
.
.
.
.
.
Risya menunduk, ini sama dengan perkataan Okita yang dulu berucap akan memaksa Risya bila Risya menolak untuk bersama denganya. "aku membencimu!" gumam Risya yang masih mampu di dengar Okita, "aku tidak peduli, aku tetap akan memilikimu!"ucap Okita di barengi dengan bibirnya yang ia tempelkan di bibir Risya, itu ciuman yang bahkan sudah sangat lama tidak Risya rasakan.
πππππ*
Okita melepas ciumanya, "dengar! kalau kamu tidak mau Key tunanganmu itu mendapat masalah pada perusahaanya, maka jauhi dia!!" ucap Okita mengancam. "k kamu!"ucap Risya kesal "aku akan berbaik hati tidak mengacaukan perusahaanya asalkan kamu mau bersamaku!"ucap Okita mengancam.
Risya terdiam "kamu berengsek Okita, kamu kejam, aku sangat membencimu!!"ucap Risya pelan. Okita menyeringai "sudah ku bilang kan, aku tidak peduli!" ucap Okita kembali ******* bibir Risya dengan sedikit berontakan dari Risya. "padahal aku sudah berusaha menghindarinya, padahal aku sudah hampir melupakanya... lalu kenapa tuhan mengirimnya kembali padaku!!"batin Risya menangis di kala ciuman Okita pada bibirnya
Pagi Hari
Risya terbangun dari tidurnya dan menemukan dirinya di dalam kamar bernuansa kuning putih seperti kamar ala kerajaan moderen. "d dimana aku.."tanya Risya dalam batinya sambil menusuri setiap sisi dinding kamar, ia lalu menemukan foto Okita di atas meja dekat ranjang ukuran King Size itu.
"kamar Okita.."ucap Risya pelan, kini ia ingat pada apa yang terjadi malam itu, setelah ciuman itu berakhir tepat pada saat bsrikutnya Risya pingsan akibat terlaku banyak memikirkan hal hal mengenai Okita. Risya mengambil foto itu dan melihat dengan seksama, itu adalah foto Okita saat sedang mengadakan sebuah pesta pertunangan dengan Yuki.
__ADS_1
"kenapa ekspreksinya seperti itu..."batin Risya menatap wajah Okita di foto, wajahnya tampak seperti tersenyum di paksakan, kini Risya merasa ada yang salah dengan pertunangan Okita juga Yuki.
tidak mau memusingkan itu Risya segera keluar dari kamar Okita, namun ternyata pintunya sengaja di kunci oleh Okita, bahkan jendela kamar itu pun terbuat dari kaca yang sulit pecah, Risya kini seperti di kurung oleh Okita.
Risya tadinya berniat untuk melompat dari jendela, sebenarnya Risya bisa saja memecah kaca yang tidak mudah pecah itu, tapi ketika matanya melihat ke bahwah, ternyata Risya berada di lantai yang sangat tinggi, kalaupun Risya melompat dapat di pastikan dia akan kehilangan nyawanya sendiri.
"Okita sialan!!"hujat Risya menendang sofa milik Okita, namun nihil sofa itu sangat berat dan keras, tidsk mudah untuk memindahkanya. Risya pun menyerah dan memikih duduk di ranjang yang ada du kamar itu, sungguh sial bagi Risya, ia sama srkali tidaj membawa handpone, bahkan pakaian polisinya entah sejak kapan juga sudah berganti dengan pakaian dress putih selutut lengan panjang.
"apa Okita benar benar berniat ingin mengurungku?!"ucap Risya kesal, "bagaimana dengan pekerjaanku!!"ucap Risya lagi khawatir. tak lama setelah Risya menggerutu kesal, Okita datang memasuki kamarnya dengan membawa nampan berisi makanan juga susu.
Okita lalu meletakan nampan itu di atas meja "makanlah itu.."ucap Okita pada Risya yang terlihat berwajah tanpa ekspresi. "kenapa?" tanya Okita berwajah datar. Risya diam, "kamu dengar ya, selama kamu tetam menolak untuk bersamaku, aku tidak pernah akan membiarkanmu keluar dari kamar ini!"ucap Okita keluar dari pintu kamar dengan bantuan alat pemindai telapak tangan.
"aku tidak akan bisa keluar dari sini tanpa sidik telapak tangan Okita"batin Risya merebahkan dirinya di kasur milik Okita, namun dengan pandangar Risya yang tajam, dapat di lihat dari beberapa sisi ruangan terdapat bintik merah yang sudah pasti adalah sebuah alat perekam CCTV, "sialan.."batin Risya seakan dirinya sedang di kendalikan oleh Okita.
selesai makan Risya kembali merebahkan dirinya di kasur milik Okita, "ya benar, satu satunya cara adalah berpura pura, dengan begitu aku bisa keluar dari kamar itu dan lari sejauh jauhnya dari Okita"batin Risya memutuskan, setelah beberapa lama menunggu kemunculan Okita, Risya tertidur.
melihat Risya telah tertidur dari layar monitornya, Okita segera pergi memasuki kamar yang di diami Risya "Risya.. sudah lama kita tidak bertemu, dan kau semakin bertambah cantik"batin Okita menyentuh kulit wajah Risya. Okita lalu memposisikan dirinya untuk tidur di samping Risya sambil memeluk Risya, "aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi"batin Okita yang juga ikut masuk menuju alam mimpi.
02:34
Risya terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya sedang di peluk seseorang, ia mendongkrak dan mendapati wajah Okita yang sangat dekat dengan wajahnya, bahkan hidung mereka saling bersentuhan. "O Okita?!"batin Risya terkejut, keterkejutanya segera di tepis oleh rasa yang sudah terpendam lama pada hati Risya
Okita bertambah tampan, apalagi rambutnya yang dulu berantakan kini telah terlihat lebih rapi, Risya mencoba untuk melepas pelukan itu, namun entah kenapa, ketika tidur pun tenaga Okita cukup kuat untuk memeluk Risya, Akhirnya Risya mampu melepaskan pelukan Okita namun sayangnya hal itu membuat Okita terbangun dari tidurnya, ini saatnya untuk Risya beraksi.
__ADS_1
"s sore O Okita.."ucap Risya gugup, Okita hanya menatap dingin Risya. "a aku menerima tawaranmu.. aku akan bersamamu"ucap Risya sedikit menunduk, Okita hanya menatap dingin Risya lalu berjalan ke arah pintu keluar "ikuti aku"ucap Okita sedikit menoleh.
"dia mau membawaku ke mana?"batin Risya sedikit ragu namun akhirnya dia tetap mengikuti langkah Okita, Okita kini sampai ke tempat ruang tamunya, Okita langsung duduk di sofanya setelah meletakan setumpuk kertas yang tingginya sekitar 0,5 cm
"ini.."ucap Risya ketika melihat lembaran kertas pertama, itu berisi surat perjanjian antara dia dan Okita. "tanda tangan itu maka kamu resmi jadi miliku"ucap Okita menyilangkan tanganya di depan dada, Risya melihat lembaran kertas berikutnya.
"apa apaan ini Okita!!!"ucap Risya tidak terima, "menurutmu? kalau kamu tidak mau menanda tanganinya, itu terserah padamu.."ucap Okita dengan suara dingin, "tapi.. jangan harap kamu bisa keluar dari kamar itu walau hanya sekali pun!"ucap Okita dengan sorot mata yang tajam pada Risya, "apa tidak ada cara lain?"tanya Risya menunduk
Okita menatap Risya, "tidak!"ucapnya singkat dan tegas, "baiklah.."ucap Risya mengambil bolpin lalu menandatangani surat itu, "apa kamu sudah puas?"tanya Risya menatap tidak suka pada Okita, Okita tersenyum "dengan begitu kamu adalah miliku, tapi jangan khawatir tentang pekerjaanmu, aku tidak akan melarangmu.."ucap aokita tersenyum hangat
senyuman itu bahkan sama sekali tidak pernah di pancarkan oleh Okita, ini adalah kali pertama bagi Risya melihat senyuman Okita yang terlihat hangat
"apa ini kali pertama dia tersenyum begitu"batin Risya bertanya tanya
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
UNTUK EPISODE SELANJUTNYA AKAN UPDATE BESOK
TERUS DUKUNG NOVEL INI
KALI AJA NANTI BISA BIKIN CREZY UPππ
__ADS_1
TERIMAKASIH**