
.
.
Aku tidak ingin memaksamu
tapi kamu sendiri yang membuatku
harus melakukanya
kali ini
jangan salahkan aku jika aku
berbuat nekat
(diary Okita Hanji)
.
.
.
Makan malam berakhir~
__ADS_1
"bagaimana kalau kita kencan lagi Minggu ini?"tanya Ryuki sopan. "tentu selama aku tidak ada kesibukan nantinya"ucap Risya juga ikut sopan, "terimakasih telah mengantarku pulang, sampai jumpa lagi kak"ucap Risya yang lalu berbalik menuju pintu depan rumahnya, "kelihatanya aku sudah mulai menyukai gadis ini.."batin Ryuki yang kemudian masuk ke dalam mobilnya
๐๐๐๐๐
Risya masuk ke dalam kamarnya, tadi handpone nya sempat kehabisan daya, maka dari itu Risya segera menchager handponenya, "astagaa lelah sekali!!"ucap Risya segera pergi mandi, selesai mandi Risya menyalakan handponenya yang masih di chager, dia tidak terbiasa untuk mematikan handponenya atau membiarkan handponenya tidak menyala
ia tidak mau kalau ada telpone penting yang ia lewatkan, itu sebabnya dia tidak pernah mematikan hp nya walau hpnya itu tidak ia pakai seharian sekalipun, setelah hp nya menyala segera muncul nontifikasi panggilan tak terjawab dari Okita, dan parahnya lagi panggilan itu sama sekali tidak sedikit, ada 97 panggilan tak terjawab dari Okita di nontif Risya, "bocah itu benar benar gila!!"batin Risya memandangi nontifnya
Okita juga meninggalkan 1 pesan untuk Risya, Risya membuka pesan itu dan membacanya
*Bocah sombong~
berkencan kah?, sudah mulai berani mencari laki laki lain di belakangku ya?, ingat saja Risya.. aku akan menghukumu untuk ini*!!
"Okita melihatku dan kak Ryuki berkencan?"batin Risya tidak percaya, "hahh, tenanglah Risya... dia tidak akan berbuat macam macam padamu, tidak perlu di pedulikan Risya.."gumam Risya pada dirinya sendiri, Risya segera memasukan nomer hp Okita pada daftar hitam handpone nya, "kamu tidak akan pernah muncul di kehidupanku lagi untuk selanjutnya!! dasar bocah egois!!"ucap Risya begitu marah, dia meletakab hp nya lalu berbaring di kasur miliknya, "semoga aku bisa melupakanmu.."gumam Risya yang kemudian menuju alam bawah sadar
(sekolah SMA)
"bagaimana, apa kamu puas dengan kencan kemarin malam?"goda Michele yang sedang meraup roti miliknya, itu memang masih pagi. entah kenapa Michele dengan tumbenya membeli roti untuk sarapan paginya, "ya begitulah.. aku yakin kamu melihat kencan kami"ucap Risya yang tahu betul tabiat sahabatnya itu, "hehe, tahu saja kamu.."ucap Muchele tertawa tawa. "oh ya Michele, saat kamu menonton kencan kami, apa kamu melihat seseorang yang mengintip kami?"tanya Risya sedikit tersimpan kekhawatiran di raut wajahnya
"tidak..,memangnya kenapa Risya?"ucap Michele menyeruput minuman kotak miliknya, "emm.. begitu ya.. tidak apa apa"ucap Risya kembali membaca bukunya, "kenapa perasaanku agak tidak enak ya"batin Risya yang merasa nanti akan ada masalah besar yang menimpanya
pulang sekolah
Risya sekarang tengah berjalan sendiri menuju rumahnya, sedangkan Michele, dia lebih dulu pulang ke rumahnya karena ada urusan mendadak dengan keluarganya, Risya berjalan sambil menunduk, perasaanya masih terasa tidak enak, sesampai di rumahnya Risya segera masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasurnya tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu
__ADS_1
"ahh.. kenapa hari ini aku tidak bisa bersikap seperti biasanya..."batin Risya menenggelamkan wajahnya di bantal berwarna oranye miliknya, "menyebalkan..."ucap Risya tanpa menyadari seseorang tengah duduk di kursi belajar miliknya, sosok itu bahkan menatap Risya lekat, di tambah seringaian licik yang menghiasi wajahnya
sosok itu bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan mendekati Risya, sesampai di dekat kasur Risya dia mulai membuka suara, "apa kencanya menyenangkan Risya?"ucap Sosok itu yang langsung mengagetkan Risya, Risya tahu betul suara itu, itu adalah suara Okita, Risya segera menoleh dan tiba tiba Okita menindihi Risya yang masih dalam keadaan tiarap
"Okita?!, bagaimana kamu bisa masuk!!" kaget Risya mencoba menyingkirkan Okita dari atasnya, "apa kamu menganggap ancamanku itu main main?"ucap Okita dengan raut wajah marah, "Okita menyingkirlah!!"ucap Risya panik, "Risya, apa maksudmu mengencani laki laki lain selain aku?, apa kamu lupa dengan janjimu yang akan mau menjadi miliku!!"ucap Okita menyentuh dan menekan dagu Risya dengan tanganya
"aku membencimu!!"ucap Risya penuh emosi, mendengar itu Okita terkekeh lalu ia menyeringai, "masih ingatkah kamu dengan perkataanku yang akan memaksamu bila kamu tidak ingin bersamaku?"ucap Okita menyeringai, "a apa yang ingin kamu lakukan?!!, "membuatmu menjadi miliku dengan sepenuhnya!"ucap Okita membalikan tubuh Risya
Okita mencium bibir Risya dengan kasar seakan melampiaskan seluruh kemarahanya di sana, dengan perlahan Okita melepas kancing seragam Risya, ciuman Okita mulai berpindah menurut ke dagu, leher lalu bagian tengah antara leher dan dada Risya, "Okita!!"teriak Risya mendorong tubuh Okita
"kenapa?, kamu sendiri yang memaksaku melakukan ini semua, apa masudmu dengan mengencani laki laki lain ha?"ucap Okita penuh amarah. "lalu.. apa kamu menganggap dirimu benar? kamu juga memiliki pacar kan!!, bukankah kita jadi impas dan seimbang!!"ucap Risya berusaha mendorong tubuh Okita, "heh... kamu pintar sekali memancing emosiku.. karena kamu kewarasanku tentang nasib martabat keluargaku bahkan menghilang dengan begitunya"ucap Okita yang mengigit leher Risya hingga meninggalkan ruam merah yang cukup nampak di sana
perlahan tangan Okita mulai menyentuh paha Risya semakin naik hingga sampai ke celana dalam milik Risya, "Okita!! kumohon jangan lakukan ini!! ini tidak benar!!"ucap Risya meronta ronta, ia tidak bisa meminta tolong ibunya, ibunya Risya pergi bersama adik Risya untuk mengunjungi kakeknya, karena Risya ada part time malam ini Risya tidak pergi dengan ibunya, ibu Risya berjanji akan datang besok, itu sebabnya Risya tidak bisa berbuat apa apa sekarang
Okita melepaskan bajunya lalu menatap Risya yang wajahnya penuh dengan rona merah, "aku tidak punya pilihan lagi Risya, kamu sendiri yang sulit sekali untuk ku atur!!"ucap Okita sedikit melonggarkan resleting celana jeans miliknya, Okita kembali meraup bibir Risya dengan ganas, *******, dan sesekali menghisap saliva Risya, saking panasnya mereka berciuman, Saliva itu bahkan sedikit tumpah ke dagu Risya (maaf jorok๐ )
tangan kiri Okita mulai bergerak meremas dada milik Risya sedangkan tangan satunya bermain main tengan area bawah Risya, "ahh tidak!! Okita!"ucap Risya dengan suara yang mulai melemas, "humphh"ucap Risya lagi yang langsung di bungkam oleh serangan bibir dari Okita
(sampai sini saja, akan bahaya kalau di lanjutkan, maafkan saya pembaca๐๐)
**Tbc
MAAF DI SINI MUNGKIN ADA ADEGAN YANG..YA TAK PANTAS UNTUK ANAK DI BAWAH UMUR, MAAFKAN SAYA
LIKE,RATE,VOTE,AND COMENT, SEPETI JANJI SAYA AKAN SAYA BALAS DENGAN SESUAI
__ADS_1
TERIMAKASIH BANYAK
SAMPAI JUMPA CHAPTER BERIKUTNYA**