Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Okita


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


.


*kenapa aku bisa jatuh cinta pada bocah iblis sepertimu?"gumam Risya kembali, "astagaa apa yang ku katakan sih.. aku tidak mencintaimu!! aku membencimu!! sangat sangat membencimu!! kau dengar aku ha!"gumam Risya lagi mendorong dorong pangkal hidung Okita dengan jari telunjuknya, "apa apaan gadis ini!!"batin Okita kesal, tapi di hatinya tersimpan rasa senang karena akhirnya ia tahu perasaan Risya padanya


"haa...aku lelah sekali.. sangat lelah.."ucap Risya pelan lalu menutup matanya dengan kedua tanganya,


"jadi kamu ingin aku berhenti?"ucap Okita sudah tidak tahan berpura pura, Risya segera menoleh dan mendapati Okita menatap matanya dengan sangat dalam.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ*


RISYA POV


Pertanyaan Okita membuatku sangat bingung, aku ingin dia berhenti, tapi entah kenapa mulut dan hati ini menginginkan dia untuk terus melanjutkanya,astagaaa aku sekarang seperti orang ketiga, bisa bisanya aku merusak harga diriku sendiri, aku menunduk lalu menggigit bibir bawahku sendiri tanpa sadar, itu memang kebiasaanku kalau sudah dalam keadaaan sangat tertekan, sedangkan Okita masih menatapku dengan ekspresi datar menunggu jawaban


lalu tiba tiba Okita kembali menciumku dan ******* bibirku sekilas, aku terkejut, sontak aku menatap wajahnya, "jangan menggigit bibir mu sendiri seperti itu, kamu bisa mengundang hawa nafsuku kembali"ucap Okita masih menatapku, mendengar itu aku merasa bahaya akan melandaku sebentar lagi, oleh karena itu aku segera mencoba bangkit dan menuruni ranjang berukuran king size itu, tapi tiba tiba tanganku di tarik hingga tubuhku terjatuh di kasur, Okita segera mengurungku di bawahnya, "mau ke mana? kamu belum menjawab pertanyaanku!?"teriak Okita kesal


"aku tidak mau menjawabnya!!"teriaku kesal, Okita yang tadi hanya mengurungku kini menindihiku sepenuhnya, dia cukup berat tapi tidak seberat diriku, Okita kini menenggelamkan kepalanya di lekuk leher dan bahuku, itu geli sebebarnya, "aku tahu semuanya."bisik Okita di telingaku, "dia tahu apa tentang diriku.."batinku sangat bingung dan penasaran, aku mulai merangkai pemikiran pemikiran guna menebak apa yang Okita tahu tentang dirinya, "aku menyukainya dan aku juga begitu.."bisik Okita lagi, kali ini dia sedikit mengigit telingaku,"apanya yang dia sukai sih, aku sama sekali tidak paham!!"batinku kesal, aku mencoba mendorong tubuhnya, tapi gagal, tubuhnya terlalu kuat untuku, astagaa benar benar memalukan


"apa maksudmu! menjauhlah!!"teriak ku marah, aku kesal selalu di permainkan,dia anggap aku apa, selalu menyentuhku tanpa izin.

__ADS_1


"apa kamu sama sekali tidak ingat?"tanya Okita menatapku lurus, aku bingung, lalu aku teringat ucapanku tadi sebelum Okita bangun, astagaaa sekarang benar benar memalukan!!, "i itu.."ucapku gugup, "kamu jatuh cinta padaku, benar kan?"ucapnya menyeringai, "s se sekarang tidak lagi!! sudah menjauhlahh"ucapku mendorong tubuh Okita lagi walau itu berujung kegagalan, daripada tidak berontak sama sekali itu semakin memalukan bukan?


RISYA POV END


Okita menatap Risya tanpa ekspresi, "apa dia terisinggung?..kalau benar akan sangat berbahayaa..."batin Risya memikirkan hal hal yang negative tinking, hal yang Risya pikiran memang berbeda dengan apa yang akan di lakukan Okita, Okita hanya ******* kasar bibir Risya, Risya merasa tertekan dengan ciuman itu, setelah merasa kekurangan pasokan Oksigen Okita melepas ciumanya, "aku tidak menyukai kebohongan, kamu tahu?"ucap Okita datar


"baiklah aku beri kamu waktu untuk berfikir, mau bersamaku tanpa paksaan, atau ku paksa kamu bersamaku,pikirkan itu!"ucap Okita dengan tatapan tajam, Risya hanya tertegun melihat raut wajah Okita yang terlihat sangat menyeramkan,


"Baiklah lupakan sejenak soal itu, sekarang ku tanya dengan siapa kamu ke bar?"ucap Okita dengan tatapan tajam, "apa itu urusanmu?"ucap Risya dengan tatapan tak kalah tajamnya, "kamu mau aku melakukanya sekarang?"ucap Okita menyapu bibirnya dengan jompolnya secara sensual, Okita seakan memberi tahu jika Risya tidak menjawab pertanyaanya dia akan melakukan suatu hal yang tidak akan di inginkan Risya


"b baiklah, aku bersama anggota geng kagura senju!"ucap Risya yang tidak mau mengambil resiko lebih tinggi, "kagura senju?!kenapa kamu minum, kamu tahu kan di geng kagura senju itu juga ada laki lakinya?!"marah Okita masih mengurung Risya di bawahnya, "mereka itu anak buah temanku! dan aku percaya dengan mereka!!"teriak Risya kesal, "kamu memang temanya Michele, tapi kamu tidak mengenal baik aggota aggota geng nya bukan, aku tidak mau kamu minum lagi!!"ucap Okita marah


"kamu tidak punya hak untuk mengaturku Okita!!"teriak Risya kesal, "kamu miliku dan aku berhak mengatur miliku!!"ucap Okita marah, "seenaknya kamu mengklaim diriku milikmu?!, dasar brengsek!!, sebenarnya apa maumu Okita!!"ucap Risya marah, sebenarnya Risya hampir menangis saat ini, "aku menyukaimu.., aku ingin melindungimu.."ucap Okita menenggelamkan wajahnya di lekuk leher dan bahu Risya, "a..apa?"gumam Risya terkejut, "kamu jangan membodohiku, kamu sudah punya pacar!! jangan mempermainkanku terus menerus begini Okita!!"ucap Risya penuh emosi.


"iya memang aku punya pacar, tapi aku tetap memilih kamu"ucap Okita yang tidak bisa di lihat ekspresinya oleh Risya, Risya terdiam sejenak, "aku tidak mau"ucap Risya menutup kedua matanya dengan tanganya, dia hampir ingin menangis kembali, Okita memilih berdiam, dia tahu apa alasan Risya menolaknya,Okita mengerti, tapi Okita tetap tidak akan mentolerir jika ada laki laki lain yang mendekati Risya


"aku tetap akan memaksamu!"ucap Okita yang kini mengambil borgol di atas meja samping kasur yang memang dekat dengan posisi mereka, Okita lalu mengunci tanganya dengan tangan Risya, itu memang bukan kali pertama Okita bermain bergol, "apa apaan kamu!! kenapa tanganku di bergol lagi!!"ucap Risya tidak terima, "aku mau istirahat,aku juga tidak akan melepaskanmu, tok ini hari minggu, jadi tidurlah.."ucap Okita yang melepas kurunganya dan memilih memeluk Risya dari samping, Risya ingin berontak, tapi dengan kondisi tubuhnya yang saat ini lemah di tambah bergol dari Okita, dia tidak akan bisa kabur dengan mudah, Risya pun tertidur, tapi tidak dengan Okita


flasback on


Tempat bar


"di mana Risya?"tanya Michele pada anak buahnya, "dia tadi keluar Michele.."ucap sala satu anak buah Michele, mendengar itu Michele khawatir,"Risya pergi dalam keadaan mabuk, bagaimana kalau dia kenapa napa di perjalanan, handpone nya pun tidak aktof, argghh bagaimana ini!!"ucap Michele frustasi menendang nendang sofa bar, untungnya Sofa itu cukup berat sehingga jika di tendang dengan tendangan normal sofa itu tidak akan tergerak


Michele pun memilih keluar ruang bar pribadinya lalu menusuri keseluruhan ruang utama bar, dia menemukan gadis bersurai biru tua se bahu yang tengah duduk di sofa dengan raut wajah khawatir, Michele ingat betul gadis itu, dia adalah pacar Okita, dia beberapa kali pernah melihat Okita bersama gadis itu, tadinya Michele berniat untuk tidak memperdulikan gadis itu, tapi setelah melihat kekhawatiran di wajah gadis itu Michele memilih untuk mendekatinya


Michele duduk tepat di samping gadis itu, "kamu sedang menunggu seseorang?"tanya Michele dingin, "i iya.. aku menunggu pacarku, dia tadi bilang pergi sebentar karena ada urusan di sekitar bar, tapi sampai saat ini dia belum datang juga"tutur gadis iti khawatir, Michele mulai menyangkut mautkan kehilangan Okita dengan kepergian Risya, dia mun menduga bahwa Okita lah yang membawa Risya pergi, "apa kamu sudah menelpone nya?"ucap Michele dingin


"ah kamu benar, seharusnya aku menelpone nya"ucap Gadis itu kini mencari handponenya di dalam tasnya, dia pun mulai melepone Okita


"ada apa?" ucap Okita di seberang sana

__ADS_1


"sayang kamu di mana? aku nungguin kamu dari tadi loh!! aku khawatir"ucap gadis bersurai biru tua itu


"aku baik baik saja!, kamu pulanglah, minta supirmu untuk menjemputmu, aku sedang ada urusan mendadak"ucap Okita berbohong


Michele dapat mendengar suara Okita itu karena gadia bersurai biru tua itu menspeker telpone nya, dam kondisi bar saat itu kurang ramai,


"..."


melihat pacar Okita tidak memberi respon apapun Michele langsung merebut telpone gadis itu, "Okita!! aku tahu kamu kan yang membawa pergi temanku!!"teriak Michele tiba tiba, itu membuat gadis bersurai biru tua itu agak takut


"Michele?..kamu jangan khawatir, dia baik baik saja bersamaku, bisa bisanya kamu membiarkanya Minum, teman macam apa kamu!"ucap Okita marah


Michele pun sebenarnya merasa bersalah,tapi Michele mencoba menepis sebentar perasaan itu, "tolong kamu jaga dia baik baik, besok siang aku akan menjemputnya pulang oke?"ucap Michele yang tahu bahwa Okita bukanlah laki laki yang akan berbuat macam macam pada sembarang perempuan,


"terserah, tapi aku tidak akan membiarkanya pergi bersamamu dengan mudah, kamu tahu kan apa maksudku?"ucap Okita datar, "aku mengerti..., kita akan buat perjanjian seperti yang kamu inginkan"ucap Michele menghela nafas kasar


"bagus"


segini dulu ya


***SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA


LIKE,VOTE, RATE AND COMENT


NANTI AKAN KU BALAS DENGAN JUMLAH YANG SESUAI


MARI SALING MENDUKUNG๐Ÿ˜Š


TERIMA KASIH


SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA***

__ADS_1


__ADS_2