
.
.
.
.
.
.
ayah Risya sedikit berlutut untuk bisa melihat wajah Sugi, "maafkan Ayah.. ayah tidak bisa menemanimu selama ini.."ucap Ayah Risya mengelus lembut pucuk kepala Sugi, mendapat perlakuan lembut dari Ayahnya, Sugi segera memeluk ayahnya erat sambil menangis, "ayah!!!"ucap Sugi dalam tangisnya, melihat itu Risya hanya tersenyum kecil lalu ikut ikutan menangis
"sekarang keluargaku telah lengkap, seharusnya aku bahagia bukan?"batin Risya mengusap air matanya, "aku akan melupakan Okita.."batinya lagi sambil berjalan ke arah ayahnya
ππππππ*
pagi itu Risya duduk di tempat duduknya seperti biasa, bedanya hari ini Risya terlihat tidak murung lagi, juga bertambah pendiam dan cueknya, "ada apa denganmu Risya.. kamu terlihat..."ucap Michele ragu menatap wajah Risya, "aku akan pindah"ucap Risya singkat yang sukses membuat Michele menggebrak meja Risya
__ADS_1
"apa? kenapa?!!"tanya Michele benar benar terkejut, "kemarin.. aku bertemu dengan ayah kandungku... ternyata dia masih hidup, tapi sayang dia kehilangan ingatan, selama ini dia bekerja di kota lain itu sebabnya aku tidak pernah melihatnya, dan sekarang, dia mengajak kami pindah"ucap Risya datar, "t tapi.. bagaimana denganku?!!"tanya Michele hampir menangis
"kenapa nangis? aku hanya pindah sementara bukan mati!, toh nanti aku akan kembali ke ibukota dan mencapai cita citaku"ucap Risya membaca bukunya. "menjadi polisi maksudmu?"tanya Michele yang sewaktu smp dulu pernah mendengar Risya bercita cita menjadi polisi, "iya.."ucap Risya datar
"apa akan lama?"tanya Michele hampir menangis, "sampai aku lulus kuliah baru aku kembali ke sini"ucap Risya masih membaca bukunya, "ingat ya kalau sudah kembali kita bertemu lagi!!"ucap Michele menuntut, "baiklah.. "ucap Risya yang di barengi dengan bel masuk kelas
Kediaman Risya
Risya kini tengah memindahkan baju baju dan barang miliknya ke dalam kotak, sore inj mereka sudah bisa pindah, surat kepindahan sekolah Risya pun telah di kirim, kini Risya hanya duduk di kasur miliknya, "aku mungkin tidak akan pernah bertemu kamu lagi Okita.. aku memang mebencimu.. tapi ku harap kamu bisa bahagia bersama pacarmu.."batin Risya yang telah bersiap siap akan pergi pindah
"kakak!! mobil ayah sudah sampai bersama mobil pengangkut barang, kakak bawa barang barang kakak naik ke mobil!!"teriak Sugi di balik pintu kamar Risya, "iya!"balas Risya sedikit berteriak, Risya mengangkut kotak miliknya lalu pergi menuruni tangga, "Selamat Tinggal Tokyo dan Okita"gumam Risya meninggalkan wilayah kamarnya
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
Risya sekarang memang telah memiliki pasangan yang mau menerimanya apa adanya, bahkan pasangan Risya itu sama sekali tidak peduli bahwa Risya kini sudah tidak suci lagi, dia adalah Nakamura Key, meski sekarang Risya telah memiliki Key, entah kenapa Risya tidak pernah merasakan kebahagiaan yang seharusnya ada, Risya masih merasakan kekosongan di hatinya, dia bahkan ragu apa dia benar benarencintai Key atau tidak
"aku akan ikut bersamamu... "ucap Key menggenggam tangan Risya seperti sepasang kekasih, "heh... kamu lupa? kamu kan harus mengurus perusahaanmu dulu pak Ceo!!"ucap Risya sedikit menggoda, "huhh..."keluh Key menghela nafas kasar, Key lebih tua dua tahun dari Risya, itu sebabnya kini Key telah memiliki perusahaanya sendiri
"lalu bagaimana dengan perusahaan ayahmu, apa kamu tidak akan mengelolanya?"tanya Key yang ingat bahwa Risya adalah kakak tertua dari keluarga Maeda yang mengurus perusahaan terbesar di kotanya. "ohhh, itu biarlah ayahku yang mengurusnya dulu.. mungkin nanti kalau aku sudah menyelesaikan pekerjaanku menjadi polisi aku akan mengurus perusahaan itu"ucap Risya menjelaskan, "ohhh "ucap Key sebagai tanda mengerti
__ADS_1
"kalau kamu pindah itu berarti kita akan saling berjauhan..."keluh Key yang memeluk Risya dari belakang, kedua tanganya ia kalungkan di leher Risya yang memang lebih pendek darinya, "kita kan bisa telponan, lagian sekali kali kamu nanti datang saja ke Tokyo untuk menemuiku"ucap Risya memegang lengaj Key yang masih di kalungkan pada leher Risya
"boleh?, kalau begitu nanti aku akan sering sering ke sana.."ucap Key sedikit gembira, "eh bukanya kamu ada pekerjaan, tidak apa apa kok kalau jarang datang"ucap Risya tidak enak, "heh kamu lupa? aku ini seorang Ceo, Ceo bisa berbuat apapun, tapi mungkin kadang ada tuggas yang tidak bisa di abaikan"ucap Key memberi penjelasan, "iya iya.. kamu bosnya"ucap Risya menepuk pelan lengan Key
Key melepas pelukanya, "jadi kapan kamu pergi?"tanya Key sambil berjalan menggenggam tangan Risya, "besok.."ucap Risya singkat, "kalau begitu.... bagaimana kalau kamu luangkan seharian penuh hari ini untuku?"tanya Key sedikit memohon, Risya tersenyum, "baiklah.."ucap Risya pelan, "yeahh.. kalau begitu"ucap Key yang merogoh ponselnya lalu berpose bersama Risya, "ayo foto.. aku ingin menjadikan foto ini profilku dan kamu, aku tidak ingin di sana kamu di ganggu laki laki lain!"ucap Key dengan tatapan kasih sayang dan penuh kecemburuan, Risya menghela nafas berat lalu tersenyum, "baiklah.. lagipula kita tidak pernah berfoto sebelumnya"ucap Risya yang juga mengambil pose
creckk
"cukup bagus kan hasilnya?"ucap Risya menatap handpone key, "iya.. jadikan foto profilmu!! dan walpaper layar hp mu ya!!"ucap Key pada Risya, Key memang tipe orang yang mudah cemburuan, tapi kalaupun Key cemburu dia tidak akan marah atau kasar pada Risya, kecuali jika dia telah kehabisan kesabaran, "baik baik tuan"ucap Risya sedikit menggoda
Key tersenyum, "aku pasti akan datang menemuimu nanti setelah proyek kantorku selesai"ucap Key sedikit menyentuh hidung Risya, "baiklah.."ucap Risya tersenyum tipis, Risya kini benar benar menjadi wanita yang cantik, meski make up nya selalu tipis, dia masih terlihat elegan dan cantik, surainya pun kini sedikit ia lebih panjangkan lagi dengan bagian ujungnya yang ia buat sedikit bergelombang, walau Risya memang dari dulunya selalu memakai pakaian yang tidak feminim
kini pakaian Risya sedikit terubah, dia sering memakai celana ketat berwarna hitam, kaus putih yang sedikit ketat se perut lalu jaket berbahan dasar jeans dengan warna biru manis seperut, tak lupa ia juga memakai kalung hitam yang melekat di lehernya, Risya juga memakai sepatu hitam se mata kaki dengan sedikit hak yang tingginya mencapai 4/5 cm berbahan dasar keras, di tambah tas mini yang melekat pada tubuhnya, Risya benar benar telah berubah
sifat feminim dari Risya memang tidak ada, tapi untungnya dia mempunyai pelayan yang selalu merekomendasikan pakaian pakaian yang tidak terlalu feminim juga tidak terlalu tomboy
**Tbc
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANYA SELAMA INI DAN
__ADS_1
**SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA
SEE YOU****...