
.
.
.
.
.
senyuman itu bahkan sama sekali tidak pernah di pancarkan oleh Okita, ini adalah kali pertama bagi Risya melihat senyuman Okita yang terlihat hangat
"apa ini kali pertama dia tersenyum begitu"batin Risya bertanya tanya
ππππππ
"aku ingin kamu tinggal bersamaku"ucap Okita terdengar lembut, entah sejak kapan dia bisa bicara seperti itu, Risya hanya menunduk "baiklah.." ucap Risya pelan.
"yasudah, kamu harus bekerja kan, pegilah, ohh soal bajumu ada di lemari dan itu sudah di cuci" ucap Okita berjalan keluar penthousenya. "Okita!"pangil Risya menghentikan Okita, Okita menoleh "kamu mau ke mana?"tanya Risya penasaran. "ada sedikit urusan kantor"ucap Okita yang langsung pergi setelahnya
"oh selesai tugas langsung kembali ke sini! kamu mengerti?" tanya Okita kembali berhenti tanpa menoleh "ya..."ucap Risya singkat, "bagus kalau kamu mengerti, kalau kamu mencoba kabur, kamu akan tahu sendiri konsekuensinya!"ucap Okita yang kembali melanjutkan langkahnya
"dia seperti membaca pikiranku saja"batin Risya merasa tidak enak, sekarang dia harus buru buru menyelesaikan tugasnya.
Pulang kerja
__ADS_1
hari ini tidak ada tugas jadi Risya hanya perlu menjaga wilayah kepolisian, selesai bekerja Risya segera pulang, sekarang dia bingung ingin pulang ke Apartemenya atau ke penthouse baru Okita, "kenapa dia tidak memakai penthouse lamanya saja sih! dengan begitu kan aku juga dekat dengan apartemenku"batin Risya sedikit kesal
di jalan pulang Risya sempat bertemu seorang wanita dengan surai panjang pirang dan tidak lurus, tak lupa mata biru mudanya yang indah di pandang, dia Ayana yang dulu pernah Risya selamatkan dari genggaman geng Kalajengking. "Risya kah? kapan kamu kembali ke Tokyo?"tanya Ayana gembira "belum sampai seminggu"ucap Risya jujur
"oh begitukah"ucap Ayana paham, "oh Risya, besok malam aku akan mengadakan acara pertunangan di rumahku, kamu datang ya, kalau bisa ajak seseorang bersamamu"ucap Ayana menggoda Risya, dia tahu bahwa Risya punya pacar "ya akan ku usahakan"ucap Risya tersenyum kecil
"bagus, kalau begitu apa kamu mau ikut reuni bersamaku?"tanya Ayana menawarkan "tidak, aku harus segera kembali.."ucap Risya menolak dan langsung beranjak pergi
Penthouse okita
Risya tadinya berniat untuk ke penthouse Okita, namun langkahnya terhenti ketika melihat Yuki berada di pintu depan penthouse Okita, "hahh tentu saja! lebih baik aku ke apartemenku saja"batin Risya segera berbalik dan pergi dari sana. "apa yang ku harapkan dari seorang Okita?"tanya Risya membatini dirinya sendiri
ketika berjalan pulang Risya melihat sebuah taman kota yang cukup luas, dia segera duduk di kursi pada taman tersebut sambil memandangi langit yang sudah menjadi malam hari, tanpa sadar Risya tertidur, ia bahkan tidak menyadari seseorang berjalan mendekatinya dan duduk di sampingnya, bahkan kepala Risya di buatnya agar bersandar pada bahu orang tersebut
hari semakin malam, Risya terbangun dari tidurnya dan menyadari dirinya tengah bersandar pada seseorang, bahkan tubuhnya juga di tutupi oleh sebuah jaket laki laki, Risya segera membenarkan duduknya dan melihat siapa yang sedang ia jadikan tempat bersandar. Risya lega ketika mengetahui orang itu adalah Key Nakamura, pacar Risya sendiri
Risya tersenyum mendekat ke arah Key dan sedikit menggoyangkan tubuhnya "Key.. bangunlah key" ucap Risya membangunkan. "ah Risya, astaga aku tidak tega membangunkanmu dan akhirnya aku juga ikut tertidur" tutur Key yang sukses membuat tawa kecil dsei mulut Risya keluar "kamu ini Key!!" ucap Risya sedikit mencubit perut Key
"aww aduh jangan sayang"ucap Key menghentikan pergelangan tangan Risya lalu dengan cepat mencium bibir Risya lembut, Risya membiarkan itu karena baginya hal yang wajar kalau sepasang kekasih berciuman. Key melepaskan ciuman itu, "astaga aku sangat merindukanmu" tutu Key yang mencium kening Risya setelahnya
Risya tersenyum kecil, "apa kamu sudah dapat tempat tinggal, ini sudah malam" tanya Risya pada Key, Key meraba tenguknya "belum.. sebenarnya setelah sampai aku langsung mencarimu, belum sempat memesan kamar" ucap Key merasa dirinya bodoh.
Risya menghela nafas berat "tinggal saja di apartemen ku, di sana ada kamar kosong kok" ucap Risya menawarkan "benarkah?! bagus kalau begitu, dengan begitu aku bisa terus mengawasimu" ucap Key tersenyum hangat, "yaa.."jawab Risya yang segera menggandeng tangan Key dan mencari taksi online di handponenya.
"apa kamu tidak ingin makan malam di luar dulu?" tawar Key sembari menunjuk arah Restoran yang letaknya tidak jauh dari mereka, "kau benar, di apartemen ku belum ada apa apa, mungkin kita bisa makan malam di sana" ucap Risya yang sukses mengundang senyuman dari Key untuk bangkit kembali.
__ADS_1
sesampainya di sana Risya terkejut ketika mendapati Okita dan Yuki yang duduk di sala satu meja restoran itu "sial! kenapa dia di sini!" batin Risya merasa tidak enak, dia ingin pergi tapi ia juga tahu bahwa Key saat ini sangat lelah dan sudah hampir kehabisan tenaga, Risya pun memutuskan untuk pergi makan di restoran itu, tapi mungkin ia akan memilih meja yang berjauhan dengan Okita.
namun sayang keberuntungan kali ini tidak berpihak padanya, dia malah mendapat meja yang jauhnya sekitar 3 meter dari meja Okita, itu membuat Risya harus ekstra hati hati agar dirinya tidak di ketahui Okita, dia tidak ingin di hukum dan di kurung lagi, itu benar benar sangat tidak mengenakan baginya.
"enak sekali!!" ucap Yuki gembira setelah mendapat suapan dari Okita, "Sayang kamu juga makan suapan dariku!!" ucap Yuki sedikit marah, Okita menghela nafas berat dan akhirnya mau menerima keinginan Yuki. melihat bahwa Risya terus memperhatikan Yuki dan Okita, itu membuat Key mendengus kesal "sayang!, apa kamu juga ingin seperti kedua bocah itu?"tanya Key berniat untuk mengakhiri tatapan Risya pada Yuki dan Okita
"ah tidak!! aku tidak tertarik!" ucap Risya dingin, "lalu Risya! kenapa kamu terus memandangi mereka!!"ucap Key tidak suka. dengan pendengaran Okita yang tajam, ia langsung menoleh ketika Key menyebutkan nama Risya, Okita pun segera mendapati Key dan Risya yang tengah saling berdebat. itu membuat Okita kesal, kini Okita terus memandangi Risya dengan tatapan mengintimidasi.
merasa dirinya sedang di tatap seseorang, Risya segera menoleh ke arah Okita, kini mata mereka bertemu, Risya segera menutupi wajahnya dengan buku menu yang ada di atas meja "dia melihatku!! sialan" batin Risya merasa panik, sesekali Risya mengintip sedikit dan ternyata Okita masih terus saja memandanginya, Risya benar benar tidak nyaman dengan tatapan seperti itu
namun yang sekarang sangat di pusingkan Risya adalah, bagaimana perlakuan Okita selanjutnya padanya, dia tahu betul bahwa Okita bisa melakukan apa saja, jangankan mengurung dan menghukum Risya, bahkan membunuh Risya pun dia pasti akan mampu.
"sayang.. apa ada yang mengganggumu?" tanya Key merasa ada yang salah, "bisakah kita pindah Restoran?, aku tidak suka makanan di sini" bisik Risya sedikit mencondongkan tubuhnya, sebenarnya itu hanya menjadi alasan agar ia bisa lepas dari tatapan menuntut Okita, "baiklah..."ucap Key dengan senyum hangat, mereka berdua pun pergi keluar Restoran, untungnya mereka berdua belum memesan apapun.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
THOR MINTA MAAF KALAU ADA KESALAHAN KATA ATAU TYPO DI BEBERAPA EPISODE CINTA BEDA UMUR INI
UNTUK DUKUNGAN KALIAN
SAYA SANGAT BERTERIMAKASIH
SEE YOU**
__ADS_1