
"Bagaimana ini, apa yang harus aku pilih, aku tidak mau anak-anak ku tau masa lalu ku, aku sudah berusaha mati-matian untuk nyembunyiin hal ini dari mereka, aku hanya takut mereka datang ke kerajaan Mataram, aku hanya khawatir orang-orang di sana langsung curiga pada mereka dan akan membunuh mereka, aku tidak mau hal itu terjadi, aku tidak mau kehilangan anak-anak ku walau apapun yang terjadi"
"Tapi kalau aku nyerahin alam peri ini pada peri Bilqis, dunia akan menjadi gelap, semua orang pasti akan ketakutan, aku tidak bisa biarkan hal itu terjadi, aku harus cari cara untuk tidak memberikan alam peri ini pada peri Bilqis sedangkan rahasia ini tak sampai ada yang tau, iya aku harus pikirkan cara itu, aku harus licik juga"
"Peri Bilqis kira aku akan diam saja, tentunya saja tidak, demi kehidupan orang-orang tentram, aku rela melakukan apa saja walaupun aku harus membuat peri Bilqis marah besar"
"Sebelumnya aku harus ke bumi dulu untuk mencari peri Bulan, dia harus kembali ke sini, aku tidak mau dia bernasib sama seperti ku"
Maharani membentangkan sayapnya lalu terbang ke bumi.
Maharani melihat ke bawah berharap dapat menemukan peri Bulan yang ia cari-cari.
"Peri Bulan di mana kamu"
Teriak Maharani yang terus mencari-cari keberadaan peri Bulan.
"Peri Bulan di mana kamu, kamu ada di sini bukan?" tak ada jawaban yang terdengar di telinga Maharani.
Tanda-tanda akan adanya peri Bulan juga tak Maharani lihat.
"Di mana peri Bulan, dia jatuh di sebelah mana, kenapa sulit sekali untuk ku bisa nemuin dia"
"Apa mungkin peri Bulan ada di dalam kerajaan Mataram"
"Aku harus cek ke sana, aku harus pastikan apakah anak ku ada di sana atau tidak"
Maharani terbang ke arah kerajaan Mataram.
Maharani mendarat di belakang istana yang sepi, ia melihat ke arah kerajaan Mataram itu, kerajaan yang ia tempati dulu.
"Pangeran Arya aku merindukan mu, kenapa kau pergi secepat ini, apa yang terjadi pada mu pangeran" setetes air mata kerinduan jatuh di wajah Maharani.
__ADS_1
"Aku tidak boleh nangis, ini bukan waktunya bersedih, sekarang aku harus masuk ke dalam kerajaan itu, aku harus bisa nemuin peri Bulan di sana" Maharani menyeka air mata yang tiba-tiba mengalir itu.
Maharani yang melihat pintu belakang terbuka langsung panik, dia berlari menuju semak-semak untuk bersembunyi.
Seorang dayang keluar dari dalam kerajaan itu dengan membawa keranjang.
"Mau kemana dayang itu, kenapa dia berjalan ke arah hutan?" penasaran Maharani yang terus mengamati dayang itu.
Setelah tubuh dayang masuk ke dalam hutan dan tak lagi terlihat Maharani keluar dari tempat persembunyiannya.
"Aku harus masuk ke dalam kerajaan itu sebelum ada dayang lagi yang keluar dan melihat ku"
Maharani merubah wujudnya persis seperti dayang tadi agar pihak kerajaan tidak curiga padanya.
Maharani dengan tenang dan santai berjalan menuju pintu belakang.
Saat kakinya menginjak kerajaan itu, ia teringat segala kenangan yang sudah ia lewati bersama pangeran Arya.
"Ayo Flora cari anak mu, dia pasti ada di sini" Maharani melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam kerajaan itu.
Saat Maharani keluar dari dalam dapur tiba-tiba.
"Dayang Sumbi kenapa kau kembali lagi, aku meminta mu untuk mencari buah-buahan di hutan, kenapa kau kembali ke sini lagi?" dayang itu marah pada Maharani yang menyamar menjadi dayang Sumbi.
Maharani menatap ke arah dayang itu."Aku sudah mencarinya"
"Mana hasilnya, jika kau memang sudah dapat buah-buahan yang ku minta?" dayang itu masih tak percaya sehingga ia meminta bukti.
"Ada di dalam dapur" jawab Maharani.
"Ayo ikut aku ke sana dan tunjukkan mana buah-buahan yang aku minta" Maharani mengikuti dayang itu.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam dapur betapa terkejutnya dayang ketika melihat banyaknya buah-buahan hingga tak ada tempat untuk menaruhnya.
Dayang itu sungguh ternganga melihat buah-buahan itu."S-sebanyak ini, bagaimana caranya kau mendapatkan buah-buahan sebanyak ini dalam waktu yang sangat singkat?"
"Kau tidak perlu tau" Maharani berjalan meninggalkan dayang itu yang masih tak percaya pada apa yang ia lihat.
"Ckckck kenapa dayang Sumbi bisa mendapatkan buah-buahan sebanyak ini, bahkan lebih banyak dari dayang misterius itu, dia benar-benar hebat sekali dari dayang misterius itu, lain kali aku akan suruh dia lagi buat mencari buah-buahan" dayang itu masih takjub melihat hasil buah-buahan yang Maharani dapatkan.
Maharani terus berjalan mencari keberadaan peri Bulan yang ia curiga berada di dalam istana ini, ia berjalan melewati lorong yang panjang itu, ia tidak terlalu kesulitan karena dia sudah tau seluk beluk tentang kerajaan ini.
Saat lorong itu sudah selesai Maharani menghentikan langkah ketika melihat banyaknya dayang dan prajurit yang sibuk menata ini itu seperti ada acara besar.
"Ada apa ini, kenapa mereka semua pada sibuk?"
"Apa mungkin ada acara di istana ini?"
"Ku rasa memang iya, aku harus temuin peri Bulan, dia pasti ada di sini" Maharani kembali berjalan mencari keberadaan anaknya.
Maharani mencari peri Bulan di setiap kamar hingga langkahnya berhenti di salah satu kamar yang di depan pintunya terdapat ukiran-ukiran kuno yang begitu indah dan penuh makna tersirat.
Maharani melihat ke arah kamar itu, ia merasakan rindu yang sangat besar pada pemilik kamar itu.
"Pangeran Arya" lirih Maharani yang kembali teringat pada pangeran Arya.
"Pangeran Arya aku masih tidak percaya dia sudah pergi, dia pasti masih ada, peri Bilqis pasti berbohong, aku harus cek di dalam kamar ini ada dia atau tidak"
Maharani membuka pintu kamar itu dan mendapati kamar itu yang kosong, nampak rapi namun seperti tak di tempati selama kurung waktu yang cukup lama.
Kamar ini adalah kamar Maharani dan pangeran Arya dulu, banyak kenangan di dalam kamar itu.
"Kenapa kamar ini kosong, kemana pangeran Arya dan apa benar raja di kerajaan ini bukan pangeran Arya, aku harus cari tau langsung, aku tidak boleh percaya begitu saja pada peri Bilqis, bisa saja dia bohong, dia kan memang selalu berusaha untuk menipu ku dan mengambil alam peri dari ku dengan segala tipu muslihatnya" Maharani saat ini merasa kurang yakin pada apa yang tadi peri Bilqis bilang.
__ADS_1
"Aku harus cek ke sana, biar aku tau siapa raja di kerajaan ini sebenarnya" Maharani berjalan menuju persada istana yang bisa di tempati oleh anggota kerajaan yang mendapatkan kekuasaan sendiri-sendiri.