Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Tolak


__ADS_3

Raja Namrud masih duduk dengan tenang di singgasana kebesarannya.


"Dayang di mana putri Utami?"


"Putri ada di kamarnya Baginda"


"Panggilkan dia sekarang"


"Baik Baginda"


Dayang itu berangkat menuju kamar putri Utami.


tok


tok


tok


Dayang mengetuk pintu kamar putri Utami.


"Masuk"


Dayang dengan pelan-pelan membuka pintu dan masuk ke dalam.


"Ada apa?"


Judes putri Utami saat melihat dayang itu.


"Putri di panggil sama Baginda, putri cepatlah temui Baginda"


"Baik, aku akan ke sana setelah ini"


"Permisi putri"


Setelah mengatakan hal itu dayang keluar dari dalam kamar putri Utami.


Putri Utami sedang memasang kalung mutiara aslinya yang tampak cantik dan elegan itu.


"Kenapa ayah manggil aku ya, apa ada masalah?"


"Tapi gak mungkin, karena kalau ada masalah ayah tidak akan mencari ku melainkan mencari pangeran Louis"


"Tapi kenapa ayah manggil aku, kenapa aku penasaran sekali, aku harus cepat temui dia"


Putri Utami memasang kalung itu dengan cepat, setelah selesai ia baru berjalan keluar dari dalam kamarnya dan melangkah menuju tempat ayahnya berada.


"Ada apa ayah, kenapa ayah manggil aku?"


"Kemarilah putri ku, ayah punya sesuatu untuk mu"

__ADS_1


Dengan senang putri Utami mendekati ayahnya dan duduk tepat di samping ayahnya.


"Apa yang mau ayan berikan pada ku?"


"Ada dua, satu berita baik satunya buruk, mana yang kamu ingin debat ferlibaih dahulu?"


Seketika senyuman yang merekah di bibir putri Utami langsung sirna setelah ayahnya mengatakan hal itu.


"Berita baik dan buurk, apa yang ayah maksud sebenarnya, cepat beritahu aku apa yang ayah ingin sampaikan pada ku, aku sudah tidak sabar mendengarnya"


Tak sabaran putri Utami yang merasa ada sesuatu di balik ini semua sehingga ayahnya memanggilnya kemari.


"Ayah pasti akan bilang semuanya pada mu, tapi untuk itu pilihlah mana berita yang ingin kau dengar terlebih dahulu"


Putri Utami diam sejenak.


"Aku ingin dengar berita baiknya dulu, cepat katakan, aku tak sabar mendengarnya"


"Berita baiknya adalah kakak mu pangeran Louis akan segera menikah dengan putri dari kerajaan Tramsarya, tak cuman itu ayah berniat menjodohkan kamu dengan pangeran Bara yang berasal dari kerajaan Santurabarya"


Wajah putri Utami langsung berubah setelah mendengar berita yang tak menyejukkan hatinya itu.


"APA"


Terkejut putri Utami mendengar hal itu.


"Ayah mau ngejodohin aku sama pangeran Bara, aku tidak mau ayah, dia itu pangeran cacat, aku tidak mau menikah dengannya, ayah kalau mau mencarikan calon suami itu yang benar, jangan seperti pangeran Bara yang cacat itu"


Tolak putri Utami mentah-mentah.


"Jangan begitu putri ku, dia itu seorang pangeran yang sangat tampan, hanya saja dia tidak bisa berdiri dengan baik, kau tidak boleh berbicara seperti itu, dia itu akan menjadi suami mu"


"Tidak ayah, aku tidak mau, aku tidak mau menikah dengan pangeran cacat itu"


Tolak putri Utami yang sungguh tak mau di jodohkan dengan pangeran Bara, pangeran yang memiliki wajah tampan rupawan, namun sayangnya ia tidak bisa berdiri dengan kedua kakinya karena dulu ratu sempat jatuh saat masih hamil dan hal itu membuat putranya terlahir cacat.


"Kau tidak boleh nolak putri Utami, semuanya sudah di atur, sekitar 7 hari lagi pertunangan kalian di adakan"


"APA"


Terkejut putri Utami yang mendengar hal itu.


"Sejak kapan ayah menjodohkan aku dengan pangeran cacat itu"


"Ayah, aku itu tidak mau menikah dengannya, kenapa ayah main langsung buat acara pertunangan ku dengannya"


Tak terima putri Utami dengan rencana ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan pangeran Bara.


"Anak ku, kamu itu tidak boleh begini, ayah itu sudah lama menjodohkan kamu dengannya, kamu kan dulu sudah pernah bilang kalau masalah jodoh mu semuanya terserah ayah, ayah bisa memilih pangeran mana yang bisa menjadi pasangan mu, kamu tidak lupa kan tentang hal itu"

__ADS_1


Putri Utami diam, dulu dia pernah bilang itu semua, tapi sekarang ia sangat menyesal karena pangeran impiannya tak seusai dengan ekpektasi.


"Tapi ayah aku tidak mau menikah dengannya, dia itu pangeran cacat, anak mu yang cantik ini tidak pantas bersanding dengan pangeran cacat seperti dia"


"Kalian pantas, apanya yang tidak pantas"


Putri Utami semakin kelas sebab ayahnya masih tidak menarik kata-katanya yang ingin menjodohkannya dengan pangeran Bara.


"Kenapa ayah harus ngejodohin aku dengan pangeran cacat itu, tunggu-tunggu pasti ada sesuatu di balik ini semua kan"


Tebak putri Utami yang merasa ada perjanjian di balik perjodohannya dengan pangeran Bara.


"Benar, ada satu tujuan ayah menjodohkan mu dengan pangeran Bara, pertama agar kerajaan ini mendapatkan bantuan dari kerajaan Santurabarya dan juga kerajaan Tramsarya, karena ayah mendengar dari paman mu kalau di kerajaan Mataram, pangeran Aksara akan di jodohkan dengan putri Arumi dari kerajaan Saktira Bharat, kata dari itu kerajaan Mataram akan lebih kuat dari pada kerajaan Fanjafan, karena mereka pasti mendapatkan bantuan dari kerajaan Saktira Bharat"


"Jadi ayah rela menjual ku hanya demi sebuah bantuan saja?"


Tak percaya putri Utami akan hal itu.


"Ayah tidak menjual mu, sejak kapan ayah bilang kalau ayah mau menjual mu"


"Tapi ayah rencana ayah ini sebelas dua belas seperti jual beli, aku tidak mau ayah menjual ku demi mendapatkan bantuan dari kerajaan Tramsarya dan Santurabarya"


"Jangan bilang ayah juga menjodohkan pangeran Louis demi tujuan ini juga?"


"Benar putri ku, ayah menjodohkan kalian berdua agar kerajaan ini lebih kuat dan tak terkalahkan, maka dari itu kamu tidak boleh menolak, ketahuilah perjodohan ini demi kebaikan kerajaan kita"


"Tidak mau ayah, aku tidak kau menikah dengan pangeran Bara, biarkan saja kak Louis yang menikah dengan putri di kerajaan Tramsarya, jangan aku"


"Menikah?"


"Putri di kerajaan Tramsarya?"


"Apa yang kalian maksud sebenarnya?"


Pangeran Louis yang mendengar perbicangan mereka langsung penasaran karena ia tak sengaja mendengar namanya yang di bawa-bawa.


Mereka yang mendenga suara pangeran Louis langsung menatap ke arahnya.


"Apa yang ayah bicarakan sebenarnya, kenapa nama ku di bawa-bawa?"


"Mumpung kamu ada kau di sini, ayah cuman mau bilang kalau kau akan ayah jodohkan dengan putri yang berada di kerajaan Tramsarya dan pertunangan kalian akan berlangsung 14 hari lagi"


"TIDAK"


Tolak pangeran Louis cepat.


"Kenapa tidak?"


"Aku tidak mau menikah dnebannya, aku hanya mau menikah dengan putri Thalia di kerajaan Mataram bukan putri di kerajaan Tramsarya"

__ADS_1


Tegas pangeran Louis yang membuat raja Namrud terkejut sekaligus marah.


"Itu tidak akan mungkin terjadi pangeran Louis, kau tidak akan bisa menikah dengan putri di kerajaan itu"


__ADS_2