa ada banyak perubahan yang terjadi sekelilingnya khusus orang-orang yang ia rindukan, namun saat ini ia tidak melihat keberadaan mereka sama sekali.


"Ayah dan ibu meninggal 2 tahun setelah pangeran Arya meninggal, mereka berdua meninggal karena sakit" jawab raja.


Paman Sam terisak saat tau kalau orang tuanya sudah pergi meninggalkannya padahal dia sangat merindukan mereka.

__ADS_1


"Kamu yang sabar, mereka sudah tenang di surga, aku tau ini sangat menyakitkan tetapi bagaimana lagi, aku tidak bisa apa-apa lagi" raja Candra menenangkan adiknya yang terpukul.


__ADS_2