Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Jebakan Tikus


__ADS_3

.


.


.


.


Cinta itu tidak memandang umur


Tidak memandang fisik


Ataupun harta


Cinta itu berasal dari hati


Jadi tidak masalah kan


Kalau aku berpacaran dengan orang


Yang lebih muda dariku?


(Diary Risya Maeda)


.


.


.


.


Pagi di penginapan~


Hari ini adalah hari terakhir acara studi tur, semua orang mempersiapkan dirinya untuk pulang ke rumah masing masih, ada di antaranya yang sibuk berselfie, ada juga yang bermain game bersama, bahkan ada yang yang mempergunakan waktunya untuk berpacaran, namun berbeda dengan Risya yang memilih berkeliling setelah persiapan pulangnya selesai


Risya berjalan, namun matanya terkunci pada suatu sosok laki laki bersurai putih dengan tas ranselnya ingin memasuki bis SMP Kayamura, itu Okita, merasa di perhatikan Okita menoleh ke arah Risya, Okita memang sensitif dengan wilayah sekitarnya, jika ada seseorang yang sedang menatapnya, tentu Okita akan mengetahuinya

__ADS_1


Keduanya saling berpandangan, namun tak lama setelah itu Okita melanjutkan jalanya memasuki bis, jujur Risya sedikit kecewa dengan sikap Okita hari ini "apa perasaanku saja dia hari ini tampak berbeda,..dia sedikit...dingin"Batin Risya melihat Okita memasuki bis dan sama sekali tak meliriknya lagi, Risya pun beranjank berbalik dan berjalan


Sungguh hatinya sekarang rasanya sedikit sesak, ia pun berjalan kembali ke tempat penginapan untuk menunggu bis nya sampai


Di tempat lain


Okita hanya menatap kepergian Risya dari balik kaca jendela bis dengan wajah yang datar, "cih.."ucapnya sembari memalingkan wajahnya ke depan


Ia pun sampai di tempat tinggal keluarganya, sebenarnya ia jarang ke sana, hanya sekali sekali, ia lebih terbiasa tinggal di penthouse miliknya sendiri, sedangkan keluarga dan adik adiknya tinggal di rumah utama ini


Okita sudah tidak mempunyai ibu, ibunya meninggal pada saat kelahiran adik adik kembarnya, ia hanya memiliki Ayah dan adik kembarnya Emiliana dan Remayuki, sejak kecil adik adiknya Okita itu sangat akrab dengan Okita di banding ayahnya sendiri karena Ayahnya itu sangat sibuk dengan pekerjaanya, bahkan tidak punya waktu untuk Okita dan adik adiknya, bagi Okita, Ayahnya itu hanya sebatas Ayah dalam status, karena ia tidak pernah mengambil peran sebagai ayah di kehidupan anak anaknya sendiri


setelah Okita mulai membuka pintu depan rumahnya, ia di kejutkan dengab tingkah adik adiknya yang tiba tiba langsung memeluk dirinya, "kakak!! Kakak sudah pulang, bagaimana studi tur nya kak?"ucap Remayuki (singkat:Rem) sambil memeluk kakaknya erat, "astaga kau manja sekali Rem!! Kakak itu sedang lelah, setidaknya biarkan dia istirahat dulu!!"ucap Emiliana (singkat: Emilia) sembari menunjukan raut agak marah


Okita yang melihat adiknya marah hanya karena Rem memeluknya, ia langsung mengusap pucuk kepala Emilia dengan gemas, "jangan marahi adikmu dongk,..biarkan saja dia" ucap Okita lembut, Okita cenderung memang anak yang kasar dan bertingkah nakal, tapi di depan adik adiknya, ia adalah sosok kakak yang berhati lembut dan baik


ketika Rem sudah puas memeluk Okita, Okita langsung berjalan ke arah sofa, tak dapat di pungkiri ia saat ini merasa sangat letih, namun ia terperangah ketika melihat ada sosok anak laki laki kecil seumuran adik adiknya di dalam ruang tamunya, Okita menatap sosok itu dengan penasaran, sosok yang di tatap Okita hanya tertunduk takut, sosok itu takut dengan aura seorang Okita, Okita lalu duduk di sofanya, tepatnya duduk di samping sosok anak laki laki tadi


Okita terus memperhatikan gelagat anak laki laii itu yang terlihat sangat ketakutan, "kau kenapa?"ucap Okita memandangi anak laki laki itu, "ti tidak kenapa napa" ucap anak laki laki itu masih menundukan kepalanya, Emilia yang melihat interaksi antara temanya dengan kakaknya itu berkata "kak, dia temanku, dia memang sedikit penakut, jadi maklumi kalau dia bersikap aneh" ucap Emilia yang langsung di angguki Okita


kemudian Okita merebahkan dirinya di sofa dan mengingat hal yang terjadi kemarin malam, sungguh rasanya ia masih kesal, apalagi melihat Risya yang sama sekali tidak menuruti dirinya, lalu terlintas di kepalanya untuk menculik sala satu temanya untuk di jadikan tawanan agar Risya dapat patuh padanya


"apa yang kalian kerjakan?"ucap Okita melirik buku yang ada di atas meja tamu, "oh ini, kami sedang mengerjakan pr matematika bersama, kebetulan Sugi pintar matematika jadi aku ajak saja dia untuk mengerjakan pr bersama"ucap Emilia menerangkan, Okita lalu menoleh ke arah Sugi, "siapa namamu?"ucap Okita yang sadar belum menanyakan namanya


"a aku Sugi..maeda.."ucap Sugi sedikit terbata, mendengar itu Okita mengerutkan dahinya, pasalnya nama sugi ini bermarga Maeda, dari info selidikan tentant Risya, Okita mengetahui nama Risya juga bermarga Maeda, "maeda?, tunggu apa nama kakakmu itu Risya maeda?"tanya Okita menatap Sugi dengan penuh tanya, "i iya..kakak mengenalnya?"ucap Sugi yang di jawab seringaian oleh Okita, seringaian itu sukses membuat Sugi kembali takut


Terlintas sebuah ide untuk membuat Risya mau menemuinya, ia pun berniat memperalat Sugi untuk bisa menemui Risya, "hem,..Emilia kesini sebentar" ucap Okita memanggil, Emilia pun mendekati kakaknya, "apa kamu mau membantu kakak?"bisik Okita di telinga Emilia, ia sengaja memilih Emilia untuk membantunya, pasalnya Emilia memiliki sifat yang hampir sama denganya, berbeda dengan Rem yang memiliki sifat menurun dari ibunya yaitu baik, kalem, dan penakut, akan lebih baik jika Okita memilih Emilia untuk memperlancar rencananya


"tentu saja, demi kakak apapun!"jawab Emilia penuh tekad, "bagus!!, begini, kamu ajak Rem dan Sugi untuk ke penthouse kakak, soalnya kakak mau melakukan sesuatu pada kakaknya Sugi, kamu mengerti kan maksud kakak?"bisik Okita, Emilia tak perlu waktu lama untuk mengerti maksud perkataan kakaknya, ia tahu betul sikap kakaknya itu, ia pun langsung mengangguk mantap, "anak pintar!" ucap Okita sembari mengelus pucuk kepala Emilia


Emilia pun segera menarik Sugi untuk mendatangi Okita, "nah Sugi, begini, kamu mau tidak membantuku.."ucap Emilia dengan memasang wajah manis, ia tahu bahwa Sugi sangat menyukainya, jadi ia yakin Sugi tidak akan menolak permintaanya, "membantu apa?"ucap Sugi langsung berwajah cerah, Okita pun memberi isarat pada Sugi untuk mendekatinya, kemudian Okita membisikan rencananya pada Sugi, "baiklah, aku akan membantumu kak!"ucap Sugi memasang wajah cerah, baginya itu kesempatan emas untuk membuat Okita menyukai dirinya dan menerimanya sebagai calon adik ipar😁😁


"bagus.." ucap Okita lalu mengambil handpone nya untuk menelpone Risya


"hallo? Siapa ini?" tanya Risya dari seberang sana, Okita sengaja memakai nomer telpone yang berbeda agar Risya tidak ragu ragu untuk menjawab telpone darinya


"hem..menurutmu aku siapa?"

__ADS_1


"Okita?!"


"bagus, ternyata kau masih mengingat suaraku.."


"apa maumu?, aku sibuk, tolong jangan ajak aku bertemu!!"ucap Riaya yang sudah tahu betul niat Okita


"hem..jangan langsung menolak begitu donk, ah ini ada yang mau bicara padamu!"ucap Okita langsung memberi telponenya ke Sugi, sekarang waktunya Sugi untuk berperan


"ka kakak, tolong aku!!" teriak Sugi seolah dia sedang di sekap


"Sugi?! Kamu kenapa bisa bersama Okita??"ucap Risya panik dari seberang sana


"kakak, tolong selamatkan aku!! Awwhh sakitt!!" ucap Sugi seolah dia sedang di pukuli, peranya terlihat begitu asli dengan di tambah gebrakan tangan Emilia di meja saat Sugi mulai berekting ke sakitan, ya itu termasuk rencananya


"Sugi kau kenapa?! Hei!!"ucap Risya panik, namun telpone telah beralih tangan pada Okita


"bagaimana?"


"lepaskan adik ku, kalau kau berani menyentuhnya, aku akan membunuhmu!!"ucap Risya mengancam


"kenapa sekarang kau yang mengancamku, bukankah seharusnya aku yang mengancamu, nyawa adikmu ada di tanganku.."


"jangan sakiti adiku!! Apa sebenarnya maumu!!"


"temui aku jam 9 malam ini di penthouse ku yang ada di jalan sakura no 72!!" ucap Okita langsung menutup telpone nya dan menyuruh Supir untuk mengantarnya, adik adiknya dan Sugi menuju penthouse miliknya


"Rencana di mulai"gumam Okita menyeringai


Sampai sini dulu ya😊💙


Sampai jumpa di lain waktu


Tunggu chapter selanjutnya!!


Dan mohon maaf, thor gak teraktur Update


Jangan lupa tinggalkan jejak🤗

__ADS_1


Aku sayang kaliann💕💕


__ADS_2