
.
.
.
.
Bukankah dalam hidup itu selalu
Memerlukan proses?
Lalu bagaimana dengan hati ini..
Apakah hati juga perlu proses
Untuk bisa mencintai seseorang??
.
.
.
.
"
Rencana di mulai" gumam Okita sembari menyeringai
๐๐๐๐
Rumah Risya
Risya yang baru saja mengetahui adiknya di culik oleh orang yang paling di bencinya hanya gigit jari karena kesal, padahal ia baru saja sampai ke rumah ini beberapa saat yang lalu
__ADS_1
beberapa saat yang lalu~
Risya baru saja sampai rumahnya, ketika ia membuka pintu masuk yang memang tidak di kunci sangat terlihat rumahnya begitu sepi, biasanya adiknya akan langsung menyambut kehadiranya dengan ejekan yang sudah sering di dengar Risya "Eh sudah pulang master tomboy.."begitulah ejekanya yang sudah menjadi rutinitas harianya
Risya pun menghampiri dapur dan menemukan ibunya yang sedang memasak, "ibu, di mana Sugi, tumben tidak ada di ruang tamu.."ucap Risya santai, "dia sedang ada kerja kelompok dengan temanya, mungkin sebentar lagi pulang"ucap Ibu Risya dengan senyum yang tertampang jelas di wajahnya, Risya pun hanya ber O ria mendengar ucapan ibunya
Ia lalu menuju lantai atas, yaitu kamarnya, ia merebahkan diri di atas kasur yang selama 2 hari ini ia rindukan, namun tak lama kemudian terdengar nada telpone, Risya mengerutkan keningnya bingung, siapa lagi yang menelpone nya
Ia pun memutuskan untuk mengangkat telpone itu, sudah tahu kan selanjutnya apa yang terjadi
Skip!!
Risya sangat kesal, walau dia dan adiknya itu sering sekali bertengkar, tapi bukan berarti ia tidak menyukai adiknya itu, ia sangat menyayangi Sugi sebagai adik semata wayangnya
"sialan!! OKITA SIALAN!! BERANINYA MENCULIK SUGI!!"teriak Risya kesal, Ibu Risya yang mendengar itu langsung menghampirinya, "apa siapa yang menculik Sugi??!"ucap Ibu Risya panik, Risya pun gelabakan mencari alasan agar ibunya tidak merasa khawatir
"ah itu aku ini lagi nonton anime, kasihan banget kekasihnya di culik sama pereman jahat" ucap Risya sembari mengarahkan android nya seperti sedang menonton sesuatu, "oh astaga bikin mama jantungan aja kamu, udah turun makananya udah siap!!"ucap mama Risya sedikit kesal telah di buat jantungan oleh anaknya sendiri, Risya pun hanya tertawa palsu
'tunggu saja kau Okita, setelah ini aku akan membunuhmu!'batin Risya sangat sangat kesal sekarang
Selang waktu yang cukup lama, jam menunjukan pukul 9 malam, masih tidak ada tanda tanda gadis itu akan muncul di penthouse nya, 15 menit kemudian terdengar suara bel sedang di bunyikan, sudah pasti itu adalah Risya, Risya saat itu menggunakan sepatu hitam khasnya yang berbahan keras, lalu celana panjang hitam berbahan karet, kaus pendek berwarna putih di lapisi jaket hitam kulit yang sangat pas di tubuhnya, seperti biasa ia tidak memakai make up sama sekali, rambutnya pun hanya ia ikat satu ke belakang, itu memang ciri khasnya saat ingin bertarung
Sedangkan Okita, ia hanya memakai baju kaus putih dan celana hitam seperti biasa, memang ia mempunyai baju yang sama dalam jumlah yang banyak, ia tidak terlalu suka mengganti gaya berpakaianya
Setelah bel di bunyikan, pintu depan mulai di buka, menampilkan Okita yang sepertinya baru selesai mandi, bahkan rambutnya masih terlihat basah jadi poni poninya hanya ia arahkan ke belakang sehingga membuat dahinya terlihat jelas, satu kata yang terlitas pada saat melihatnya, tampan, Risya langsung menepis pikiranya yang sedang memuji bocah di depanya itu, ia segera mengalihkan pandangan ke arah belakang Okita, Mencari sosok adik bancinya Sugi, "DI MANA ADIKKU BOCAH?!!"teriak Risya sembari menarik kerah baju Okita dengan tidak sabaran, sedangkan Okita hanya menyeringai melihat singa betina yang sedang mengamuk di depanya
"hn, menurutmu ku apakan adikmu itu?"ucap Okita mempertahankan seringaianya, "Brengsek kau!!"teriak Risya ingin memukul Okita, namun tanganya lebih dulu di tangkap Okita, jangan lupakan Okita itu pandai bertarung
"kalau kau bersikap seperti ini, apa aku akan mengijinkanmu bertemu dengan adikmu?"tanya Okita menatap Risya, masih dengan seringaian jahatnya, Risya yang mendengar itu langsung melepaskan Okita, "bagus, jangan khawatir adikmu baik baik saja" ucap Okita santai, "bagaimana kamu berkata baim baik saja, jelas jelas aku mendengar waktu di telpone adiku mengerang kesakitan di sahuti oleh suara gebrakan!!"ucap Risya tak percaya akan kata kata Okita
"Ikuti aku..."ucap Okita membelakangi Risya, tepatnya menuju kamar yang di diami adik adiknya dan Sugi, Okita membuka pintu kamar, terlihat Sugi yang sedang asyik bermain permainan anak anak bersama dengan Emilia dan Rem, Risya terperangah ketika mendapati adiknya tidak kenapa napa, bahkan dia terlihat begitu senang, apa apaan ini, apa ini sebuah sandiwara? Begitu pikir Risya
Sugi yang menyadari keberasaan kakaknya langsung menyapanya dengan tidak sopan, "hei kakak tomboy, sudah pulang dari studi tur? Bagaimana apa kamu dapat pacar? Ah tidak mungkin, mana ada yang mau denganmu!!"ucap Sugi dengan begitu sombongnya, astaga rasanya saat ini kuping Risya panas, sudah bagus ia begitu mengkhawatirkan adiknya itu, ketika datang ia malah di sambut dengan cara begini, benar benar mengesalkan
"Sugi segera pulang!!" perintah Risya yang sudah sangat marah, Sugi pun hanya menurut, Okita pun menyuruh supir yang sedang berada di dapur untuk mengantar adik adiknya dan Sugi, "antar mereka sampai ke rumah dengan selamat!"perintah Okita smbari berjaan ke pintu depan, namun ketika Risya ingin keluar dari rumah itu, tangan Risya di tarik kuat, bahkan ia di banting hingga menubruk dinding, Okita pun mengukung tubuh Risya dengan kedua tanganya, "Urusan kita belum selesai, siapa yang mengijinkanmu untuk keluar dari rumah ini?"ucap Okita menyeringai
__ADS_1
"Emilia!, kamu tahu kan harus apa?"ucap Okita mengisaratkan agar kedua adiknya mengantar Sugi sampai ke rumahnya, "tentu kakak, bersenang senanglah" ucap Emilia tersenyum, lebih terlihat seperti menyeringai, sedangkan Sugi dan Rem hanya menuruti perkataan Emilia, kaena hanya Emilia yang dapat mengerti pemikiran Okita, mereka pun keluar menuju mobil yang di dalamnya sudah ada supir yang menunggu, meninggalkan Okita dan Risya berdua di dalam penthouse tanpa ada siapapun di dalamnya
"semoga kakak bersenang senang, hehehe๐๐"ucap Emilia yang sudah berada di dalam mobil bersama Rem dan juga Sugi yang sedari tadi malu malu menatapnya
Sedangkan di penthouse Okita~
"hn, jadi..apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"ucap Okita sedikit menggoda,
"ap apa maksudmu? Lagian untuk apa kamu menahanku di sini!?"ucap Risya kesal, tanpa pikir panjang Okita menggendong Risya ke dalam kamar pribadinya, padahal tubuh Risya lebih besar daripada tubuhnya, tapi dengan entengnya ia menggendong tubuh Risya seperti kakak yang sedang menggendong adiknya, astagaa hal ini sangat anehh pikir Risya
Sampai di dalam kamar pribadinya ia melempar Risya tepat di kasur ukuran king size miliknya lalu mengukungnya di bawah tubuhnya, "ap apa yang kau lakukan?"ucap Risya terlihat panik, Okita menyeringai lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir Risya kemudiam "Cup~~" sebuah ciuman menuntut mendarat di bibir ranum milik Risya, ia bahkan ******* habis bibir Risya, namun Risya masih pada akal sehatnya, ia menutup rapat bibir miliknya namun itu tidak dapat menghentikan serangan dari Okita, Okita menggigit bibir bawah Risya agar mendapat akses untuk lidahnya masuk ke dalam sana, lidah Okita mengabsen segala yang ada di dalam mulut Risya bahkan Ia sesekali mengajak menari lidah Risya dan menyesap Saliva yang menurutnya terasa manis (maaf jorok๐๐), setelah merasa pasokan oksigen mulai menipis, Okita melepas ciuman kasar itu, ia menyeringai ketika mendapati bibir Risya sedikit membengkak karena ulahnya, bahkan wajah Risya terlihat sangat manis ketika merona seperti itu
Risya sedikit terpengaruh hawa nafsu, tapi kemudian ia mendapatkan akal sehatnya kembali, "sebenarnya apa maumu, menyingkirlah!!" ucap Risya marah
"aku tanya padamu! Siapa laki laki yang kemarin malam bersamamu? Apa dia pacarmu??"tanya Okita tegas
"itu bukan urusanmu!!"ucap Risya tak kalah tegasnya
Jawaban Risya membuat Okita kesal, namun tak lama kemudian ia menyeringai
"hah, sepertinya kau terlalu meremehkanku sekarang ya, apa malam ini saja ku buat kau menjadi miliku untuk selamanya ya" ucap Okita menyeringai menatap Risya dengan tatapan tajam
'a apa?!' batin Risya yang sedikit takut dengan ancaman Okita
Sampai di sini dulu๐๐
Maaf ya kalau banyak Typo, ini nulisnya cepet cepet
Terima kasih sudah menyaksikan novelku yang kurang menarik ini
Thor tahu di sini masih banyak sekali kekurangan dalam bahasa maupun cerita, jadi mohon maaf sekali lagi
Tunggu chapter selanjutnya ya๐
Jangan lupa tinggalkan jejak bintang๐
__ADS_1