
Pangeran Aksara dan pangeran Shiwa menunggangi kuda menuju ke tengah-tengah hutan yang terdapat gubuk reyot yang menjadi tempat tinggal kakaknya selama ini.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di depan gubuk reyot itu.
Mereka turun dan menatap ke arah gubuk reyot yang sudah tidak layak di tempati.
Mereka mendekati gubuk itu, pangeran Aksara hendak mengentuk pintu.
"Untuk apa kalian ke sini" mereka berdua terkejut saat mendengar suara itu.
Tatapan mereka langsung jatuh pada pangeran Yudistira yang tengah duduk di bawah pohon rindang yang berjarak sekitar 15 cm dari gubuk reyot.
"Kakak" keduanya mendekati pangeran Yudistira yang masih diam di tempat dengan tatapan lurus ke depan.
"Ada apa kalian ke sini?" sekali lagi pangeran Yudistira kembali bertanya pada mereka.
"Kakak ayo pulanglah, kakak sudah lama berada di sini, kakak harus pulang ke istana" ajak pangeran Shiwa.
"Aku tidak mau, aku lebih suka di sini, kalian kembalilah ke istana, tinggalkan aku di sini" pangeran Yudistira berjalan menuju semak-semak.
"Kakak paman Sam sudah kembali"
Teriakan pangeran Aksara membuat langkah pangeran Yudistira terhenti dan berbalik menatap tak percaya ke arah mereka.
"Apa kata mu, coba kau ulangi lagi?" pangeran Yudistira ingin memastikan kalau yang dia dengar berusan tidak salah.
"Paman Sam sudah kembali, ternyata memang benar paman Sam yang ada di istana selama ini bukanlah paman Sam yang asli, dia adalah paman Kartos yang selama ini menyamar menjadi paman Sam, dan dia juga adalah mata-mata kerajaan Fanjafan"
"Aku sudah bilang pada kalian, tapi kalian tidak ada yang percaya" kecewa pangeran Yudistira pada kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu itu.
"Kami bukannya tidak percaya kak, hanya saja kami tidak tau kalau sebenarnya paman Sam yang asli di penjara di kerajaan Fanjafan selama ini, kalau kami tau dari awal, kami pasti akan membebaskan paman Sam dari sana" jawab pangeran Shiwa.
"Kakak sekarang pulanglah, ayah menyuruh kami untuk menjemput kakak"
"Apa dia masih ingat pada ku, dia sendiri yang sudah mengusir ku" pangeran Yudistira selama ini sakit hati pada raja dan dia memilih mengasingkan diri dari kerajaan.
"Kakak jangan begitu, kakak harus pulang, kakak adalah putra mahkota, kelak kakak yang akan memimpin kerajaan, sekarang ayo pulanglah bersama kami"
__ADS_1
Pangeran Aksara berusaha membujuk pangeran Yudistira untuk pulang ke istana lagi.
"Aku tidak mau, suruh saja pangeran Arjuna yang menggantikan ku" pangeran Yudistira hendak kembali meneruskan langkahnya.
"Kakak aku ingin menikah"
Seketika langkah pangeran Yudistira terhenti dan kembali berbalik badan menghadap pangeran Aksara yang tampak lesu.
"MENIKAH, kau akan menikah dengan siapa?" terkejut pangeran Yudistira saat tau hal itu.
"Dengan putri Arumi, tapi aku tidak mau menikah dengannya, aku mencintai orang lain, kakak tolong bantu aku menghentikan pernikahan itu"
"Kapan kau akan menikah?" pangeran Yudistira langsung mendekati keduanya.
"Secepatnya, aku masih belum tau kapan tepatnya, aku sekarang bingung karena tak ada cara yang bisa aku lakukan untuk menghentikan pernikahan itu, aku harus apa kak, aku tidak mencintainya?"
"Aku akan membantu mu untuk terlepas dari pernikahan itu, ayo sekarang antarkan aku ke istana kembali, aku yang akan bicara pada ayah tentang masalah mu" titah pangeran Yudistira yang melihat adiknya tertekan.
Pangeran Aksara dan pangeran Shiwa tersenyum ketika pangeran Yudistira mau pulang ke istana.
Mereka bertiga kembali pulang ke istana.
Sekitar 1jam mereka sampai di istana, namun ketika sampai di istana mereka terkejut saat melihat pangeran Arjuna yang membawa seorang gadis masuk ke dalam istana.
"Kakak" teriak pangeran Shiwa.
Pangeran Arjuna berhenti dan berbalik menghadap ke arah mereka bertiga yang baru datang.
"Kakak siapa dia?" pangeran Shiwa penasaran sekali pada gadis yang mengenakan gaun pengantin itu.
"Aku tidak tau, aku cuman menyelamatkannya dari orang jahat saja" jawab pangeran Arjuna.
Pandangan ketiga pangeran itu tertuju pada wanita cantik yang tengah gemetaran itu.
"Ayo kita masuk, mereka semua kakak dan adik-adik ku, kau jangan takut" wanita itu mengangguk lalu mengekor di belakang pangeran Arjuna.
Ketiga pangeran tampan itu mengikuti keduanya yang melangkah ke persada.
__ADS_1
Semua orang yang berada di persada terkejut ketika melihat kedatangan pangeran Arjuna dengan membawa pengantin wanita.
"Pangeran Arjuna, siapa dia?" pertanyaannya itu di ajukan oleh raja yang sangat terkejut.
"Aku tidak tau ayah, aku hanya menyelamatkan dia dari orang jahat saja" jawab pangeran Arjuna.
"Lalu mengapa kau membawanya ke sini?" pangeran Arjuna diam, saat di perjalanan menuju istana ia bingung harus membawa kemana pengantin wanita itu, alhasil dia terpaksa membawanya ke dalam istana.
"Aku tidak tau harus membawanya ke mana ayah, jadi aku membawanya ke sini" jawab pangeran Arjuna.
"Sekarang kau suruh dia pulang ke rumahnya, ayah tidak mau orang jahat itu membahayakan anggota kerajaan lainnya" perintah raja.
"Aku tidak mau ayah, aku ingin dia tinggal di sini, aku ingin menikahinya" pengantin wanita itu terkejut ketika mendengar ucapan pangeran Arjuna.
"Tidak bisa, kau harus menikahi gadis yang di bawa pangeran Aksara!" tegas raja tak main-main.
"Ayah pangeran Aksara mencintai Bulan, lalu kenapa ayah menyuruh ku menikahinya?" tak habis pikir pangeran Arjuna dengan jalan pikiran raja.
"Walaupun pangeran Aksara mencintai Bulan, tetapi dia sudah di jodohkan dengan putri Arumi sejak kecil, mau tidak mau dia harus menikah dengan putri Arumi" jawab raja.
"Aku tidak mau ayah, aku tidak mencintainya, mengapa aku harus menikahinya"
"Pangeran Aksara, kamu harus mau menikahi putri Arumi, dia itu sudah di jodohkan dengan mu sejak kecil, apa kau lupa pangeran?"
"Aku tidak lupa, tapi kali ini aku sadar bahwa bukan dia orang yang aku cintai, aku mohon ayah, izinkan aku menikah dengan orang yang ku cintai, kali ini saja ayah" mohon pangeran Aksara berharap ayahnya mau menurutinya.
"Tidak bisa pangeran, kau harus menikah dengan putri Arumi, ini demi kerajaan kita, ayah ingin kerajaan Mataram lebih kuat di bandingkan dengan kerajaan Fanjafan, jadi kau harus mau membantu kerajaan dengan cara menikahi putri Arumi" pangeran Aksara mengacak rambutnya.
"Tapi masa ayah ingin anak ayah tersiksa dalam hubungan itu, apa ayah tidak berpikir kalau aku akan tertekan, apa ayah sangat tidak peduli pada ku?" tak habis pikir pangeran Aksara pada raja yang hanya mementingkan kerajaan bukan perasaannya.
"Bukan begitu putra ku, ayah melakukan ini demi kebaikan bersama, tolong mengertilah" jawab raja.
"Aku tidak mau ayah, aku tidak mau" setelah mengatakan hal itu pangeran Aksara lalu meninggalkan persada dengan kesal.
"Pangeran Aksara mau kemana kau?" pangeran Aksara tidak menjawab dan terus berjalan menuju kamarnya.
"Pangeran Aksara kembalilah, ayah belum selesai bicara" tidak ada tanggapan sama sekali dalam diri pangeran Aksara.
__ADS_1