
.
.
.
.
.
"kakak aku bukan anak kecil!! lagipula aku tidak ingin merepotlan kak Key!!"ucap Sugi kesal, "siapa bilang, dia bilang minggu depan akan datang ke tokyo, bukankah itu suatu kebetulan?"ucap Risya sedikit meledek di akhir kalimat, "baiklah baiklah!!"ucap sugi langsung menutup telponenya.
"haha dasar Sugi!"ucap Risya sambil membaringkan tubuhnya di kasur king size miliknya. "besok hari pertama aku bekerja sebagai polisi, semoga lancar!"gumam Risya yang sesaat kemudian menutup matanya
πππππ
Risya terbangun dari tidurnya, tanpa menunda nunda Risya langsung pergi ke kamar mandi.
selesai mandi Risya segera memakai pakaian dengab setelan celana dan kaus putih ketat, jaket se perut berbahan dasar jeans, sepatu berwarna hitam dengan tinggi semata kaki, jam tangan kecil berwarna coklat, rambut di gerai dengan sedikit riasan tipis di wajahnya, tak lupa ia juga memakai tas sandang kecil berwarna hitam
dengan tambahan kalung berupa karet yang melekat pada lehernya, itu menambah daya tariknya sebagai gadis remaja.
"aku harus ke kantor polisi dulu lalu membeli baju seragam kepolisianku"batin Risya mulai mengatur jadwalnya. "haii Risyaa!!!"teriak Michele yang kala itu tidak sengaja bertemu dengan Risya "ah hai Michele.."sapa Risya membalas "apa kamu mau ke kantor polisi?" tanya Michele yang kala itu juga membawa Kevin bersamanya.
__ADS_1
"ya.. aku ada sedikit urusan ke sana"ucap Risya sedikit tersenyum "begitu ya.. kalau begitu kami duluan ya"ucap Michele pamit "ya.."ucap Risya juga ikut pergi. Risya terus berjalan hingga mendapatkan taksi untuk mengantarnya ke kantor polisi namun tiba tiba handponenya berdering menampilkan sebuah panggilan dari Kaoru yang merupakan ketua timnya.
"ya ketua.."ucap Risya segera menjawab "Risya!! segera ke kantor polisi!! kita mendapat misi mendadak!"ucap Kaoru buru buru, mendengar itu Risya segera menyuruh supir untuk mengendarai lebih cepat "baik ketua, saya akan segera sampai!"ucap Risya yang sama sekali tidak menduga akan mendapat misi di kala seragamnya belum siap.
sesampainya di kantor polisi Risya segera memakai baju seragam perlengkapan kepolisian yang ia sempat pinjam dari sala seorang anak tim lain, "kita akan menerobos masuk markas geng terkenal di ibukota, mereka telah berani menculik putra sulung dari keluarga Touma"ucap komandan polisi sedikit menjelaskan, "segera siapkan diri kalian!"ucap Komandan lagi memerintah, Risya segera mengambil pistolnya lalu ia letakan di sabuk pinggangnya
Risya dan timnya pun pergi dengan menggunakan mobil kepolisian, tidak sedikit dari tim lain yang juga ikut pada misi kali ini. ketika sampai dengan sepat Risya keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam markas musuh, dan benar saja mereka seperti sudah menunggu kehadiran polisi di sana
Risya merasa ada yang aneh, bukanya kabur, para anak anak geng itu malah terlihat sangat santai. "apa yang sebenarnya terjadi"batin Risya sangat bingung. "kalian semua di kepung!! cepat katakan di mana nona Touma!!"teriak Kaoru merasa jengkel. "tunggu ketua!" cegah Risya menahan tubuh Kaoru yang ingin mendekati sala satu musuh
dengan pandangan Risya yang tajam, Risya dapat melihat para anggota geng itu juga memegang jenis senjata yang sama dengan senjata para polisi. namun mereka hanya menyembunyikanya di balik baju dan jaket mereka. "ahh ini kelamaan!!"ucap Midori sudah sangat jengkel, ia pun mengarahkan pistolnya tepat ke arah sala satu anak geng, dengan sepat para anak geng itu mengeluarkan pistol mereka secara bersamaan dan ikut mengarahkanya pada anggota kepolisian
"pantas saja ada yang aneh.."batin Risya sangat kesal. "kalian semua polisi yang sangat naif!!"ucap seseorang di dalam kegelapan, laki laki itu mulai menunjukan wajahnya, begitu melihat laki laki itu Risya terkejut, "O Okita.."gumam Risya pelan masih melihat wajah Okita yang sudah lama tidak muncul di kehidupanya, Okita kini bertambah tinggi dengan pesat.
dengan cepat Risya berlari ke arah Okita dengan gegabahnya dan mengarahkan pistolnya ke arah dahi Okita, dengan tak kalah cepat Okita secara bersamaan juga mengarahkan pisau yang ia ambil di balik jasnya ke arah leher Risya
para anak buah Okita segera mengarahkan pistolnya ke arah Risya, "tetap arahkan senjata kalian pada para polisi bodoh itu!, jangan pedulian wanita ini, dia adalah bagianku.."ucap Okita menyeringai, mendengar perkataan bosnya, anak buah Okita segera menuruti perintahnya.
tangan kiri Okita mulai terjulur ingin menyentuh kulit wajah Risya yang sudah sangat lama tidak ia lihat namun tanganya itu segera di tepis oleh Risya, Risya mencoba menendang Okita namun dengan tak kalah cepatnya Okita menghindarinya dan mengunci pergerakan Risya. "Okita!! lepaskan aku!!"teriak Risya berontak, bahkan pistol miliknya kini sudah ada di tangan Okita.
Okita melempar pistol dan pisau di tanganya ke arah anak buahnya, dengan masih mengunci pergerakan Risya Okita segera membawanya ke dalam markas milik gengnya "Okita!!!"teriak Risya masih berontak, Okita tidak senang.
__ADS_1
merasa usahanya sia sia Risya hanya menundukan kepalanya, ingatan ingatan tentang Okita mulai kembali bermunculan di dalam pikiranya. "kenapa tidak berontak lagi?"tanya Okita di kala masih mengunvi tangan Risya dari belakang, Risya diam.
"sudah lama kita tidak bertemu, jadi bisa kamu jelaskan kenapa kamu menghilang?"tanya Okita yang berpura pura tidak tahu dengan keadaan Risya dan Orang tuanya. "tidak ada yang perlu di jelaskan!!"ucap Risya dingin.
Okita mendorong Risya hingga menubruk ke arah tembok, dengan cepat Okita mengurung Risya kembali di tembok. "kurasa dulu aku terlalu baik denganmu sampai sampai kamu berani menghilang dari pandanganku, sekarang.."ucap Okita mendekatkan wajahnya ke arah telinga Risya
"aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi..." bisik Okita di samping telinga Risya, "tidak!! aku sudah memiliki calon tunangan! kamu juga sudah ingin menikah, lalu apa maksud perlakuanmu ini Okita!!"teriak Risya mendorong tubuh Okita sekuat tenaga. Okita tidak tinggal diam, dia kini ikut mengunci tangan Risya di tembok dengan tanganya
Okita mendekatkan wajahnya lebih dekat ke arah wajah Risya. "tunangan kah? maksudmu Nakamura Key?"ucap Okita yang sukses membuat Risya terkejut. "darimana dia tahu?" batin Risya bertanya tanya, "kalau kamu tanya darimana aku tahu, itu tidak penting, tapi aku hanya ingin kamu tahu satu hal, aku tidak akan melepaskanmj dengan mudah!"ucap Okita berbisik di samping telinga Risya
Risya menunduk, ini sama dengan perkataan Okita yang dulu berucap akan memaksa Risya bila Risya menolak untuk bersama denganya. "aku membencimu!" gumam Risya yang masih mampu di dengar Okita, "aku tidak peduli, aku tetap akan memilikimu!"ucap Okita di barengi dengan bibirnya yang ia tempelkan di bibir Risya, itu ciuman yang bahkan sudah sangat lama tidak Risya rasakan.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YAππ
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANYA
LIKE
RATE
VOTE
__ADS_1
AND COMENT
SEE YOU NEXT CHAPTER**!