Cinta Beda Alam

Cinta Beda Alam
Pergi atau diam


__ADS_3

"Hahaha aku tau kau tidak akan bisa melakukannya"


Peri Bulan menertawakan peri Bilqis yang diam tak bergeming karena dia tau peri Bilqis tak bersungguh-sungguh membantunya, pasti ada udang di balik batu.


"Peri Bilqis, peri Bilqis, kau itu tidak akan bisa menipu ku, aku ini tidak akan mudah tertipu dengan rayuan maut mu"


Tegas peri Bulan yang tak akan mau percaya begitu saja pada peri Bilqis, peri yang di kenal jahat dan selalu berusaha untuk menguasai alam peri tempat tinggalnya selama ini.


"Peri Bulan aku datang ke sini untuk ngajak kau kembali ke alam peri, tapi kau malah tidak percaya pada ku, kurang baik apa aku pada mu, sampai-sampai aku rela menyamar menjadi dayang demi ngebebasin kau dari sini, tapi kau malah melakukan ini semua pada ku"


Tak percaya peri Bilqis yang merasa seolah-olah sangat tersakiti.


"Peri Bilqis kau tidak usah capek-capek membantu ku karena aku yakin kakak-kakak ku pasti akan datang dan menolong ku, lebih baik kau kembalilah ke alam kegelapan tempat mu selama ini, jangan ada di sini"


"Sial, dia tidak mau ku ajak kembali, aku harus pikirkan cara agar dia mau, aku tidak mau kembali dengan tangan kosong begitu saja, aku harus bisa bawa dia kembali karena dialah alat yang bisa membuat alam peri itu menjadi milik ku" batin peri Bilqis.


"Peri Bulan berada di sini itu tidak aman, di sekeliling mu semuanya adalah manusia, jika sampai mereka tau kalau kamu bukan manusia, aku jamin mereka pasti akan langsung membunuh mu"


Peri Bulan terdiam, ucapan peri Bilqis ada benarnya juga, ia masih tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya yang memang bertolak belakang dengan lingkungan di alam peri.


"Iya juga kalau sampai ada yang tau aku bukan manusia, pasti mereka akan langsung ngebunuh aku" batin peri Bulan yang takut hal itu terjadi.


"Coba kau pikirkan ajakan ku sebaik-baik mungkin, ketahuilah peri Bulan berada di bumi itu tidak enak, karena jika sampai kau ketahuan, nyawa mu yang akan melayang"


Peri Bulan menelan ludah mendengar kalimat itu, ia masih belum siap jika hidupnya berakhir di alam bumi ini.


"Lebih baik kau terima saja ajakan ku, aku ini baik, aku rela turun ke bumi demi menjemput mu, tidak seperti kakak-kakak mu, mereka pasti melupakan mu, mangkanya mereka tidak ada yang datang menjemput mu"


"Peri Bulan kamu tau tidak di alam peri itu sekarang sedang kedatangan peri Lofair"


"Peri Lofair, siapa peri Lofair?"

__ADS_1


Peri Bulan tidak pernah tau peri Lofair karena dulu dia masih kecil saat peri Lofair berulah.


"Peri Lofair adalah peri yang sangat jahat, dia itu dulu pernah membuat kekacauan besar pada alam peri, tak cuman pada alam peri, dia juga sudah pernah membuat alam bumi mengalami kekeringan selama kurang lebih 1 tahun, banyak penduduk bumi yang kelaparan, itu semua terjadi karena peri Lofair, dia jahat bukan"


Peri Bulan terkejut mendengar berita itu.


"Tunggu-tunggu kenapa aku tidak tau sama sekali pada yang namanya peri Lofair itu?"


"Karena dulu itu peri Lofair berhasil di kurung oleh ibu peri, tapi sekarang dia bebas, aku merasa ada seseorang yang sudah ngebebasin dia, mangkanya sekarang ini alam peri sedang tidak aman, semua para peri sedang sibuk pada peri Lofair, mereka tidak akan sempat untuk mencari mu ke bumi, mangkanya aku berinisiatif untuk turun ke bumi buat menjemput mu"


Peri Bulan terdiam, ia begitu shock mendengar ucapan peri Bilqis tentang keadaan di alam peri itu.


Peri Bilqis yang melihat peri Bulan diam menyunggingkan senyuman licik.


"Sedikit lagi aku pasti akan bisa membawa peri Bulan pergi dari sini" batin peri Bilqis.


"Peri Bilqis bilang kalau di alam peri kedatangan peri jahat, aku harus bantu mereka, mereka pasti sedang membutuhkan bantuan ku, sebenarnya aku juga ingin kembali ke alam peri, aku tidak mau menikah dengan pangeran Aksara" batin peri Bulan.


"Tapi apakah yang di katakan peri Bilqis itu benar adanya ataukah cuman akal-akalannya saja" batin peri Bulan.


"Kenapa aku merasa tidak yakin, dia terlalu banyak tipu muslihat sehingga sulit untuk ku mempercayainya" batin peri Bulan.


"Bagaimana, kau masih mau berada di sini ataukah kembali ke alam peri bersama ku?"


Peri Bulan masih diam, ia bingung harus memilih yang mana, ia ingin kembali ke alam peri namun yang menjemputnya bukan kakak-kakaknya melainkan peri Bilqis yang entah kenapa membuatnya agak sedikit ragu.


"Bagaimana ini, aku harus pilih yang mana, aku sebenarnya ingin kembali ke alam peri namun aku takut peri Bilqis menipu ku, aku tidak mau dia mengambil kesempatan dalam kesempitan" batin peri Bulan.


"Tetapi aku tidak mau berada di sini, aku tidak mau menikah dengan pangeran Aksara, mana yang harus aku pilih" batin peri Bulan merasa sangat kebingungan.


"Pergi dari sini ataukah kembali bersama ku ke alam peri, mana yang akan kau pilih, cepat katakan?"

__ADS_1


"Peri Bilqis"


"Iya, katakan"


Peri Bilqis sudah tidak sabaran menunggu jawaban peri Bulan.


"Aku butuh waktu untuk menjawabnya, tolong beri aku waktu, bisakah kau menunggu"


Peri Bilqis ingin marah namun ia berusaha menahannya karena jika sampai ia marah peri Bulan pasti akan tau kalau ajakannya itu sesat.


"Sabar Bilqis, sabar" batin peri Bilqis.


"Baik aku akan menunggu mu, kau pikir-pikir saja dulu, aku memberi mu waktu 1 Minggu, setelah satu Minggu aku akan datang kembali ke sini dan kau harus bisa memutuskan mana yang mau kau pilih"


"Iya aku akan jawab saat kau menemui ku lagi"


"Aku kembali ke alam kegelapan dulu, kau pikirkan baik-baik apa yang akan kau putuskan, ketahuilah peri Bulan, alam peri sedang tidak baik-baik saja, kau harus bantu mereka, kasihan mereka, mereka pasti membutuhkan bantuan mu"


Peri Bulan diam tanpa menjawab.


Peri Bilqis yang melihat peri Bulan diam merasa sedikit senang.


"Aku yakin dia pasti mau ikut bersama ku, dia itu berhati selembut kapas, dia tidak mungkin tinggal diam saat mendengar jika alam peri sedang tidak baik-baik saja" batin peri Bilqis.


"Aku pergi dulu, kau hati-hati jangan sampai ketahuan karena nantinya akan berakibat fatal"


Peri Bulan mengangguk dalam keadaan pikiran yang kacau.


"Peri Bulan aku pergi dulu, selamat tinggal"


Peri Bilqis keluar dari dalam kamar pangeran Aksara.

__ADS_1


Peri Bulan menatap punggung peri Bilqis yang pelan-pelan menghilang karena jarak yang cukup jauh.


__ADS_2